logo
● PT AIP Komitmen Rp57 Miliar untuk Kebun Masyarakat, Empat Kampung Siak Menanti R Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gedung BWSS III Mulai Dirobohkan, Pemprov Riau Buka Jalan Alternatif Cut Nyak Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Dumai Gerebek Tiga Titik Rawan Narkoba: 12 Orang Diamankan, 11 Positif Sa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Azis Subekti Desak Bongkar Aktor di Balik Perambahan Tesso Nilo, Penegakan Hukum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polemik Ijazah Gibran: Putusan Mengakhiri Perkara, Siapa Memulihkan Keperca Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dramatis! PSPS Pekanbaru Tekuk PSMS Medan 2-1, Dua Pemain Pengganti Jadi Pahlawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Seni Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● UPDATE: Panama Tetapkan Darurat Nasional, Gempa Dahsyat Rusak 426 Rumah dan 419 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / PENERBANGAN
UPDATE: 8 Bandara Ditutup, Ratusan Penerbangan Terganggu, Pemerintah Dorong Alih Moda ke Darat dan Laut
Calon penumpang melihat layar monitor jadwal penerbangan yang ada di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). (Foto: Antara)
UPDATE: 8 Bandara Ditutup, Ratusan Penerbangan Terganggu, Pemerintah Dorong Alih Moda ke Darat dan Laut
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 6 September 2026 | 19:37:50

JAKARTA - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai memberikan tekanan serius terhadap sektor penerbangan nasional. Sedikitnya delapan bandara terdampak sebaran abu vulkanik dan harus menghentikan sementara operasional penerbangan demi keselamatan. Ratusan penerbangan dan puluhan ribu penumpang ikut terdampak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah belum dapat menghitung secara pasti nilai kerugian akibat penutupan bandara tersebut. Penghitungan dampak ekonomi, baik yang dialami maskapai maupun pemangku kepentingan penerbangan lainnya, masih dilakukan.

Menurut Dudy, pemerintah saat ini masih memprioritaskan penanganan penumpang yang penerbangannya terganggu.

iklan-view

"Untuk perhitungan, sampai sejauh ini kami belum mendapatkan perhitungan, karena pemberlakuan penutupan bandara ini baru kami mulai sejak dini hari tadi," kata Dudy dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026), seperti dikutip antaranews.

Ia mengatakan maskapai dan seluruh pemangku kepentingan masih berkonsentrasi memberikan pelayanan kepada penumpang, termasuk menangani penerbangan yang dibatalkan, ditunda maupun dialihkan.

Dampak gangguan penerbangan sendiri terus membesar seiring meluasnya sebaran abu vulkanik. Berdasarkan pembaruan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada Minggu pagi, sedikitnya 373 penerbangan terdampak akibat penutupan sejumlah bandara.

Di Bandara Soekarno-Hatta saja, data Kementerian Perhubungan menunjukkan penutupan pada periode 01.30-09.30 WIB berdampak terhadap 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang. Sebanyak 170 pesawat yang sedang berada di apron juga harus tetap disiagakan dalam kondisi aman.

Sejumlah penerbangan internasional turut terkena dampak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa erupsi Anak Krakatau tidak hanya mengganggu konektivitas domestik, tetapi juga berpotensi menekan aktivitas penerbangan internasional melalui Jakarta.

Delapan bandara terdampak

Pada awalnya, Kemenhub menutup sementara lima bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Pondok Cabe dan Budiarto Curug.

Setelah dilakukan pengujian lanjutan, Bandara Husein Sastranegara Bandung juga dinyatakan terdampak sebaran abu vulkanik.

Perkembangan terbaru kemudian menunjukkan dua bandara lainnya, yakni Bandara Taufik Kiemas Lampung dan Bandara Atung Bungsu Pagaralam, Sumatera Selatan, turut terpapar abu vulkanik. Dengan demikian, total menjadi delapan bandara yang terdampak.

Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan karena abu vulkanik berbahaya bagi pesawat, terutama dapat mengganggu mesin dan berbagai sistem penerbangan.

Pemerintah minta alih moda

Di tengah belum normalnya operasional penerbangan, pemerintah meminta masyarakat dan pelaku usaha tidak memaksakan perjalanan melalui jalur udara.

Dudy mengimbau masyarakat untuk sementara beralih menggunakan transportasi darat, kereta api maupun kapal laut selama penerbangan masih terganggu.

"Moda transportasi yang memungkinkan adalah moda transportasi kereta api khususnya yang di Pulau Jawa, kemudian juga moda transportasi darat baik bus, dan sejauh ini moda transportasi laut masih tidak terdampak akibat erupsi," ujar Dudy.

Menurutnya, skema alih moda tidak hanya disiapkan untuk penumpang, tetapi juga untuk menjaga kelancaran distribusi barang apabila pengiriman melalui udara mengalami hambatan.

Pemerintah memastikan konektivitas masyarakat tetap dijaga dengan memanfaatkan moda transportasi yang masih beroperasi normal. Kereta api menjadi salah satu pilihan utama untuk perjalanan antarkota di Pulau Jawa, sementara bus dan kapal laut juga dapat digunakan sesuai tujuan perjalanan.

KAI sendiri telah menyiapkan tambahan perjalanan kereta api sebagai salah satu langkah antisipasi terhadap terganggunya mobilitas akibat penutupan sejumlah bandara.

Keselamatan di atas kerugian

Dudy menegaskan pemerintah belum menempatkan penghitungan kerugian sebagai prioritas utama karena situasi erupsi dan sebaran abu vulkanik masih dinamis.

Menurut dia, keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama sebelum bandara kembali dibuka. Pemerintah bersama BMKG, operator bandara, maskapai dan pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi abu vulkanik.

Dengan kondisi yang masih berubah cepat, masyarakat diminta terus memantau informasi resmi maskapai dan otoritas penerbangan sebelum berangkat.

Pemerintah berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat menyesuaikan perjalanan dengan kondisi tersebut, termasuk menggunakan moda darat, kereta api maupun laut untuk sementara waktu hingga kondisi penerbangan kembali dinyatakan aman dan normal. (*)

Home / Ekonomi
UPDATE: 8 Bandara Ditutup, Ratusan Penerbangan Terganggu, Pemerintah Dorong Alih Moda ke Darat dan Laut
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 6 September 2026 | 19:37:50
UPDATE: 8 Bandara Ditutup, Ratusan Penerbangan Terganggu, Pemerintah Dorong Alih Moda ke Darat dan Laut
Calon penumpang melihat layar monitor jadwal penerbangan yang ada di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (6/9/2026). (Foto: Antara)

JAKARTA - Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai memberikan tekanan serius terhadap sektor penerbangan nasional. Sedikitnya delapan bandara terdampak sebaran abu vulkanik dan harus menghentikan sementara operasional penerbangan demi keselamatan. Ratusan penerbangan dan puluhan ribu penumpang ikut terdampak.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah belum dapat menghitung secara pasti nilai kerugian akibat penutupan bandara tersebut. Penghitungan dampak ekonomi, baik yang dialami maskapai maupun pemangku kepentingan penerbangan lainnya, masih dilakukan.

Menurut Dudy, pemerintah saat ini masih memprioritaskan penanganan penumpang yang penerbangannya terganggu.

"Untuk perhitungan, sampai sejauh ini kami belum mendapatkan perhitungan, karena pemberlakuan penutupan bandara ini baru kami mulai sejak dini hari tadi," kata Dudy dalam konferensi pers, Minggu (6/9/2026), seperti dikutip antaranews.

Ia mengatakan maskapai dan seluruh pemangku kepentingan masih berkonsentrasi memberikan pelayanan kepada penumpang, termasuk menangani penerbangan yang dibatalkan, ditunda maupun dialihkan.

Dampak gangguan penerbangan sendiri terus membesar seiring meluasnya sebaran abu vulkanik. Berdasarkan pembaruan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada Minggu pagi, sedikitnya 373 penerbangan terdampak akibat penutupan sejumlah bandara.

Di Bandara Soekarno-Hatta saja, data Kementerian Perhubungan menunjukkan penutupan pada periode 01.30-09.30 WIB berdampak terhadap 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang. Sebanyak 170 pesawat yang sedang berada di apron juga harus tetap disiagakan dalam kondisi aman.

Sejumlah penerbangan internasional turut terkena dampak. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa erupsi Anak Krakatau tidak hanya mengganggu konektivitas domestik, tetapi juga berpotensi menekan aktivitas penerbangan internasional melalui Jakarta.

Delapan bandara terdampak

Pada awalnya, Kemenhub menutup sementara lima bandara, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II Lampung, Pondok Cabe dan Budiarto Curug.

Setelah dilakukan pengujian lanjutan, Bandara Husein Sastranegara Bandung juga dinyatakan terdampak sebaran abu vulkanik.

Perkembangan terbaru kemudian menunjukkan dua bandara lainnya, yakni Bandara Taufik Kiemas Lampung dan Bandara Atung Bungsu Pagaralam, Sumatera Selatan, turut terpapar abu vulkanik. Dengan demikian, total menjadi delapan bandara yang terdampak.

Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan karena abu vulkanik berbahaya bagi pesawat, terutama dapat mengganggu mesin dan berbagai sistem penerbangan.

Pemerintah minta alih moda

Di tengah belum normalnya operasional penerbangan, pemerintah meminta masyarakat dan pelaku usaha tidak memaksakan perjalanan melalui jalur udara.

Dudy mengimbau masyarakat untuk sementara beralih menggunakan transportasi darat, kereta api maupun kapal laut selama penerbangan masih terganggu.

"Moda transportasi yang memungkinkan adalah moda transportasi kereta api khususnya yang di Pulau Jawa, kemudian juga moda transportasi darat baik bus, dan sejauh ini moda transportasi laut masih tidak terdampak akibat erupsi," ujar Dudy.

Menurutnya, skema alih moda tidak hanya disiapkan untuk penumpang, tetapi juga untuk menjaga kelancaran distribusi barang apabila pengiriman melalui udara mengalami hambatan.

Pemerintah memastikan konektivitas masyarakat tetap dijaga dengan memanfaatkan moda transportasi yang masih beroperasi normal. Kereta api menjadi salah satu pilihan utama untuk perjalanan antarkota di Pulau Jawa, sementara bus dan kapal laut juga dapat digunakan sesuai tujuan perjalanan.

KAI sendiri telah menyiapkan tambahan perjalanan kereta api sebagai salah satu langkah antisipasi terhadap terganggunya mobilitas akibat penutupan sejumlah bandara.

Keselamatan di atas kerugian

Dudy menegaskan pemerintah belum menempatkan penghitungan kerugian sebagai prioritas utama karena situasi erupsi dan sebaran abu vulkanik masih dinamis.

Menurut dia, keselamatan penerbangan menjadi pertimbangan utama sebelum bandara kembali dibuka. Pemerintah bersama BMKG, operator bandara, maskapai dan pihak terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi abu vulkanik.

Dengan kondisi yang masih berubah cepat, masyarakat diminta terus memantau informasi resmi maskapai dan otoritas penerbangan sebelum berangkat.

Pemerintah berharap masyarakat dan pelaku usaha dapat menyesuaikan perjalanan dengan kondisi tersebut, termasuk menggunakan moda darat, kereta api maupun laut untuk sementara waktu hingga kondisi penerbangan kembali dinyatakan aman dan normal. (*)