
PANAMA CITY - Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Panama pada Jumat (9/10/2026) memicu kerusakan di berbagai wilayah. Hingga Sabtu (10/10), sedikitnya 27 orang dilaporkan terluka, sementara ratusan rumah, sekolah, jembatan, gereja, hotel, dan fasilitas publik mengalami kerusakan.
Pemerintah Panama seperti dikutip dari kantor berita Xinhua, menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana, pemulihan infrastruktur, serta bantuan bagi masyarakat terdampak. Meski kerusakan tersebar luas, otoritas belum melaporkan korban jiwa maupun orang hilang akibat rangkaian gempa tersebut. Associated Press melaporkan kerusakan terjadi di seluruh 10 provinsi Panama dan dua wilayah masyarakat adat.

Data awal pemerintah mencatat sekitar 426 rumah mengalami kerusakan, mulai dari kerusakan ringan hingga hancur total. Sebanyak 2.130 warga tinggal di rumah-rumah yang terdampak tersebut. Selain itu, sedikitnya 419 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan, sehingga pemerintah masih mengevaluasi kondisi bangunan dan menentukan wilayah yang dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Dampak gempa juga menyasar infrastruktur transportasi. Sembilan jembatan dilaporkan terdampak, sementara sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan dan longsor hingga memutus akses ke beberapa komunitas. Di wilayah Tonosí, tim Kementerian Pekerjaan Umum dikerahkan untuk memperbaiki akses jalan agar dapat kembali dilalui, setidaknya oleh kendaraan ringan.
Kerusakan turut terjadi pada tujuh hotel dan sedikitnya 13 gereja. Di La Villa de Los Santos, sebuah gereja bersejarah bernama San Atanasio dilaporkan runtuh. Sementara itu, di Penonomé, bagian menara Katedral San Juan Bautista ambruk dan bangunan hotel mengalami kerusakan serius.
Layanan Air Bersih Terganggu
Salah satu dampak penting gempa adalah terganggunya layanan air bersih. Sejumlah instalasi pengolahan air mengalami gangguan akibat pemadaman listrik dan kerusakan fasilitas. Di Panama City, salah satu instalasi pengolahan air yang memasok kebutuhan warga hanya mampu beroperasi sekitar 20 persen dari kapasitas normal pada Sabtu.
Fasilitas kesehatan juga terdampak. Rumah sakit di Tonosí dan Pedasí dilaporkan mengalami kerusakan ringan, sedangkan tenda-tenda darurat dengan tempat tidur tambahan disiapkan di enam rumah sakit untuk mendukung penanganan keadaan darurat.
Di ibu kota, empat gedung apartemen dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Sebagian warga memilih tetap berada di luar bangunan karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan.
Badan seismologi mencatat lebih dari 100 gempa susulan setelah gempa utama. Rangkaian guncangan itu mencakup gempa bermagnitudo 6,6 yang terjadi pada hari yang sama dengan gempa utama bermagnitudo 7,7.
Pusat gempa utama berada di dekat Pitaloza Arriba, Provinsi Herrera, di bagian tengah Panama. Guncangan kuat terasa hingga Panama City dan sejumlah wilayah lain, memicu evakuasi gedung perkantoran serta penghentian sementara beberapa layanan publik.
Bandara Sempat Ditutup
Bandara Internasional Tocumen di Panama City sempat menghentikan operasional setelah gempa untuk memungkinkan evakuasi dan pemeriksaan keselamatan. Penerbangan kembali dilayani beberapa jam kemudian setelah pemeriksaan awal tidak menemukan kerusakan yang menghalangi operasional. Meski demikian, sejumlah penumpang terdampak pembatalan dan penundaan penerbangan lanjutan.
Berbeda dengan gangguan pada sejumlah fasilitas publik, operasional Terusan Panama tetap berjalan normal. Otoritas terusan mengaktifkan prosedur darurat dan mengerahkan tim teknis untuk memeriksa fasilitas, dengan prioritas keselamatan pekerja, kapal, dan awak.
Pemerintah juga melakukan evakuasi terhadap sekitar 300 warga di Isla Caña, wilayah pesisir Provinsi Los Santos, karena kenaikan permukaan air laut dan gelombang yang memburuk. Sementara itu, beberapa komunitas masih terisolasi akibat kerusakan jalan dan longsor.
Presiden Panama José Raúl Mulino sebelumnya memerintahkan mobilisasi personel dan sumber daya untuk menangani dampak gempa. Penetapan status darurat nasional kemudian membuka jalan bagi percepatan penyaluran bantuan dan pemulihan wilayah terdampak.
Pemerintah menyatakan proses pendataan kerusakan dan pemeriksaan keselamatan masih berlangsung. Karena itu, jumlah bangunan rusak maupun kebutuhan bantuan dapat berubah seiring masuknya laporan dari berbagai daerah.
Panama berada di kawasan Cincin Api Pasifik, jalur aktivitas tektonik dan vulkanik yang membentang mengelilingi Samudra Pasifik. Interaksi sejumlah lempeng tektonik menjadikan sebagian wilayah negara tersebut rawan mengalami gempa bumi.
Besarnya kerusakan kali ini membuat pemulihan rumah warga, sekolah, jaringan air bersih, dan akses transportasi menjadi prioritas. Di tengah belum adanya laporan korban jiwa, pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan keselamatan masyarakat dan memulihkan layanan dasar di wilayah terdampak. (*)







PANAMA CITY - Gempa bumi dahsyat bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Panama pada Jumat (9/10/2026) memicu kerusakan di berbagai wilayah. Hingga Sabtu (10/10), sedikitnya 27 orang dilaporkan terluka, sementara ratusan rumah, sekolah, jembatan, gereja, hotel, dan fasilitas publik mengalami kerusakan.
Pemerintah Panama seperti dikutip dari kantor berita Xinhua, menetapkan status darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana, pemulihan infrastruktur, serta bantuan bagi masyarakat terdampak. Meski kerusakan tersebar luas, otoritas belum melaporkan korban jiwa maupun orang hilang akibat rangkaian gempa tersebut. Associated Press melaporkan kerusakan terjadi di seluruh 10 provinsi Panama dan dua wilayah masyarakat adat.
Data awal pemerintah mencatat sekitar 426 rumah mengalami kerusakan, mulai dari kerusakan ringan hingga hancur total. Sebanyak 2.130 warga tinggal di rumah-rumah yang terdampak tersebut. Selain itu, sedikitnya 419 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan, sehingga pemerintah masih mengevaluasi kondisi bangunan dan menentukan wilayah yang dapat kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Dampak gempa juga menyasar infrastruktur transportasi. Sembilan jembatan dilaporkan terdampak, sementara sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan dan longsor hingga memutus akses ke beberapa komunitas. Di wilayah Tonosí, tim Kementerian Pekerjaan Umum dikerahkan untuk memperbaiki akses jalan agar dapat kembali dilalui, setidaknya oleh kendaraan ringan.
Kerusakan turut terjadi pada tujuh hotel dan sedikitnya 13 gereja. Di La Villa de Los Santos, sebuah gereja bersejarah bernama San Atanasio dilaporkan runtuh. Sementara itu, di Penonomé, bagian menara Katedral San Juan Bautista ambruk dan bangunan hotel mengalami kerusakan serius.
Layanan Air Bersih Terganggu
Salah satu dampak penting gempa adalah terganggunya layanan air bersih. Sejumlah instalasi pengolahan air mengalami gangguan akibat pemadaman listrik dan kerusakan fasilitas. Di Panama City, salah satu instalasi pengolahan air yang memasok kebutuhan warga hanya mampu beroperasi sekitar 20 persen dari kapasitas normal pada Sabtu.
Fasilitas kesehatan juga terdampak. Rumah sakit di Tonosí dan Pedasí dilaporkan mengalami kerusakan ringan, sedangkan tenda-tenda darurat dengan tempat tidur tambahan disiapkan di enam rumah sakit untuk mendukung penanganan keadaan darurat.
Di ibu kota, empat gedung apartemen dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Sebagian warga memilih tetap berada di luar bangunan karena khawatir terhadap kemungkinan gempa susulan.
Badan seismologi mencatat lebih dari 100 gempa susulan setelah gempa utama. Rangkaian guncangan itu mencakup gempa bermagnitudo 6,6 yang terjadi pada hari yang sama dengan gempa utama bermagnitudo 7,7.
Pusat gempa utama berada di dekat Pitaloza Arriba, Provinsi Herrera, di bagian tengah Panama. Guncangan kuat terasa hingga Panama City dan sejumlah wilayah lain, memicu evakuasi gedung perkantoran serta penghentian sementara beberapa layanan publik.
Bandara Sempat Ditutup
Bandara Internasional Tocumen di Panama City sempat menghentikan operasional setelah gempa untuk memungkinkan evakuasi dan pemeriksaan keselamatan. Penerbangan kembali dilayani beberapa jam kemudian setelah pemeriksaan awal tidak menemukan kerusakan yang menghalangi operasional. Meski demikian, sejumlah penumpang terdampak pembatalan dan penundaan penerbangan lanjutan.
Berbeda dengan gangguan pada sejumlah fasilitas publik, operasional Terusan Panama tetap berjalan normal. Otoritas terusan mengaktifkan prosedur darurat dan mengerahkan tim teknis untuk memeriksa fasilitas, dengan prioritas keselamatan pekerja, kapal, dan awak.
Pemerintah juga melakukan evakuasi terhadap sekitar 300 warga di Isla Caña, wilayah pesisir Provinsi Los Santos, karena kenaikan permukaan air laut dan gelombang yang memburuk. Sementara itu, beberapa komunitas masih terisolasi akibat kerusakan jalan dan longsor.
Presiden Panama José Raúl Mulino sebelumnya memerintahkan mobilisasi personel dan sumber daya untuk menangani dampak gempa. Penetapan status darurat nasional kemudian membuka jalan bagi percepatan penyaluran bantuan dan pemulihan wilayah terdampak.
Pemerintah menyatakan proses pendataan kerusakan dan pemeriksaan keselamatan masih berlangsung. Karena itu, jumlah bangunan rusak maupun kebutuhan bantuan dapat berubah seiring masuknya laporan dari berbagai daerah.
Panama berada di kawasan Cincin Api Pasifik, jalur aktivitas tektonik dan vulkanik yang membentang mengelilingi Samudra Pasifik. Interaksi sejumlah lempeng tektonik menjadikan sebagian wilayah negara tersebut rawan mengalami gempa bumi.
Besarnya kerusakan kali ini membuat pemulihan rumah warga, sekolah, jaringan air bersih, dan akses transportasi menjadi prioritas. Di tengah belum adanya laporan korban jiwa, pemerintah masih menghadapi pekerjaan besar untuk memastikan keselamatan masyarakat dan memulihkan layanan dasar di wilayah terdampak. (*)