logo
● PT AIP Komitmen Rp57 Miliar untuk Kebun Masyarakat, Empat Kampung Siak Menanti R Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gedung BWSS III Mulai Dirobohkan, Pemprov Riau Buka Jalan Alternatif Cut Nyak Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Dumai Gerebek Tiga Titik Rawan Narkoba: 12 Orang Diamankan, 11 Positif Sa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Azis Subekti Desak Bongkar Aktor di Balik Perambahan Tesso Nilo, Penegakan Hukum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polemik Ijazah Gibran: Putusan Mengakhiri Perkara, Siapa Memulihkan Keperca Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dramatis! PSPS Pekanbaru Tekuk PSMS Medan 2-1, Dua Pemain Pengganti Jadi Pahlawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Seni Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● UPDATE: Panama Tetapkan Darurat Nasional, Gempa Dahsyat Rusak 426 Rumah dan 419 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
176 Hotspot Terdeteksi di Riau, Indragiri Hulu Tertinggi
Data hotspot di Provinsi Riau
176 Hotspot Terdeteksi di Riau, Indragiri Hulu Tertinggi
Editor: Ridho Haztil | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 7 September 2026 | 08:46:15

PEKANBARU-Sebanyak 176 titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Riau berdasarkan pembaruan data hingga Senin (7/9/2026). Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 69 titik.

Berdasarkan data yang diperbarui Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, pada Senin pukul 07.00 WIB, ratusan titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

Setelah Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis tercatat memiliki 26 titik panas. Kemudian Indragiri Hilir sebanyak 21 titik dan Kota Dumai 20 titik.

iklan-view

Sementara itu, Kabupaten Pelalawan dan Siak masing-masing terdeteksi 12 titik panas. Kepulauan Meranti terdapat delapan titik, Kuantan Singingi empat titik, serta Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing dua titik.

Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 2.395 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni sebanyak 1.493 titik.

Selanjutnya, Jambi tercatat 285 titik, Kepulauan Bangka Belitung 215 titik, Riau 176 titik, dan Lampung sebanyak 145 titik.

Di tengah tingginya sebaran hotspot tersebut, kondisi cuaca di Riau pada Senin diprakirakan didominasi udara kabur hingga berawan. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi sejak pagi hingga malam hari dan berlanjut sampai dini hari.

Pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Siak, dan Kepulauan Meranti.

BMKG juga memprakirakan suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara berada pada kisaran 50 hingga 95 persen.

Sementara angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masih berada dalam kategori rendah.

Hingga pembaruan data tersebut, BMKG belum mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Riau.

Meski demikian, tingginya jumlah titik panas tetap menjadi perhatian serius, terutama di daerah dengan konsentrasi hotspot cukup tinggi seperti Indragiri Hulu, Bengkalis, Indragiri Hilir, dan Dumai.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena keberadaan titik panas berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama apabila didukung cuaca panas dan kondisi lahan yang kering.

Data sebaran hotspot dan prakiraan cuaca untuk Provinsi Riau tersebut merupakan pembaruan BMKG pada Senin, 7 September 2026, pukul 07.00 WIB.(*)

176 Hotspot Terdeteksi di Riau, Indragiri Hulu Tertinggi
Editor: Ridho Haztil | Penulis: rico syahputra
Rubrik: lingkungan | 7 September 2026 | 08:46:15
176 Hotspot Terdeteksi di Riau, Indragiri Hulu Tertinggi
Data hotspot di Provinsi Riau

PEKANBARU-Sebanyak 176 titik panas atau hotspot terdeteksi di Provinsi Riau berdasarkan pembaruan data hingga Senin (7/9/2026). Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 69 titik.

Berdasarkan data yang diperbarui Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, pada Senin pukul 07.00 WIB, ratusan titik panas tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

Setelah Indragiri Hulu, Kabupaten Bengkalis tercatat memiliki 26 titik panas. Kemudian Indragiri Hilir sebanyak 21 titik dan Kota Dumai 20 titik.

Sementara itu, Kabupaten Pelalawan dan Siak masing-masing terdeteksi 12 titik panas. Kepulauan Meranti terdapat delapan titik, Kuantan Singingi empat titik, serta Rokan Hilir dan Rokan Hulu masing-masing dua titik.

Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 2.395 titik. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah titik panas tertinggi, yakni sebanyak 1.493 titik.

Selanjutnya, Jambi tercatat 285 titik, Kepulauan Bangka Belitung 215 titik, Riau 176 titik, dan Lampung sebanyak 145 titik.

Di tengah tingginya sebaran hotspot tersebut, kondisi cuaca di Riau pada Senin diprakirakan didominasi udara kabur hingga berawan. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi sejak pagi hingga malam hari dan berlanjut sampai dini hari.

Pada siang hingga sore hari, hujan dengan intensitas ringan berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Siak, dan Kepulauan Meranti.

BMKG juga memprakirakan suhu udara di Riau berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celsius. Kelembapan udara berada pada kisaran 50 hingga 95 persen.

Sementara angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan antara 10 hingga 30 kilometer per jam.

Untuk kondisi perairan, tinggi gelombang di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berkisar 0,5 hingga 1,25 meter atau masih berada dalam kategori rendah.

Hingga pembaruan data tersebut, BMKG belum mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Riau.

Meski demikian, tingginya jumlah titik panas tetap menjadi perhatian serius, terutama di daerah dengan konsentrasi hotspot cukup tinggi seperti Indragiri Hulu, Bengkalis, Indragiri Hilir, dan Dumai.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena keberadaan titik panas berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan, terutama apabila didukung cuaca panas dan kondisi lahan yang kering.

Data sebaran hotspot dan prakiraan cuaca untuk Provinsi Riau tersebut merupakan pembaruan BMKG pada Senin, 7 September 2026, pukul 07.00 WIB.(*)