logo
● Bila Menemukan Tambang Diduga Ilegal di Riau, Begini Cara Lapor ke Dinas ESDM Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● BMKG Ingatkan Warga Soal Hujan Lebat dan Petir di Riau Hari Ini Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dua Perempuan Diamankan di Kafe Dumai, Polisi Sita 8 Pil Ekstasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Ribuan Warga Riau Terserang DBD, 23 Meninggal Dunia hingga Juli 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Razia Satpol PP di Jondul Pekanbaru, 15 Orang Diamankan dari Lima Rumah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Titik Api Karhutla Riau Nihil, OMC Terus Digencarkan untuk Cegah Api Kembali Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Saat Negara Berhemat, Mengapa Birokrasi Bertambah? Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Terseret Arus 459 Km dari Lokasi Tenggelam, Dua Korban KM Virgo Ditemukan di Suk Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Solok
Tinjau Korban Banjir Bandang di Solok, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Bencana dan Pemulihan Warga Mendasar
Wakil Presiden Gibran Rakabuming turun langsung meninjau para korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Jumat (25/9/2026), guna memastikan seluruh bantuan serta proses pemulihan pascabencana terdistribusi dengan baik. (Foto: Khazminang.id)
Tinjau Korban Banjir Bandang di Solok, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Bencana dan Pemulihan Warga Mendasar
Editor: putrajaya | Penulis: Aldian
Rubrik: news | 25 September 2026 | 14:03:00

SOLOK - Penanganan darurat dan pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendatangi Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro di Solok pada Jumat (25/9/2026), untuk memantau langsung pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar seluruh tahapan penanggulangan dampak bencana dapat berjalan secara optimal di lapangan.

"Saya memahami kondisi ini berat bagi Bapak dan Ibu. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus berkoordinasi untuk melakukan langkah tanggap darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal di lapangan," ujar Wapres Gibran.

iklan-view

Gibran menegaskan bahwa keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat merupakan prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini. Ia meminta penanganan di lapangan mengutamakan kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penyandang disabilitas.

Selain keselamatan, perhatian Wapres juga tertuju pada kerugian materiil yang dialami warga, meliputi kerusakan rumah tinggal, lahan pertanian, hingga hilangnya hewan ternak. Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk segera memvalidasi data kerusakan agar pemerintah dapat memberikan ganti rugi dan bantuan pemulihan secara tepat sasaran.

"Terkait rumah dan lahan pertanian milik warga yang mengalami kerusakan, saat ini sedang dilakukan pendataan. Segera sampaikan kepada petugas di lapangan terkait rumah, lahan pertanian, hewan ternak yang jadi imbas akibat bencana. Pemerintah pastikan untuk melakukan penggantian dan pemulihannya," kata Wapres.

Gibran juga merespons langsung keluhan seorang pengungsi yang kediamannya rusak total dan tidak bisa lagi dihuni. Wapres menjamin pemerintah bakal menindaklanjuti pendataan tersebut untuk merekonstruksi kembali rumah-rumah warga yang terdampak.

Masalah kependudukan juga tidak luput dari perhatian. Wapres meminta pemerintah daerah memfasilitasi penerbitan ulang dokumen penting warga yang hilang atau rusak terendam banjir, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Selain rumah, perlu ditindaklanjuti penanganan administrasi dokumen-dokumen, KK, KTP. Itu nanti Pak Bupati harus koordinir, ya," tutur Wapres.

Rangkaian peninjauan Wapres di Solok juga mencakup kunjungan ke Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok di Lapangan Kantor Bupati Solok untuk memberikan pengarahan langsung kepada jajaran pemerintah daerah setempat.

Tak hanya itu, Gibran berdialog langsung dengan masyarakat sembari melihat kondisi hunian yang diterjang material banjir di Desa Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, yang saat ini masih dalam proses pembersihan.

Bencana banjir bandang ini sebelumnya dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan Arosuka pada Senin (21/9) malam. Musibah tersebut merenggut dua korban jiwa, dan hingga kini proses penanganan darurat masih berlanjut.

Dalam kunjungan kerja ini, Wapres didampingi oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Kepala BNPB Suharyanto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Solok. (*)

Home / News
Tinjau Korban Banjir Bandang di Solok, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Bencana dan Pemulihan Warga Mendasar
Editor: putrajaya | Penulis: Aldian
Rubrik: news | 25 September 2026 | 14:03:00
Tinjau Korban Banjir Bandang di Solok, Wapres Gibran Pastikan Penanganan Bencana dan Pemulihan Warga Mendasar
Wakil Presiden Gibran Rakabuming turun langsung meninjau para korban terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada Jumat (25/9/2026), guna memastikan seluruh bantuan serta proses pemulihan pascabencana terdistribusi dengan baik. (Foto: Khazminang.id)

SOLOK - Penanganan darurat dan pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming mendatangi Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro di Solok pada Jumat (25/9/2026), untuk memantau langsung pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar seluruh tahapan penanggulangan dampak bencana dapat berjalan secara optimal di lapangan.

"Saya memahami kondisi ini berat bagi Bapak dan Ibu. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus berkoordinasi untuk melakukan langkah tanggap darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal di lapangan," ujar Wapres Gibran.

Gibran menegaskan bahwa keselamatan warga serta pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat merupakan prioritas utama dalam masa tanggap darurat ini. Ia meminta penanganan di lapangan mengutamakan kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penyandang disabilitas.

Selain keselamatan, perhatian Wapres juga tertuju pada kerugian materiil yang dialami warga, meliputi kerusakan rumah tinggal, lahan pertanian, hingga hilangnya hewan ternak. Ia menginstruksikan jajaran terkait untuk segera memvalidasi data kerusakan agar pemerintah dapat memberikan ganti rugi dan bantuan pemulihan secara tepat sasaran.

"Terkait rumah dan lahan pertanian milik warga yang mengalami kerusakan, saat ini sedang dilakukan pendataan. Segera sampaikan kepada petugas di lapangan terkait rumah, lahan pertanian, hewan ternak yang jadi imbas akibat bencana. Pemerintah pastikan untuk melakukan penggantian dan pemulihannya," kata Wapres.

Gibran juga merespons langsung keluhan seorang pengungsi yang kediamannya rusak total dan tidak bisa lagi dihuni. Wapres menjamin pemerintah bakal menindaklanjuti pendataan tersebut untuk merekonstruksi kembali rumah-rumah warga yang terdampak.

Masalah kependudukan juga tidak luput dari perhatian. Wapres meminta pemerintah daerah memfasilitasi penerbitan ulang dokumen penting warga yang hilang atau rusak terendam banjir, seperti Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

"Selain rumah, perlu ditindaklanjuti penanganan administrasi dokumen-dokumen, KK, KTP. Itu nanti Pak Bupati harus koordinir, ya," tutur Wapres.

Rangkaian peninjauan Wapres di Solok juga mencakup kunjungan ke Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok di Lapangan Kantor Bupati Solok untuk memberikan pengarahan langsung kepada jajaran pemerintah daerah setempat.

Tak hanya itu, Gibran berdialog langsung dengan masyarakat sembari melihat kondisi hunian yang diterjang material banjir di Desa Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang, yang saat ini masih dalam proses pembersihan.

Bencana banjir bandang ini sebelumnya dipicu oleh hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan Arosuka pada Senin (21/9) malam. Musibah tersebut merenggut dua korban jiwa, dan hingga kini proses penanganan darurat masih berlanjut.

Dalam kunjungan kerja ini, Wapres didampingi oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Kepala BNPB Suharyanto, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Barat dan Kabupaten Solok. (*)