
WINA - Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra-mitranya, yang dikenal sebagai OPEC+, pada Minggu (6/9) memutuskan untuk menangguhkan kenaikan output minyak pada Oktober, demikian disampaikan OPEC dalam sebuah pernyataan, sebagaimana warta Xinhua pada Senin.
Keputusan tersebut diambil usai pertemuan virtual negara-negara anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, guna meninjau kondisi pasar global dan prospek ekonomi.
"Ketujuh negara peserta tersebut memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi yang ditetapkan pada September 2026 untuk diberlakukan pada Oktober 2026," demikian dinyatakan dalam rilis tersebut seperti dilansir kantor berita antara.

Sebelumnya, ketujuh negara anggota koalisi OPEC+ ini telah secara konsisten menaikkan output minyak dalam basis bulanan semenjak April 2026.
Sebagai langkah lanjutan, pihak OPEC menyebutkan bahwa ketujuh negara tersebut dijadwalkan untuk kembali melangsungkan pertemuan lanjutan pada tanggal 4 Oktober mendatang guna mengevaluasi perkembangan situasi di pasar minyak. (*)







WINA - Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan mitra-mitranya, yang dikenal sebagai OPEC+, pada Minggu (6/9) memutuskan untuk menangguhkan kenaikan output minyak pada Oktober, demikian disampaikan OPEC dalam sebuah pernyataan, sebagaimana warta Xinhua pada Senin.
Keputusan tersebut diambil usai pertemuan virtual negara-negara anggota OPEC+, termasuk Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, guna meninjau kondisi pasar global dan prospek ekonomi.
"Ketujuh negara peserta tersebut memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi yang ditetapkan pada September 2026 untuk diberlakukan pada Oktober 2026," demikian dinyatakan dalam rilis tersebut seperti dilansir kantor berita antara.
Sebelumnya, ketujuh negara anggota koalisi OPEC+ ini telah secara konsisten menaikkan output minyak dalam basis bulanan semenjak April 2026.
Sebagai langkah lanjutan, pihak OPEC menyebutkan bahwa ketujuh negara tersebut dijadwalkan untuk kembali melangsungkan pertemuan lanjutan pada tanggal 4 Oktober mendatang guna mengevaluasi perkembangan situasi di pasar minyak. (*)