logo
● Sasar Dua Kawasan Rawan Narkoba di Pekanbaru, Polisi Amankan Tiga Pria Positif M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Geledah Ruang Kepala BNPB, Bongkar Dugaan Aliran Dana Bencana Rp148 Miliar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Terpuruk! Dolar AS Tembus Rp18.027, Terlemah di Penutupan Akhir Pekan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Viral Pajero Berpelat Dinas Kejaksaan di Pasar Minggu, Kejari Bengkalis Tegaskan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bantah Pajero Sport Miliknya, Suhardiman Amby Tantang Jaksa Tunjukkan STNK dan B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polisi Bongkar Dugaan Peredaran 103 Gram Sabu di Rohil, Empat Orang Ditangkap Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bupati Bistamam Lantik Sarman Syahroni Jadi Sekda Rohil, Tekankan Profesionalism Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bahan Baku Pisang Cokelat Naik, Pedagang di Pekanbaru Pilih Tahan Harga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Hotspot Sumatera Capai 1.685 Titik, Riau Terdeteksi Tiga Titik
BMKG menyebut hotspot Sumatera mencapai 1.685 titik, Riau hanya terdeteksi tiga titik. (Foto: Istimewa)
Hotspot Sumatera Capai 1.685 Titik, Riau Terdeteksi Tiga Titik
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 20 September 2026 | 09:36:46

PEKANBARU-Sebaran titik panas atau hotspot di Sumatera masih cukup tinggi, Minggu (20/9/2026). Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, ada 1.685 hotspot terdeteksi di sejumlah provinsi di Sumatera.

Di tengah tingginya sebaran tersebut, Riau mencatat tiga titik panas. Masing-masing satu titik terpantau di Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling banyak berdasarkan pemantauan, Minggu pagi.

iklan-view

Di provinsi tersebut terdeteksi 1.204 titik panas. Jumlah tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan wilayah lain di Sumatera. Bangka Belitung berada di posisi berikutnya dengan 219 hotspot, disusul Jambi sebanyak 175 titik dan Lampung dengan 76 titik.

Hotspot dalam jumlah lebih kecil juga ditemukan di sejumlah provinsi lain.

Bengkulu tercatat memiliki tiga titik panas. Kepulauan Riau dua titik, sedangkan Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing terpantau satu hotspot.

Kondisi ini menunjukkan konsentrasi hotspot masih banyak berada di bagian selatan Sumatera, sementara Riau berada pada jumlah yang jauh lebih rendah.

Tiga Hotspot Terdeteksi di Riau
Untuk wilayah Riau, BMKG mencatat hanya tiga hotspot saja. Ketiga titik tersebut tersebar di Dumai, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu. Jumlah yang relatif rendah ini beriringan dengan peluang hujan yang masih terbuka di sejumlah daerah Riau.

Elisa mengatakan, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan kondisi cuaca karena hujan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah.

“Di Riau, selain sebaran hotspot yang rendah, potensi hujan juga masih muncul di sejumlah wilayah sepanjang Minggu,” ujar Elisa.

Hujan yang turun di sejumlah daerah berpotensi membantu meningkatkan kelembapan permukaan lahan. Namun, pemantauan terhadap titik panas tetap diperlukan mengingat kondisi cuaca dapat berubah sepanjang hari.

Potensi Hujan Masih Ada di Sejumlah Daerah
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang terjadi pada pagi hari di sebagian wilayah Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Pelalawan.

Memasuki siang sampai sore, peluang hujan meluas ke Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan hingga Dumai.

Pada malam hari, hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Dumai.

Potensi hujan juga masih terbuka hingga dini hari. Sejumlah wilayah yang diprakirakan mendapat hujan ringan hingga sedang antara lain Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, Bengkalis, Kampar, Siak dan Dumai.

Dengan kondisi tersebut, perkembangan hotspot di Riau masih perlu dipantau dari waktu ke waktu. Data titik panas dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer, tutupan awan dan aktivitas pembakaran di lapangan. (mcr)

Home / News
Hotspot Sumatera Capai 1.685 Titik, Riau Terdeteksi Tiga Titik
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 20 September 2026 | 09:36:46
Hotspot Sumatera Capai 1.685 Titik, Riau Terdeteksi Tiga Titik
BMKG menyebut hotspot Sumatera mencapai 1.685 titik, Riau hanya terdeteksi tiga titik. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Sebaran titik panas atau hotspot di Sumatera masih cukup tinggi, Minggu (20/9/2026). Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, ada 1.685 hotspot terdeteksi di sejumlah provinsi di Sumatera.

Di tengah tingginya sebaran tersebut, Riau mencatat tiga titik panas. Masing-masing satu titik terpantau di Kota Dumai, Kabupaten Indragiri Hilir, dan Kabupaten Indragiri Hulu.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang mengatakan, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling banyak berdasarkan pemantauan, Minggu pagi.

Di provinsi tersebut terdeteksi 1.204 titik panas. Jumlah tersebut terpaut cukup jauh dibandingkan wilayah lain di Sumatera. Bangka Belitung berada di posisi berikutnya dengan 219 hotspot, disusul Jambi sebanyak 175 titik dan Lampung dengan 76 titik.

Hotspot dalam jumlah lebih kecil juga ditemukan di sejumlah provinsi lain.

Bengkulu tercatat memiliki tiga titik panas. Kepulauan Riau dua titik, sedangkan Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara masing-masing terpantau satu hotspot.

Kondisi ini menunjukkan konsentrasi hotspot masih banyak berada di bagian selatan Sumatera, sementara Riau berada pada jumlah yang jauh lebih rendah.

Tiga Hotspot Terdeteksi di Riau
Untuk wilayah Riau, BMKG mencatat hanya tiga hotspot saja. Ketiga titik tersebut tersebar di Dumai, Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu. Jumlah yang relatif rendah ini beriringan dengan peluang hujan yang masih terbuka di sejumlah daerah Riau.

Elisa mengatakan, masyarakat tetap perlu memperhatikan perkembangan kondisi cuaca karena hujan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah.

“Di Riau, selain sebaran hotspot yang rendah, potensi hujan juga masih muncul di sejumlah wilayah sepanjang Minggu,” ujar Elisa.

Hujan yang turun di sejumlah daerah berpotensi membantu meningkatkan kelembapan permukaan lahan. Namun, pemantauan terhadap titik panas tetap diperlukan mengingat kondisi cuaca dapat berubah sepanjang hari.

Potensi Hujan Masih Ada di Sejumlah Daerah
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang terjadi pada pagi hari di sebagian wilayah Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Pelalawan.

Memasuki siang sampai sore, peluang hujan meluas ke Kampar, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Pelalawan hingga Dumai.

Pada malam hari, hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Indragiri Hulu dan Dumai.

Potensi hujan juga masih terbuka hingga dini hari. Sejumlah wilayah yang diprakirakan mendapat hujan ringan hingga sedang antara lain Rokan Hilir, Indragiri Hulu, Rokan Hulu, Bengkalis, Kampar, Siak dan Dumai.

Dengan kondisi tersebut, perkembangan hotspot di Riau masih perlu dipantau dari waktu ke waktu. Data titik panas dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer, tutupan awan dan aktivitas pembakaran di lapangan. (mcr)