logo
● Sasar Dua Kawasan Rawan Narkoba di Pekanbaru, Polisi Amankan Tiga Pria Positif M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Geledah Ruang Kepala BNPB, Bongkar Dugaan Aliran Dana Bencana Rp148 Miliar Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Terpuruk! Dolar AS Tembus Rp18.027, Terlemah di Penutupan Akhir Pekan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Viral Pajero Berpelat Dinas Kejaksaan di Pasar Minggu, Kejari Bengkalis Tegaskan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bantah Pajero Sport Miliknya, Suhardiman Amby Tantang Jaksa Tunjukkan STNK dan B Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polisi Bongkar Dugaan Peredaran 103 Gram Sabu di Rohil, Empat Orang Ditangkap Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bupati Bistamam Lantik Sarman Syahroni Jadi Sekda Rohil, Tekankan Profesionalism Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Bahan Baku Pisang Cokelat Naik, Pedagang di Pekanbaru Pilih Tahan Harga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, Kabut Asap Mulai Ganggu Aktivitas Warga
Kabut asap kembali menyelimuti Pekanbaru, Selasa (29/9/2026) yang berdampak pada kualitas udara jadi tidak sehat. (Foto: Kompas.com)
Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, Kabut Asap Mulai Ganggu Aktivitas Warga
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 29 September 2026 | 13:56:32

PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru kembali dihadapkan pada kondisi udara yang kurang bersahabat. Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan, Selasa (29/9/2026) bersamaan dengan meningkatnya konsentrasi partikel halus di udara.

Data pemantauan kualitas udara BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 87,1 µg/m³ pada pukul 10.00 WIB. Angka tersebut berada dalam kategori Tidak Sehat.

Kondisi ini membuat suasana di sejumlah ruas dan kawasan permukiman tampak berkabut. Pandangan ke arah kejauhan juga terlihat tidak sejernih biasanya.

iklan-view

Konsentrasi PM2.5 Meningkat
PM2.5 adalah partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan ketika terhirup.

Meningkatnya konsentrasi partikel halus menjadi perhatian ketika kabut asap kembali muncul di wilayah perkotaan. Kondisi udara seperti ini juga dapat membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan terasa kurang nyaman.

Pantauan BMKG pada hari yang sama juga menunjukkan kualitas udara Pekanbaru masih berada pada kategori Tidak Sehat.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan, terutama ketika kabut terlihat semakin pekat.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
Masyarakat diimbau membatasi kegiatan di ruang terbuka selama kualitas udara berada pada kategori Tidak Sehat. Penggunaan masker ketika berada di luar ruangan juga disarankan sebagai langkah perlindungan dari paparan partikel di udara.

Warga juga perlu mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari sumber resmi. Kondisi kabut asap dapat berubah mengikuti faktor cuaca, arah angin dan kondisi atmosfer.

BMKG dalam prakiraan periode 29 September hingga 1 Oktober 2026 menyebut Riau termasuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang. Perubahan cuaca tersebut dapat memengaruhi kondisi atmosfer dan kualitas udara di wilayah terdampak.

Untuk sementara, masyarakat Pekanbaru disarankan tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan kualitas udara. Kelompok yang lebih rentan terhadap polusi udara sebaiknya lebih berhati-hati ketika harus berada di luar ruangan. (bsh)

Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, Kabut Asap Mulai Ganggu Aktivitas Warga
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 29 September 2026 | 13:56:32
Udara Pekanbaru Kembali Tidak Sehat, Kabut Asap Mulai Ganggu Aktivitas Warga
Kabut asap kembali menyelimuti Pekanbaru, Selasa (29/9/2026) yang berdampak pada kualitas udara jadi tidak sehat. (Foto: Kompas.com)

PEKANBARU-Warga Kota Pekanbaru kembali dihadapkan pada kondisi udara yang kurang bersahabat. Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan, Selasa (29/9/2026) bersamaan dengan meningkatnya konsentrasi partikel halus di udara.

Data pemantauan kualitas udara BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru mencapai 87,1 µg/m³ pada pukul 10.00 WIB. Angka tersebut berada dalam kategori Tidak Sehat.

Kondisi ini membuat suasana di sejumlah ruas dan kawasan permukiman tampak berkabut. Pandangan ke arah kejauhan juga terlihat tidak sejernih biasanya.

Konsentrasi PM2.5 Meningkat
PM2.5 adalah partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan ketika terhirup.

Meningkatnya konsentrasi partikel halus menjadi perhatian ketika kabut asap kembali muncul di wilayah perkotaan. Kondisi udara seperti ini juga dapat membuat aktivitas masyarakat di luar ruangan terasa kurang nyaman.

Pantauan BMKG pada hari yang sama juga menunjukkan kualitas udara Pekanbaru masih berada pada kategori Tidak Sehat.

Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, kondisi tersebut perlu menjadi pertimbangan, terutama ketika kabut terlihat semakin pekat.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
Masyarakat diimbau membatasi kegiatan di ruang terbuka selama kualitas udara berada pada kategori Tidak Sehat. Penggunaan masker ketika berada di luar ruangan juga disarankan sebagai langkah perlindungan dari paparan partikel di udara.

Warga juga perlu mengikuti perkembangan informasi kualitas udara dari sumber resmi. Kondisi kabut asap dapat berubah mengikuti faktor cuaca, arah angin dan kondisi atmosfer.

BMKG dalam prakiraan periode 29 September hingga 1 Oktober 2026 menyebut Riau termasuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang. Perubahan cuaca tersebut dapat memengaruhi kondisi atmosfer dan kualitas udara di wilayah terdampak.

Untuk sementara, masyarakat Pekanbaru disarankan tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas dengan perkembangan kualitas udara. Kelompok yang lebih rentan terhadap polusi udara sebaiknya lebih berhati-hati ketika harus berada di luar ruangan. (bsh)