logo
Kemenkes: 174 Ribu Warga Terserang ISPA, 40.363 di Antaranya Balita Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPRD dan Pemko Pekanbaru Sepakati APBD-P 2026 Rp3,26 Triliun, Banjir Jadi Sorota Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Satu Korban Galodo Arosuka Ditemukan Tewas, Jalur Padang-Solok Masih Ter Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.884, Investor Cermati Arah Suku Bunga The Fed dan BI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Sekolah di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Terbatas Mulai Besok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi HUT Lalu Lintas ke-71, Kapolda Riau Soroti Karhutla yang Terus Berulang: Apa Tak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harga TBS Sawit Riau Periode 23-29 September Turun Rp27 per Kg Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pemko Pekanbaru Dorong UMKM Tumbuh Lewat Gelaran Event Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / PERHOTELAN
Dampak Kabut Asap Karhutla, Okupansi Hotel di Pekanbaru Anjlok Hingga 30 Persen
Okupansi hotel di Pekanbaru anjlok akibat kabut asap karhutla. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)
Dampak Kabut Asap Karhutla, Okupansi Hotel di Pekanbaru Anjlok Hingga 30 Persen
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: ekonomi | 18 September 2026 | 15:55:41

PEKANBARU - Bencana kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru, Riau, mulai berdampak serius pada roda perekonomian daerah. Sektor perhotelan menjadi salah satu industri yang paling terpukul akibat menurunnya jumlah kunjungan wisatawan maupun pendatang dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan tingkat hunian (okupansi) tercatat mencapai 20 hingga 30 persen setiap pekannya di sejumlah hotel di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut. Salah satu yang merasakan dampaknya secara langsung adalah Hotel Khas Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman.

Sekretaris Hotel Khas Pekanbaru, Susan Awriza, menjelaskan bahwa sebagai kota transit, Pekanbaru sangat bergantung pada arus mobilitas masyarakat yang datang untuk berbagai kepentingan bisnis maupun liburan.

iklan-view

Dalam kondisi normal, tingkat keterisian kamar hotel bisa mencapai 100 persen (full occupancy), terutama saat memasuki akhir pekan atau hari libur nasional. Namun, hadirnya paparan kabut asap memangkas angka keterisian tersebut secara signifikan.

"Kondisi ini mempengaruhi omzet usaha secara langsung karena terjadi penurunan okupansi yang signifikan hingga 30 persen sejak kabut asap melanda," ujar Susan, Jumat (18/9/2026).

Para pelaku usaha perhotelan berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar kualitas udara kembali pulih dan aktivitas ekonomi dapat kembali normal.

Dampak bencana kabut asap di Pekanbaru ini tidak hanya memukul sektor ekonomi dan pariwisata. Sektor pendidikan pun ikut terdampak, dengan diliburkannya sekolah-sekolah demi menjaga kesehatan para siswa dari ancaman ISPA, serta terganggunya berbagai kegiatan publik outdoor di kawasan tersebut. (why)

Home / Ekonomi
Dampak Kabut Asap Karhutla, Okupansi Hotel di Pekanbaru Anjlok Hingga 30 Persen
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: ekonomi | 18 September 2026 | 15:55:41
Dampak Kabut Asap Karhutla, Okupansi Hotel di Pekanbaru Anjlok Hingga 30 Persen
Okupansi hotel di Pekanbaru anjlok akibat kabut asap karhutla. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)

PEKANBARU - Bencana kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru, Riau, mulai berdampak serius pada roda perekonomian daerah. Sektor perhotelan menjadi salah satu industri yang paling terpukul akibat menurunnya jumlah kunjungan wisatawan maupun pendatang dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan tingkat hunian (okupansi) tercatat mencapai 20 hingga 30 persen setiap pekannya di sejumlah hotel di Ibu Kota Provinsi Riau tersebut. Salah satu yang merasakan dampaknya secara langsung adalah Hotel Khas Pekanbaru yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman.

Sekretaris Hotel Khas Pekanbaru, Susan Awriza, menjelaskan bahwa sebagai kota transit, Pekanbaru sangat bergantung pada arus mobilitas masyarakat yang datang untuk berbagai kepentingan bisnis maupun liburan.

Dalam kondisi normal, tingkat keterisian kamar hotel bisa mencapai 100 persen (full occupancy), terutama saat memasuki akhir pekan atau hari libur nasional. Namun, hadirnya paparan kabut asap memangkas angka keterisian tersebut secara signifikan.

"Kondisi ini mempengaruhi omzet usaha secara langsung karena terjadi penurunan okupansi yang signifikan hingga 30 persen sejak kabut asap melanda," ujar Susan, Jumat (18/9/2026).

Para pelaku usaha perhotelan berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar kualitas udara kembali pulih dan aktivitas ekonomi dapat kembali normal.

Dampak bencana kabut asap di Pekanbaru ini tidak hanya memukul sektor ekonomi dan pariwisata. Sektor pendidikan pun ikut terdampak, dengan diliburkannya sekolah-sekolah demi menjaga kesehatan para siswa dari ancaman ISPA, serta terganggunya berbagai kegiatan publik outdoor di kawasan tersebut. (why)