
PEKANBARU – Perjalanan panjang Lionel Messi bersama Timnas Argentina segera mencapai penghujung. Pelatih Lionel Scaloni mengaku sudah membayangkan betapa emosionalnya momen perpisahan dengan megabintang yang telah menjadi simbol kejayaan sepak bola Argentina tersebut.
Messi dijadwalkan menjalani pertandingan terakhirnya bersama La Albiceleste saat menghadapi Benin dalam laga persahabatan di Estadio Monumental, Buenos Aires, Selasa (6/10/2026) waktu setempat.
Besarnya antusiasme masyarakat Argentina untuk menyaksikan laga perpisahan itu membuat Scaloni melontarkan pernyataan yang menggambarkan betapa istimewanya sosok Messi bagi publik sepak bola negaranya.
"Jika ada lima Stadion Monumental, semuanya akan penuh," ujar Scaloni, seperti dikutip beIN SPORTS, Minggu (4/10/2026).
Scaloni memperkirakan pertandingan tersebut akan menjadi momen yang sulit dilupakan, bukan hanya bagi Messi, tetapi juga rekan-rekan setim dan seluruh pendukung Argentina.
Menurutnya, pengaruh Messi jauh melampaui kontribusi di atas lapangan. Kehadirannya mampu memberikan inspirasi kepada rekan setim, lawan, hingga jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Messi sebelumnya telah mengumumkan keputusan pensiun dari tim nasional setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Kekalahan melalui perpanjangan waktu itu menjadi penutup perjalanan sang kapten di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri pengabdian lebih dari dua dekade pemain berjuluk La Pulga itu bersama Argentina.
Warisan Besar Sang Kapten
Messi akan meninggalkan tim nasional dengan catatan yang sulit ditandingi. Ia tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah Argentina, yakni 208 pertandingan, serta pencetak gol terbanyak dengan koleksi 125 gol.
Puncak perjalanan internasionalnya terjadi ketika membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Sebelumnya, ia juga mengantarkan negaranya menjadi runner-up Piala Dunia 2014 dan kembali mencapai final pada edisi 2026.
Di level individu, Messi menjadi satu-satunya pemain yang pernah tampil sebagai starter dalam tiga final Piala Dunia. Ia juga mengoleksi 33 kontribusi gol sepanjang sejarah turnamen tersebut, terdiri dari 21 gol dan 12 assist.
Kepergiannya tentu meninggalkan ruang besar yang tidak mudah diisi. Namun, Argentina mulai mempersiapkan generasi penerus dengan munculnya sejumlah pemain muda seperti Nico Paz dan Franco Mastantuono.
Gelandang Enzo Fernandez menilai keberlanjutan proyek yang dibangun Scaloni menjadi kunci agar Argentina tetap kompetitif setelah kehilangan Messi.
Kini, pertandingan melawan Benin bukan sekadar laga persahabatan. Lebih dari itu, Estadio Monumental akan menjadi saksi penutup perjalanan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia bersama negaranya.
Argentina mungkin akan kehilangan kapten sekaligus pencetak gol terbaiknya. Namun, warisan Messi akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah La Albiceleste. (*)




PEKANBARU – Perjalanan panjang Lionel Messi bersama Timnas Argentina segera mencapai penghujung. Pelatih Lionel Scaloni mengaku sudah membayangkan betapa emosionalnya momen perpisahan dengan megabintang yang telah menjadi simbol kejayaan sepak bola Argentina tersebut.
Messi dijadwalkan menjalani pertandingan terakhirnya bersama La Albiceleste saat menghadapi Benin dalam laga persahabatan di Estadio Monumental, Buenos Aires, Selasa (6/10/2026) waktu setempat.
Besarnya antusiasme masyarakat Argentina untuk menyaksikan laga perpisahan itu membuat Scaloni melontarkan pernyataan yang menggambarkan betapa istimewanya sosok Messi bagi publik sepak bola negaranya.
"Jika ada lima Stadion Monumental, semuanya akan penuh," ujar Scaloni, seperti dikutip beIN SPORTS, Minggu (4/10/2026).
Scaloni memperkirakan pertandingan tersebut akan menjadi momen yang sulit dilupakan, bukan hanya bagi Messi, tetapi juga rekan-rekan setim dan seluruh pendukung Argentina.
Menurutnya, pengaruh Messi jauh melampaui kontribusi di atas lapangan. Kehadirannya mampu memberikan inspirasi kepada rekan setim, lawan, hingga jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Messi sebelumnya telah mengumumkan keputusan pensiun dari tim nasional setelah Argentina kalah dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026. Kekalahan melalui perpanjangan waktu itu menjadi penutup perjalanan sang kapten di turnamen sepak bola terbesar dunia.
Keputusan tersebut sekaligus mengakhiri pengabdian lebih dari dua dekade pemain berjuluk La Pulga itu bersama Argentina.
Warisan Besar Sang Kapten
Messi akan meninggalkan tim nasional dengan catatan yang sulit ditandingi. Ia tercatat sebagai pemain dengan penampilan terbanyak sepanjang sejarah Argentina, yakni 208 pertandingan, serta pencetak gol terbanyak dengan koleksi 125 gol.
Puncak perjalanan internasionalnya terjadi ketika membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar. Sebelumnya, ia juga mengantarkan negaranya menjadi runner-up Piala Dunia 2014 dan kembali mencapai final pada edisi 2026.
Di level individu, Messi menjadi satu-satunya pemain yang pernah tampil sebagai starter dalam tiga final Piala Dunia. Ia juga mengoleksi 33 kontribusi gol sepanjang sejarah turnamen tersebut, terdiri dari 21 gol dan 12 assist.
Kepergiannya tentu meninggalkan ruang besar yang tidak mudah diisi. Namun, Argentina mulai mempersiapkan generasi penerus dengan munculnya sejumlah pemain muda seperti Nico Paz dan Franco Mastantuono.
Gelandang Enzo Fernandez menilai keberlanjutan proyek yang dibangun Scaloni menjadi kunci agar Argentina tetap kompetitif setelah kehilangan Messi.
Kini, pertandingan melawan Benin bukan sekadar laga persahabatan. Lebih dari itu, Estadio Monumental akan menjadi saksi penutup perjalanan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola dunia bersama negaranya.
Argentina mungkin akan kehilangan kapten sekaligus pencetak gol terbaiknya. Namun, warisan Messi akan tetap menjadi bagian penting dari sejarah La Albiceleste. (*)