logo
● Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Peneliti Dirgantara 14 Negara Berkumpul di Yogyakarta, Bahas Masa Depan Roket hi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Konflik Yaman-Saudi Memanas, Rupiah Melemah ke Rp17.917 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Progres Pengaspalan Tembus 60 Persen, Fraksi Golkar Ingatkan Pemko Pekanbaru Jan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dugaan Penipuan Rp9,6 Miliar di Polda Riau, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Buka S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tak Terima Anak Sering Keluar Malam, Ayah di Rohul Tikam Anak Kandung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Empat Pengunjung Positif Narkoba, Polisi Amankan Pria Bawa Samurai Saat Razia TH Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / OLAHRAGA
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berakhir: Indonesia Tempati Posisi ke-16 dengan 39 Medali
Atlet tenis Meydiana Laviola Reinnamah membawa Merah Putih saat defile penutupan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Minggu (4/10/2026). Meydiana tampil mengenakan kebaya merah Prada Bali yang dipadukan dengan sarung Tenun Songket Bali (Foto: NOC Indonesia)
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berakhir: Indonesia Tempati Posisi ke-16 dengan 39 Medali
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 4 Oktober 2026 | 20:22:45

NAGOYA - Kontingen Indonesia menutup perjuangannya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan membawa pulang 39 medali. Hingga pesta olahraga terbesar di Asia itu resmi berakhir pada Minggu (4/10/2026), Merah Putih mengoleksi lima medali emas, 11 perak dan 23 perunggu.

Dengan raihan tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-16 klasemen akhir perolehan medali Asian Games 2026. Posisi itu berada di bawah Uni Emirat Arab dan Chinese Taipei, namun masih di atas Qatar, Filipina, Arab Saudi dan sejumlah negara Asia lainnya.

iklan-view

Indonesia mengirimkan 430 atlet yang tampil di 35 cabang olahraga. Capaian lima emas tersebut sekaligus melampaui target minimal empat medali emas yang dicanangkan pemerintah sebelum keberangkatan kontingen.

Lima emas Indonesia datang dari empat cabang olahraga. Bulu tangkis menjadi penyumbang dua emas melalui nomor beregu putra serta ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Emas dari nomor beregu putra diraih Jonatan Christie, Alwi Farhan, Zaki Ubaidillah, Muhamad Yusuf, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin dan Amri SyahnaWi. Indonesia meraih emas setelah bangkit dari ketertinggalan 0-2 menjadi kemenangan 3-2 di final.

Sementara emas kedua dari bulu tangkis dipersembahkan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pada nomor ganda putra. Mereka mengalahkan pasangan China, Liang Weikeng/Wang Chang, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 19-21, 21-13, 21-18.

Emas ketiga Indonesia datang dari Rahmat Erwin Abdullah di cabang angkat besi nomor 75 kilogram putra. Rahmat menjadi yang terbaik setelah mengalahkan pesaing dari Thailand dan Korea Utara. Prestasinya semakin istimewa karena ia mencatat rekor dunia dengan total angkatan 366 kilogram.

Dua emas lainnya lahir dari cabang yang menjadi sumber kejutan bagi Indonesia. Desak Made Rita Kusuma Dewi merebut emas nomor speed putri panjat tebing dengan catatan 6,062 detik sekaligus memecahkan rekor Asia. Ia menang sangat tipis, hanya unggul 0,002 detik atas wakil China, Deng Lijuan.

Sedangkan emas kelima dipersembahkan Nurisa Dian Ashrifah dari cabang panahan nomor compound individual putri. Nurisa mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137. Medali itu juga menjadi emas pertama Indonesia dari cabang panahan dalam sejarah Asian Games.

Selain lima emas, Indonesia membawa pulang 11 medali perak dari teqball, menembak, dayung, esports, bulu tangkis, selancar, sepak takraw, voli pantai dan padel.

Perak Indonesia masing-masing dipersembahkan Sumaya dari teqball tunggal putri; Sulthanul Aulia Maruf, Muhamad Iqbal Raia Prabowo dan Wira Sukmana dari menembak 10 meter air pistol beregu putra; Ali Mardiansyah/Rafiq Wijdan Yasir serta Memo, Ihram, Rendi Setia Maulana dan Febrian dari dayung.

Dua perak lainnya datang dari esports melalui tim Pokémon Unite dan Mobile Legends: Bang Bang. Bulu tangkis menyumbang satu perak lewat Amri SyahnaWi/Nita Violina Marwah di ganda campuran, sementara I Made Pajar Ariyana meraih perak selancar shortboard putra.

Indonesia juga mendapat perak dari tim sepak takraw kuadran putra, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Effendi dari voli pantai putra, serta Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini dari padel ganda putri.

Sementara itu, 23 medali perunggu Indonesia tersebar di sejumlah cabang olahraga. Bulu tangkis menjadi penyumbang terbanyak dengan tiga perunggu, disusul wushu yang menghasilkan lima perunggu dan sepak takraw dengan tiga perunggu.

Perunggu lainnya datang dari balap sepeda tiga medali, karate dua, serta masing-masing satu dari angkat besi, kano sprint, MMA, menembak, soft tennis, teqball dan padel.

Secara keseluruhan, bulu tangkis menjadi cabang olahraga dengan kontribusi medali terbanyak bagi Indonesia, yakni dua emas, satu perak dan tiga perunggu atau enam medali. Wushu menyumbang lima perunggu, sepak takraw empat medali, balap sepeda tiga perunggu, sementara angkat besi menghasilkan satu emas dan satu perunggu.

Meski berhasil melampaui target emas, capaian Indonesia di Aichi-Nagoya belum menyamai prestasi pada Asian Games 2022 di Hangzhou. Saat itu Indonesia finis di peringkat ke-13 dengan tujuh emas, 11 perak dan 18 perunggu atau total 36 medali.

Artinya, jumlah keseluruhan medali Indonesia pada 2026 justru bertambah tiga keping dibanding Hangzhou. Namun, jumlah emas turun dari tujuh menjadi lima dan posisi akhir juga merosot tiga tingkat dari peringkat ke-13 menjadi ke-16.

Di puncak klasemen, China kembali menjadi juara umum Asian Games 2026 dengan torehan luar biasa, yakni 169 emas, 89 perak dan 83 perunggu atau total 341 medali.

Tuan rumah Jepang berada di posisi kedua dengan 83 emas, 95 perak dan 91 perunggu atau 269 medali. Korea Selatan melengkapi tiga besar dengan 39 emas, 43 perak dan 68 perunggu atau total 150 medali.

Di kawasan Asia Tenggara, Thailand menjadi kontingen dengan posisi tertinggi, yakni peringkat ketujuh dengan 18 emas, 13 perak dan 21 perunggu. Malaysia berada di posisi ke-11 dengan sembilan emas, tujuh perak dan 16 perunggu. Indonesia menyusul di peringkat ke-16 dengan lima emas, 11 perak dan 23 perunggu.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sendiri resmi berakhir pada Minggu (4/10/2026), setelah berlangsung selama lebih dari dua pekan. Ajang edisi ke-20 tersebut mempertandingkan ratusan nomor dari puluhan cabang olahraga dengan China kembali mendominasi perolehan medali. (*)

Home / News
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berakhir: Indonesia Tempati Posisi ke-16 dengan 39 Medali
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 4 Oktober 2026 | 20:22:45
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 Berakhir: Indonesia Tempati Posisi ke-16 dengan 39 Medali
Atlet tenis Meydiana Laviola Reinnamah membawa Merah Putih saat defile penutupan Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Minggu (4/10/2026). Meydiana tampil mengenakan kebaya merah Prada Bali yang dipadukan dengan sarung Tenun Songket Bali (Foto: NOC Indonesia)

NAGOYA - Kontingen Indonesia menutup perjuangannya di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan membawa pulang 39 medali. Hingga pesta olahraga terbesar di Asia itu resmi berakhir pada Minggu (4/10/2026), Merah Putih mengoleksi lima medali emas, 11 perak dan 23 perunggu.

Dengan raihan tersebut, Indonesia menempati peringkat ke-16 klasemen akhir perolehan medali Asian Games 2026. Posisi itu berada di bawah Uni Emirat Arab dan Chinese Taipei, namun masih di atas Qatar, Filipina, Arab Saudi dan sejumlah negara Asia lainnya.

Indonesia mengirimkan 430 atlet yang tampil di 35 cabang olahraga. Capaian lima emas tersebut sekaligus melampaui target minimal empat medali emas yang dicanangkan pemerintah sebelum keberangkatan kontingen.

Lima emas Indonesia datang dari empat cabang olahraga. Bulu tangkis menjadi penyumbang dua emas melalui nomor beregu putra serta ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

Emas dari nomor beregu putra diraih Jonatan Christie, Alwi Farhan, Zaki Ubaidillah, Muhamad Yusuf, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, Nikolaus Joaquin dan Amri SyahnaWi. Indonesia meraih emas setelah bangkit dari ketertinggalan 0-2 menjadi kemenangan 3-2 di final.

Sementara emas kedua dari bulu tangkis dipersembahkan pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin pada nomor ganda putra. Mereka mengalahkan pasangan China, Liang Weikeng/Wang Chang, melalui pertarungan tiga gim dengan skor 19-21, 21-13, 21-18.

Emas ketiga Indonesia datang dari Rahmat Erwin Abdullah di cabang angkat besi nomor 75 kilogram putra. Rahmat menjadi yang terbaik setelah mengalahkan pesaing dari Thailand dan Korea Utara. Prestasinya semakin istimewa karena ia mencatat rekor dunia dengan total angkatan 366 kilogram.

Dua emas lainnya lahir dari cabang yang menjadi sumber kejutan bagi Indonesia. Desak Made Rita Kusuma Dewi merebut emas nomor speed putri panjat tebing dengan catatan 6,062 detik sekaligus memecahkan rekor Asia. Ia menang sangat tipis, hanya unggul 0,002 detik atas wakil China, Deng Lijuan.

Sedangkan emas kelima dipersembahkan Nurisa Dian Ashrifah dari cabang panahan nomor compound individual putri. Nurisa mengalahkan wakil Filipina Amaya Amparo Cojuangco dengan skor 139-137. Medali itu juga menjadi emas pertama Indonesia dari cabang panahan dalam sejarah Asian Games.

Selain lima emas, Indonesia membawa pulang 11 medali perak dari teqball, menembak, dayung, esports, bulu tangkis, selancar, sepak takraw, voli pantai dan padel.

Perak Indonesia masing-masing dipersembahkan Sumaya dari teqball tunggal putri; Sulthanul Aulia Maruf, Muhamad Iqbal Raia Prabowo dan Wira Sukmana dari menembak 10 meter air pistol beregu putra; Ali Mardiansyah/Rafiq Wijdan Yasir serta Memo, Ihram, Rendi Setia Maulana dan Febrian dari dayung.

Dua perak lainnya datang dari esports melalui tim Pokémon Unite dan Mobile Legends: Bang Bang. Bulu tangkis menyumbang satu perak lewat Amri SyahnaWi/Nita Violina Marwah di ganda campuran, sementara I Made Pajar Ariyana meraih perak selancar shortboard putra.

Indonesia juga mendapat perak dari tim sepak takraw kuadran putra, Bintang Akbar/Sofyan Rachman Effendi dari voli pantai putra, serta Fadona Kusumawati/Fitriani Sabatini dari padel ganda putri.

Sementara itu, 23 medali perunggu Indonesia tersebar di sejumlah cabang olahraga. Bulu tangkis menjadi penyumbang terbanyak dengan tiga perunggu, disusul wushu yang menghasilkan lima perunggu dan sepak takraw dengan tiga perunggu.

Perunggu lainnya datang dari balap sepeda tiga medali, karate dua, serta masing-masing satu dari angkat besi, kano sprint, MMA, menembak, soft tennis, teqball dan padel.

Secara keseluruhan, bulu tangkis menjadi cabang olahraga dengan kontribusi medali terbanyak bagi Indonesia, yakni dua emas, satu perak dan tiga perunggu atau enam medali. Wushu menyumbang lima perunggu, sepak takraw empat medali, balap sepeda tiga perunggu, sementara angkat besi menghasilkan satu emas dan satu perunggu.

Meski berhasil melampaui target emas, capaian Indonesia di Aichi-Nagoya belum menyamai prestasi pada Asian Games 2022 di Hangzhou. Saat itu Indonesia finis di peringkat ke-13 dengan tujuh emas, 11 perak dan 18 perunggu atau total 36 medali.

Artinya, jumlah keseluruhan medali Indonesia pada 2026 justru bertambah tiga keping dibanding Hangzhou. Namun, jumlah emas turun dari tujuh menjadi lima dan posisi akhir juga merosot tiga tingkat dari peringkat ke-13 menjadi ke-16.

Di puncak klasemen, China kembali menjadi juara umum Asian Games 2026 dengan torehan luar biasa, yakni 169 emas, 89 perak dan 83 perunggu atau total 341 medali.

Tuan rumah Jepang berada di posisi kedua dengan 83 emas, 95 perak dan 91 perunggu atau 269 medali. Korea Selatan melengkapi tiga besar dengan 39 emas, 43 perak dan 68 perunggu atau total 150 medali.

Di kawasan Asia Tenggara, Thailand menjadi kontingen dengan posisi tertinggi, yakni peringkat ketujuh dengan 18 emas, 13 perak dan 21 perunggu. Malaysia berada di posisi ke-11 dengan sembilan emas, tujuh perak dan 16 perunggu. Indonesia menyusul di peringkat ke-16 dengan lima emas, 11 perak dan 23 perunggu.

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 sendiri resmi berakhir pada Minggu (4/10/2026), setelah berlangsung selama lebih dari dua pekan. Ajang edisi ke-20 tersebut mempertandingkan ratusan nomor dari puluhan cabang olahraga dengan China kembali mendominasi perolehan medali. (*)