
PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kota Pekanbaru berpotensi mengalami hujan ringan pada Selasa. Kondisi cuaca tersebut juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah lain di Sumatera.
“Potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, serta Bengkulu,” ujar Prakirawan BMKG Yuyun dalam siaran prakiraan cuaca yang diikuti dari Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Sementara itu, kondisi udara kabur berpotensi menyelimuti Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, dan Pangkal Pinang. Adapun Bandar Lampung berisiko mengalami kondisi berasap atau berkabut.

Di wilayah Pulau Jawa, cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Sementara itu, udara kabur berpotensi terjadi di Yogyakarta, Mataram, dan Kupang.
Bergeser ke Kalimantan, hujan ringan diprediksi turun di Pontianak, Tanjung Selor, dan Samarinda. Adapun Palangkaraya dan Banjarmasin berpotensi mengalami kondisi berasap atau berkabut.
Wilayah Sulawesi juga menunjukkan variasi cuaca. Hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju, sedangkan udara kabur diprakirakan melanda Palu, Gorontalo, Manado, dan Makassar.
Sementara itu, di kawasan timur Indonesia, hujan ringan berpotensi terjadi di Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya. Kota Ternate diprakirakan berawan, sedangkan Ambon, Sorong, Manokwari, dan Merauke berpotensi mengalami udara kabur.
Diansir dari antaranews menyebutkn, selain prakiraan cuaca, BMKG turut memantau keberadaan Siklon Tropis Champi yang terpantau di Laut Filipina, sebelah timur Filipina. Sistem tersebut memiliki tekanan udara di pusat sebesar 935 hektopascal, dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat mencapai 50 meter per detik atau setara 100 knot.
Keberadaan siklon tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan Indonesia, berupa gelombang laut kategori sedang. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Papua, hingga Samudra Pasifik utara Papua.
BMKG juga memantau sirkulasi siklonik di Laut Andaman, perairan utara Kalimantan Barat, dan Laut China Selatan. Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Di sisi lain, masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter.
Ancaman gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
Masyarakat di Pekanbaru dan wilayah Riau diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca resmi BMKG, terutama apabila hendak melakukan aktivitas di luar ruangan atau bepergian di tengah perubahan kondisi cuaca. (*)







PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan Kota Pekanbaru berpotensi mengalami hujan ringan pada Selasa. Kondisi cuaca tersebut juga diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah lain di Sumatera.
“Potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, serta Bengkulu,” ujar Prakirawan BMKG Yuyun dalam siaran prakiraan cuaca yang diikuti dari Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Sementara itu, kondisi udara kabur berpotensi menyelimuti Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, dan Pangkal Pinang. Adapun Bandar Lampung berisiko mengalami kondisi berasap atau berkabut.
Di wilayah Pulau Jawa, cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Jakarta, Serang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Denpasar. Sementara itu, udara kabur berpotensi terjadi di Yogyakarta, Mataram, dan Kupang.
Bergeser ke Kalimantan, hujan ringan diprediksi turun di Pontianak, Tanjung Selor, dan Samarinda. Adapun Palangkaraya dan Banjarmasin berpotensi mengalami kondisi berasap atau berkabut.
Wilayah Sulawesi juga menunjukkan variasi cuaca. Hujan ringan berpotensi terjadi di Mamuju, sedangkan udara kabur diprakirakan melanda Palu, Gorontalo, Manado, dan Makassar.
Sementara itu, di kawasan timur Indonesia, hujan ringan berpotensi terjadi di Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya. Kota Ternate diprakirakan berawan, sedangkan Ambon, Sorong, Manokwari, dan Merauke berpotensi mengalami udara kabur.
Diansir dari antaranews menyebutkn, selain prakiraan cuaca, BMKG turut memantau keberadaan Siklon Tropis Champi yang terpantau di Laut Filipina, sebelah timur Filipina. Sistem tersebut memiliki tekanan udara di pusat sebesar 935 hektopascal, dengan kecepatan angin maksimum di sekitar pusat mencapai 50 meter per detik atau setara 100 knot.
Keberadaan siklon tersebut memberikan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan Indonesia, berupa gelombang laut kategori sedang. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi perairan Kepulauan Talaud, Laut Maluku, perairan utara Papua, hingga Samudra Pasifik utara Papua.
BMKG juga memantau sirkulasi siklonik di Laut Andaman, perairan utara Kalimantan Barat, dan Laut China Selatan. Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah sekitarnya.
Di sisi lain, masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter.
Ancaman gelombang tinggi tersebut berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai hingga Lampung, Samudra Hindia selatan Banten hingga Nusa Tenggara Timur, Laut Maluku, serta Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua Barat Daya.
Masyarakat di Pekanbaru dan wilayah Riau diimbau tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca resmi BMKG, terutama apabila hendak melakukan aktivitas di luar ruangan atau bepergian di tengah perubahan kondisi cuaca. (*)