logo
● PT AIP Komitmen Rp57 Miliar untuk Kebun Masyarakat, Empat Kampung Siak Menanti R Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gedung BWSS III Mulai Dirobohkan, Pemprov Riau Buka Jalan Alternatif Cut Nyak Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Dumai Gerebek Tiga Titik Rawan Narkoba: 12 Orang Diamankan, 11 Positif Sa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Azis Subekti Desak Bongkar Aktor di Balik Perambahan Tesso Nilo, Penegakan Hukum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polemik Ijazah Gibran: Putusan Mengakhiri Perkara, Siapa Memulihkan Keperca Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dramatis! PSPS Pekanbaru Tekuk PSMS Medan 2-1, Dua Pemain Pengganti Jadi Pahlawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Seni Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● UPDATE: Panama Tetapkan Darurat Nasional, Gempa Dahsyat Rusak 426 Rumah dan 419 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Hotspot Sumatera Merosot, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Riau
Informasi BMKG juga menunjukkan kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Sumatera masih dipengaruhi periode kering. (Foto: Istimewa)
Hotspot Sumatera Merosot, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Riau
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 23 September 2026 | 08:11:41

PEKANBARU-Jumlah titik panas atau hotspot di kawasan Sumatera menunjukkan penurunan signifikan. Namun, potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah Riau, Rabu (23/9/2026).

Data pemantauan, Selasa (22/9/2026) pukul 23.00 WIB malam tadi mencatat 813 hotspot tersebar di sejumlah provinsi di Sumatera. Angka tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.149 titik.

Informasi BMKG juga menunjukkan kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Sumatera masih dipengaruhi periode kering. BMKG dalam prakiraan sepekan menyebut kondisi atmosfer yang relatif kering masih menjadi perhatian, bersamaan dengan tingginya aktivitas titik panas di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan.

iklan-view

Dari ratusan titik panas yang terpantau, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 459 titik.

Posisi berikutnya ditempati Kepulauan Bangka Belitung dengan 246 titik. Jambi menyusul dengan 64 titik, sedangkan Lampung tercatat 39 titik.

Untuk wilayah Riau, jumlah hotspot yang terpantau jauh lebih sedikit. BMKG mencatat tiga titik panas, masing-masing dua titik berada di Kota Dumai dan satu titik lainnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Deby C. menyampaikan data tersebut dalam informasi prakiraan cuaca dan hotspot Riau untuk, Rabu ini.

Meski jumlah hotspot di Riau relatif rendah, kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian karena sebagian wilayah Riau masih menghadapi periode dengan curah hujan rendah. Prediksi BMKG untuk September juga menunjukkan sejumlah wilayah Riau berada dalam kategori curah hujan rendah.

Hujan Berpeluang Guyur Sejumlah Wilayah Riau
Di tengah kondisi tersebut, peluang hujan diprakirakan muncul di sejumlah daerah Riau sepanjang Rabu.

Siang hari, hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Rokan Hilir, Kampar dan Kuantan Singingi.

Potensi hujan kemudian meluas pada sore hingga malam. Hujan ringan sampai sedang diprakirakan terjadi di Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Dumai dan Pekanbaru.

Memasuki dini hari, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah Bengkalis dan Kepulauan Meranti.

Kondisi cuaca tersebut dapat memberikan perubahan pada kondisi udara di sejumlah daerah, meski tidak serta-merta menghilangkan risiko karhutla di wilayah yang masih mengalami kondisi kering. (mcr)

Hotspot Sumatera Merosot, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Riau
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 23 September 2026 | 08:11:41
Hotspot Sumatera Merosot, BMKG Ingatkan Hujan Lebat dan Angin Kencang di Riau
Informasi BMKG juga menunjukkan kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Sumatera masih dipengaruhi periode kering. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Jumlah titik panas atau hotspot di kawasan Sumatera menunjukkan penurunan signifikan. Namun, potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah Riau, Rabu (23/9/2026).

Data pemantauan, Selasa (22/9/2026) pukul 23.00 WIB malam tadi mencatat 813 hotspot tersebar di sejumlah provinsi di Sumatera. Angka tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.149 titik.

Informasi BMKG juga menunjukkan kondisi atmosfer di sejumlah wilayah Sumatera masih dipengaruhi periode kering. BMKG dalam prakiraan sepekan menyebut kondisi atmosfer yang relatif kering masih menjadi perhatian, bersamaan dengan tingginya aktivitas titik panas di beberapa wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Dari ratusan titik panas yang terpantau, Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 459 titik.

Posisi berikutnya ditempati Kepulauan Bangka Belitung dengan 246 titik. Jambi menyusul dengan 64 titik, sedangkan Lampung tercatat 39 titik.

Untuk wilayah Riau, jumlah hotspot yang terpantau jauh lebih sedikit. BMKG mencatat tiga titik panas, masing-masing dua titik berada di Kota Dumai dan satu titik lainnya di Kabupaten Indragiri Hilir.

Forecaster BMKG Pekanbaru, Deby C. menyampaikan data tersebut dalam informasi prakiraan cuaca dan hotspot Riau untuk, Rabu ini.

Meski jumlah hotspot di Riau relatif rendah, kondisi tersebut tetap perlu menjadi perhatian karena sebagian wilayah Riau masih menghadapi periode dengan curah hujan rendah. Prediksi BMKG untuk September juga menunjukkan sejumlah wilayah Riau berada dalam kategori curah hujan rendah.

Hujan Berpeluang Guyur Sejumlah Wilayah Riau
Di tengah kondisi tersebut, peluang hujan diprakirakan muncul di sejumlah daerah Riau sepanjang Rabu.

Siang hari, hujan ringan berpotensi mengguyur sebagian wilayah Rokan Hilir, Kampar dan Kuantan Singingi.

Potensi hujan kemudian meluas pada sore hingga malam. Hujan ringan sampai sedang diprakirakan terjadi di Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Indragiri Hulu, Dumai dan Pekanbaru.

Memasuki dini hari, hujan ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah Bengkalis dan Kepulauan Meranti.

Kondisi cuaca tersebut dapat memberikan perubahan pada kondisi udara di sejumlah daerah, meski tidak serta-merta menghilangkan risiko karhutla di wilayah yang masih mengalami kondisi kering. (mcr)