
PEKANBARU -Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru mencapai 7,39 persen. Angka tersebut menempatkan Pekanbaru pada posisi pertama dibandingkan kota-kota lain di Indonesia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru Guswandi mengatakan, capaian tersebut ditopang oleh sejumlah lapangan usaha yang menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
“Kalau dibandingkan dengan kota se-Indonesia, Pekanbaru berada pada posisi pertama,” kata Guswandi, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, terdapat tiga lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Pekanbaru. Ketiganya yakni sektor perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan.
Sektor perdagangan dan industri pengolahan dinilai memiliki peran penting karena melibatkan banyak pelaku usaha. Aktivitas ekonomi pada kedua sektor tersebut tidak hanya dilakukan perusahaan berskala besar, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Guswandi mencontohkan industri pengolahan skala rumah tangga yang banyak dijalankan masyarakat. Salah satunya usaha pembuatan kue yang berkembang di lingkungan permukiman.
“Banyak ibu-ibu di setiap RT yang menjalankan usaha seperti itu,” ujarnya.
Keterlibatan masyarakat dalam aktivitas perdagangan dan industri pengolahan membuat perputaran ekonomi berlangsung lebih luas. Dampaknya pun dapat dirasakan oleh lebih banyak kelompok masyarakat.
“Banyaknya warga Pekanbaru yang terlibat dalam sektor perdagangan dan industri pengolahan turut membuat pertumbuhan ekonomi memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan sektor yang bersifat padat modal,” kata Guswandi.
Selain dipengaruhi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru juga didorong dari sisi pengeluaran.
Salah satu komponennya adalah belanja pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Belanja tersebut antara lain digunakan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Perbaikan jalan menjadi salah satu kegiatan yang turut menggerakkan aktivitas ekonomi di Kota Pekanbaru.
“Kalau dari sisi pengeluaran, salah satu yang memengaruhinya adalah belanja pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dalam hal ini Pemko Pekanbaru, seperti perbaikan jalan,” ucapnya.
Capaian pertumbuhan 7,39 persen tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Pekanbaru bergerak cukup kuat dengan dukungan berbagai sektor dan belanja pembangunan.







PEKANBARU -Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru mencapai 7,39 persen. Angka tersebut menempatkan Pekanbaru pada posisi pertama dibandingkan kota-kota lain di Indonesia.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pekanbaru Guswandi mengatakan, capaian tersebut ditopang oleh sejumlah lapangan usaha yang menjadi penggerak utama perekonomian daerah.
“Kalau dibandingkan dengan kota se-Indonesia, Pekanbaru berada pada posisi pertama,” kata Guswandi, Minggu (20/9/2026).
Menurutnya, terdapat tiga lapangan usaha yang memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Pekanbaru. Ketiganya yakni sektor perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan.
Sektor perdagangan dan industri pengolahan dinilai memiliki peran penting karena melibatkan banyak pelaku usaha. Aktivitas ekonomi pada kedua sektor tersebut tidak hanya dilakukan perusahaan berskala besar, tetapi juga masyarakat dan pelaku usaha kecil.
Guswandi mencontohkan industri pengolahan skala rumah tangga yang banyak dijalankan masyarakat. Salah satunya usaha pembuatan kue yang berkembang di lingkungan permukiman.
“Banyak ibu-ibu di setiap RT yang menjalankan usaha seperti itu,” ujarnya.
Keterlibatan masyarakat dalam aktivitas perdagangan dan industri pengolahan membuat perputaran ekonomi berlangsung lebih luas. Dampaknya pun dapat dirasakan oleh lebih banyak kelompok masyarakat.
“Banyaknya warga Pekanbaru yang terlibat dalam sektor perdagangan dan industri pengolahan turut membuat pertumbuhan ekonomi memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan sektor yang bersifat padat modal,” kata Guswandi.
Selain dipengaruhi lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru juga didorong dari sisi pengeluaran.
Salah satu komponennya adalah belanja pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.
Belanja tersebut antara lain digunakan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Perbaikan jalan menjadi salah satu kegiatan yang turut menggerakkan aktivitas ekonomi di Kota Pekanbaru.
“Kalau dari sisi pengeluaran, salah satu yang memengaruhinya adalah belanja pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, dalam hal ini Pemko Pekanbaru, seperti perbaikan jalan,” ucapnya.
Capaian pertumbuhan 7,39 persen tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Pekanbaru bergerak cukup kuat dengan dukungan berbagai sektor dan belanja pembangunan.