
PEKANBARU-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa mulai tingkat PAUD hingga SMA.
Kebijakan PJJ tersebut diterapkan selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu (6-7 Oktober 2026).
Penerapan PJJ juga dilakukan di SMPN 1 Pekanbaru yang berada di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kecamatan Rintis.

Kepala SMPN 1 Pekanbaru, Raja Izda Chairani, mengatakan pelaksanaan PJJ di sekolahnya dilakukan sesuai program yang telah disiapkan.
Selama PJJ berlangsung, para guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dari rumah.
"Di SMP 1, PJJ dilaksanakan sesuai dengan program yang telah kami programkan, di mana guru-guru memberikan tugas kepada anak-anak," kata Izda, Selasa (6/10/2026).
Meski demikian, tugas yang diberikan kepada siswa kali ini tidak sebanyak saat penerapan PJJ sebelumnya.
Menurut Izda, jumlah tugas disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku saat ini sehingga siswa tidak terbebani selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
Hingga hari pertama pelaksanaan PJJ, pihak sekolah belum menemukan kendala berarti dalam proses pembelajaran.
Namun, seluruh tugas yang diberikan tetap akan diperiksa dan ditagih kepada siswa ketika kegiatan belajar tatap muka kembali dilaksanakan.
"Hanya nanti saat anak-anak masuk ke dalam kelas, mereka akan ditagih tugas-tugasnya karena tugas ini sifatnya mengikat," tegas Izda.
Penerapan PJJ ini dilakukan sebagai langkah untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru akibat kabut asap karhutla.(*)







PEKANBARU-Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Pekanbaru. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota Pekanbaru menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi siswa mulai tingkat PAUD hingga SMA.
Kebijakan PJJ tersebut diterapkan selama dua hari, yakni Selasa hingga Rabu (6-7 Oktober 2026).
Penerapan PJJ juga dilakukan di SMPN 1 Pekanbaru yang berada di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kecamatan Rintis.
Kepala SMPN 1 Pekanbaru, Raja Izda Chairani, mengatakan pelaksanaan PJJ di sekolahnya dilakukan sesuai program yang telah disiapkan.
Selama PJJ berlangsung, para guru memberikan tugas kepada siswa untuk dikerjakan dari rumah.
"Di SMP 1, PJJ dilaksanakan sesuai dengan program yang telah kami programkan, di mana guru-guru memberikan tugas kepada anak-anak," kata Izda, Selasa (6/10/2026).
Meski demikian, tugas yang diberikan kepada siswa kali ini tidak sebanyak saat penerapan PJJ sebelumnya.
Menurut Izda, jumlah tugas disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku saat ini sehingga siswa tidak terbebani selama mengikuti pembelajaran dari rumah.
Hingga hari pertama pelaksanaan PJJ, pihak sekolah belum menemukan kendala berarti dalam proses pembelajaran.
Namun, seluruh tugas yang diberikan tetap akan diperiksa dan ditagih kepada siswa ketika kegiatan belajar tatap muka kembali dilaksanakan.
"Hanya nanti saat anak-anak masuk ke dalam kelas, mereka akan ditagih tugas-tugasnya karena tugas ini sifatnya mengikat," tegas Izda.
Penerapan PJJ ini dilakukan sebagai langkah untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru akibat kabut asap karhutla.(*)