logo
● Ahli Ekonomi :Program MBG Gerakkan Ekonomi Desa dan Buka Lapangan Pekerjaan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● KPK Telusuri Kasus Dana Bencana Rp148 Miliar, Dua Anggota TNI Jadi Perhatian Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Kembali Tersungkur di Atas Rp18.000, Sentimen Global Membayangi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Selundupkan Narkoba, Kapal Tanker Mongolia Diamankan di Belawan, 8 Orang Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● El Niño Pengaruhi Jadwal Musim Hujan, BMKG Minta Warga Bersiap Hadapi Cuaca Ekst Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antisipasi Dampak Kabut Asap, Sekdaprov Riau Tinjau Posko Kesehatan dan Rumah Ok Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● AKP Zulhendra Resmi Jabat Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol Shilton ke Polresta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Antrean Solar Picu Kemacetan di Pekanbaru, Dishub Peringatkan Pengelola SPBU Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, SMPN 1 Terapkan PJJ dan Beri Tugas Siswa
Guru SMPN 1 Kota Pekanbaru memberikan tugas ke siswa saat PJJ yang diterapkan Pemko Pekanbaru akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Bertuah. (foto:Wahyu Falatatehan / PekanbaruTv.com)
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, SMPN 1 Terapkan PJJ dan Beri Tugas Siswa
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 6 Oktober 2026 | 15:43:17

PEKANBARU-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa mulai tingkat PAUD hingga SMA.

Kebijakan PJJ tersebut diterapkan selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu (6-7 Oktober 2026).

Penerapan PJJ juga dilakukan di SMPN 1 Pekanbaru yang berada di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kecamatan Rintis.

iklan-view

Kepala SMPN 1 Pekanbaru, Raja Izda Chairani, mengatakan pelaksanaan PJJ di sekolahnya dilakukan sesuai program yang telah disiapkan.

Selama PJJ berlangsung, para guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dari rumah.

"Di SMP 1, PJJ dilaksanakan sesuai dengan program yang telah kami programkan, di mana guru-guru memberikan tugas kepada anak-anak," kata Izda, Selasa (6/10/2026).

Meski demikian, tugas yang diberikan kepada siswa kali ini tidak sebanyak saat penerapan PJJ sebelumnya.

Menurut Izda, jumlah tugas disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku saat ini sehingga siswa tidak terbebani selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

Hingga hari pertama pelaksanaan PJJ, pihak sekolah belum menemukan kendala berarti dalam proses pembelajaran.

Namun, seluruh tugas yang diberikan tetap akan diperiksa dan ditagih kepada siswa ketika kegiatan belajar tatap muka kembali dilaksanakan.

"Hanya nanti saat anak-anak masuk ke dalam kelas, mereka akan ditagih tugas-tugasnya karena tugas ini sifatnya mengikat," tegas Izda.

Penerapan PJJ ini dilakukan sebagai langkah untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru akibat kabut asap karhutla.(*) 

Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, SMPN 1 Terapkan PJJ dan Beri Tugas Siswa
Editor: Ridho Haztil | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 6 Oktober 2026 | 15:43:17
Kabut Asap Selimuti Pekanbaru, SMPN 1 Terapkan PJJ dan Beri Tugas Siswa
Guru SMPN 1 Kota Pekanbaru memberikan tugas ke siswa saat PJJ yang diterapkan Pemko Pekanbaru akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti Kota Bertuah. (foto:Wahyu Falatatehan / PekanbaruTv.com)

PEKANBARU-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa mulai tingkat PAUD hingga SMA.

Kebijakan PJJ tersebut diterapkan selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu (6-7 Oktober 2026).

Penerapan PJJ juga dilakukan di SMPN 1 Pekanbaru yang berada di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kecamatan Rintis.

Kepala SMPN 1 Pekanbaru, Raja Izda Chairani, mengatakan pelaksanaan PJJ di sekolahnya dilakukan sesuai program yang telah disiapkan.

Selama PJJ berlangsung, para guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dari rumah.

"Di SMP 1, PJJ dilaksanakan sesuai dengan program yang telah kami programkan, di mana guru-guru memberikan tugas kepada anak-anak," kata Izda, Selasa (6/10/2026).

Meski demikian, tugas yang diberikan kepada siswa kali ini tidak sebanyak saat penerapan PJJ sebelumnya.

Menurut Izda, jumlah tugas disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku saat ini sehingga siswa tidak terbebani selama mengikuti pembelajaran dari rumah.

Hingga hari pertama pelaksanaan PJJ, pihak sekolah belum menemukan kendala berarti dalam proses pembelajaran.

Namun, seluruh tugas yang diberikan tetap akan diperiksa dan ditagih kepada siswa ketika kegiatan belajar tatap muka kembali dilaksanakan.

"Hanya nanti saat anak-anak masuk ke dalam kelas, mereka akan ditagih tugas-tugasnya karena tugas ini sifatnya mengikat," tegas Izda.

Penerapan PJJ ini dilakukan sebagai langkah untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru akibat kabut asap karhutla.(*)