logo
● PT AIP Komitmen Rp57 Miliar untuk Kebun Masyarakat, Empat Kampung Siak Menanti R Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gedung BWSS III Mulai Dirobohkan, Pemprov Riau Buka Jalan Alternatif Cut Nyak Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Dumai Gerebek Tiga Titik Rawan Narkoba: 12 Orang Diamankan, 11 Positif Sa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Azis Subekti Desak Bongkar Aktor di Balik Perambahan Tesso Nilo, Penegakan Hukum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polemik Ijazah Gibran: Putusan Mengakhiri Perkara, Siapa Memulihkan Keperca Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dramatis! PSPS Pekanbaru Tekuk PSMS Medan 2-1, Dua Pemain Pengganti Jadi Pahlawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Seni Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● UPDATE: Panama Tetapkan Darurat Nasional, Gempa Dahsyat Rusak 426 Rumah dan 419 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Pemko Pekanbaru Dukung Masyarakat Miliki Hunian Layak dan Terjangkau
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho (ft:dok Pekanbaru)
Pemko Pekanbaru Dukung Masyarakat Miliki Hunian Layak dan Terjangkau
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 24 September 2026 | 19:32:18

PEKANBARU-Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan dukungan anggaran untuk membantu masyarakat memiliki rumah yang layak dan terjangkau. Bantuan tersebut rencananya diberikan melalui subsidi uang muka atau down payment (DP) hingga subsidi bunga kredit perumahan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPD Real Estate Indonesia (REI) Riau dan Bank Sumut di Hotel Premiere, Rabu (23/9/2026).

iklan-view

Menurut Agung, Pemko Pekanbaru telah mempersiapkan anggaran untuk mendukung masyarakat yang ingin memiliki rumah pada tahun mendatang. Anggaran tersebut mencakup skema subsidi DP maupun subsidi bunga kredit perumahan.

“Kami harapkan subsidi tersebut dapat meringankan beban warga dalam membeli rumah sekaligus membayar cicilan setiap bulan,” ujar Agung.

Pemko Pekanbaru juga membuka peluang kerja sama dengan perbankan untuk menerapkan skema subsidi bunga kredit. Melalui pola tersebut, pemerintah daerah dapat membantu menanggung sebagian margin atau bunga kredit yang harus dibayarkan masyarakat.

“Artinya, kami ingin warga bisa membeli rumah murah dan tidak memberatkan dalam membayar kredit setiap bulannya. Kalau nanti bekerja sama dengan bank, mungkin margin dari bank itu pemerintah yang akan membayarkannya,” jelasnya.

Selain persoalan pembiayaan, Pemko Pekanbaru memastikan aspek infrastruktur di kawasan perumahan turut menjadi perhatian. Menurut Agung, pembangunan rumah harus dibarengi dengan penyediaan infrastruktur yang memadai agar masyarakat benar-benar mendapatkan hunian yang layak.

Agung menargetkan program tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi jumlah warga yang belum memiliki rumah.

Saat ini, Pemko Pekanbaru masih melakukan pendataan terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian. Pendataan tersebut akan melibatkan camat dan lurah di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.

Agung menjelaskan, jumlah rumah yang nantinya menjadi sasaran program akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan hasil pendataan di lapangan.

“Program tiga juta rumah itu untuk seluruh Indonesia. Jadi, tidak mungkin tiga juta rumah dibangun di Pekanbaru karena penduduk Pekanbaru sekitar 1,2 juta jiwa,” katanya.(*) 

Home / News
Pemko Pekanbaru Dukung Masyarakat Miliki Hunian Layak dan Terjangkau
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 24 September 2026 | 19:32:18
Pemko Pekanbaru Dukung Masyarakat Miliki Hunian Layak dan Terjangkau
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho (ft:dok Pekanbaru)

PEKANBARU-Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan dukungan anggaran untuk membantu masyarakat memiliki rumah yang layak dan terjangkau. Bantuan tersebut rencananya diberikan melalui subsidi uang muka atau down payment (DP) hingga subsidi bunga kredit perumahan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, kebijakan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap program nasional pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat.

Hal itu disampaikannya usai menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara DPD Real Estate Indonesia (REI) Riau dan Bank Sumut di Hotel Premiere, Rabu (23/9/2026).

Menurut Agung, Pemko Pekanbaru telah mempersiapkan anggaran untuk mendukung masyarakat yang ingin memiliki rumah pada tahun mendatang. Anggaran tersebut mencakup skema subsidi DP maupun subsidi bunga kredit perumahan.

“Kami harapkan subsidi tersebut dapat meringankan beban warga dalam membeli rumah sekaligus membayar cicilan setiap bulan,” ujar Agung.

Pemko Pekanbaru juga membuka peluang kerja sama dengan perbankan untuk menerapkan skema subsidi bunga kredit. Melalui pola tersebut, pemerintah daerah dapat membantu menanggung sebagian margin atau bunga kredit yang harus dibayarkan masyarakat.

“Artinya, kami ingin warga bisa membeli rumah murah dan tidak memberatkan dalam membayar kredit setiap bulannya. Kalau nanti bekerja sama dengan bank, mungkin margin dari bank itu pemerintah yang akan membayarkannya,” jelasnya.

Selain persoalan pembiayaan, Pemko Pekanbaru memastikan aspek infrastruktur di kawasan perumahan turut menjadi perhatian. Menurut Agung, pembangunan rumah harus dibarengi dengan penyediaan infrastruktur yang memadai agar masyarakat benar-benar mendapatkan hunian yang layak.

Agung menargetkan program tersebut dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi jumlah warga yang belum memiliki rumah.

Saat ini, Pemko Pekanbaru masih melakukan pendataan terhadap masyarakat yang membutuhkan hunian. Pendataan tersebut akan melibatkan camat dan lurah di seluruh wilayah Kota Pekanbaru.

Agung menjelaskan, jumlah rumah yang nantinya menjadi sasaran program akan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat berdasarkan hasil pendataan di lapangan.

“Program tiga juta rumah itu untuk seluruh Indonesia. Jadi, tidak mungkin tiga juta rumah dibangun di Pekanbaru karena penduduk Pekanbaru sekitar 1,2 juta jiwa,” katanya.(*)