logo
● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Sita 2,1 Kg Sabu dan 284 Catridge Etomidate di Pekanbaru, Dua DPO Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pansel KPU 2027–2032 Segera Diumumkan, DPR Tekankan Integritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Residivis Narkoba Ditangkap di Pekanbaru, Polisi Sita 10 Paket Sabu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Riau Nihil Penanganan Karhutla, Personel Satgas BNPB Tetap Siaga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Presiden Prabowo Soroti Keterlibatan Perusahaan Asing dalam Kasus Kebakaran Huta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Prabowo Ancam Cabut Izin Korporasi Pelanggar Aturan Kebakaran Hutan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Bau Gas Bikin Resah Warga Pekanbaru, DLHK Periksa Sejumlah Perusahaan tapi Sumbernya Misterius
DLHK melakukan pengecekan dan penelusuran mengenai bau menyengat yang dikeluhkan warga Kota Pekanbaru sejak Selasa, (20/10) malam. Foto: DLHK Kota Pekanbaru
Bau Gas Bikin Resah Warga Pekanbaru, DLHK Periksa Sejumlah Perusahaan tapi Sumbernya Misterius
Editor: Ridho Haztil | Penulis: Abdul Haris
Rubrik: lingkungan | 22 Oktober 2026 | 16:22:25

PEKANBARU-Aroma menyengat yang menyerupai bau gas dan limbah masih menyisakan tanda tanya bagi warga Kota Pekanbaru. Meski keluhan masyarakat telah bermunculan sejak Selasa malam (20/10/2026), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru hingga kini belum berhasil memastikan sumber bau tersebut.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat, terlebih sejumlah kawasan dilaporkan turut terdampak di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Kota Bertuah.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah badan usaha yang diduga berpotensi menjadi sumber aroma tidak sedap tersebut.

iklan-view

Pemeriksaan dilakukan di antaranya ke PLTU Tenayan Raya, Medco PLTGU Tenayan Raya, hingga EMP Teluk Lembu. Namun, berdasarkan hasil pengecekan yang disampaikan DLHK, tidak ditemukan indikasi kebocoran gas maupun instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Tidak ada ditemukan kebocoran gas dan kebocoran IPAL. DLHK Kota Pekanbaru juga sudah mengecek langsung ke wilayah-wilayah perbatasan yang dilaporkan warga,” ujar Reza saat diwawancarai Pekanbaru TV melalui WhatsApp, Kamis (22/10/2026).

Tak hanya melakukan pemeriksaan di sejumlah perusahaan, DLHK Pekanbaru juga berkoordinasi dengan instansi lingkungan hidup di wilayah sekitar untuk menelusuri kemungkinan sumber bau yang dikeluhkan masyarakat.

Menurut Reza, koordinasi dengan DLHK Kabupaten Kampar tidak menghasilkan laporan serupa. Pengecekan informasi dari wilayah Kerinci juga tidak menunjukkan adanya indikasi kebocoran.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala DLHK Kampar, tak ada laporan tentang munculnya aroma gas atau limbah. Begitu juga dengan di wilayah Kerinci, tak ada kebocoran, artinya normal seperti biasa,” jelasnya.

Meski hasil pemeriksaan sementara belum menemukan indikasi kebocoran, sumber aroma menyengat yang dikeluhkan warga masih belum diketahui secara pasti.

Situasi tersebut membuat penelusuran lebih lanjut menjadi penting agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai penyebab bau yang sempat tercium di berbagai kawasan Kota Pekanbaru.

Warga Mengeluh, Bau Tercium di Sejumlah Kawasan

Sebelumnya, sejumlah warga melaporkan aroma tidak sedap yang menyerupai bau limbah dan gas sejak Selasa malam (20/10/2026).

Muhammad Arif, warga Kecamatan Tuah Madani, kawasan Panam, mengaku mencium bau busuk yang mengganggu aktivitasnya. Ia pun mempertanyakan asal aroma tersebut karena belum mengetahui sumbernya.

“Aromanya kayak bau busuk, limbah gitu. Kita warga bertanya-tanya, ini bau apa,” kata Arif dalam wawancara dengan Pekanbaru TV.

Arif berharap pemerintah segera mengungkap penyebab munculnya aroma tersebut. Menurutnya, kondisi udara yang telah terganggu kabut asap membuat bau menyengat itu semakin menambah ketidaknyamanan warga.

“Ya, kita minta cepat ditelusuri, soalnya kan mengganggu ini, ditambah kabut asap,” ujarnya.

Keluhan mengenai bau tersebut dilaporkan muncul di sejumlah titik, mulai dari Jalan HR Soebrantas, Cipta Karya, Garuda Sakti, Arengka, Simpang Tiga, Tuanku Tambusai, Harapan Raya, hingga Kecamatan Sukajadi.

DLHK Minta Warga Tidak Panik

Di tengah keluhan yang berkembang, Reza mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai sumber aroma sebelum ada hasil pemeriksaan yang memastikan penyebabnya.

Ia juga meminta warga yang kembali mencium bau menyerupai gas atau limbah untuk segera menyampaikan laporan melalui layanan darurat TRC 112 atau media sosial resmi DLHK Kota Pekanbaru.

Langkah tersebut dinilai penting agar petugas dapat memperoleh informasi mengenai lokasi kemunculan bau dan menindaklanjutinya.

Hingga keterangan terakhir disampaikan, DLHK Pekanbaru belum mengidentifikasi sumber aroma menyengat yang dikeluhkan warga. Masyarakat pun masih menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kejadian tersebut.(*)

Bau Gas Bikin Resah Warga Pekanbaru, DLHK Periksa Sejumlah Perusahaan tapi Sumbernya Misterius
Editor: Ridho Haztil | Penulis: Abdul Haris
Rubrik: lingkungan | 22 Oktober 2026 | 16:22:25
Bau Gas Bikin Resah Warga Pekanbaru, DLHK Periksa Sejumlah Perusahaan tapi Sumbernya Misterius
DLHK melakukan pengecekan dan penelusuran mengenai bau menyengat yang dikeluhkan warga Kota Pekanbaru sejak Selasa, (20/10) malam. Foto: DLHK Kota Pekanbaru

PEKANBARU-Aroma menyengat yang menyerupai bau gas dan limbah masih menyisakan tanda tanya bagi warga Kota Pekanbaru. Meski keluhan masyarakat telah bermunculan sejak Selasa malam (20/10/2026), Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru hingga kini belum berhasil memastikan sumber bau tersebut.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran masyarakat, terlebih sejumlah kawasan dilaporkan turut terdampak di tengah kabut asap yang masih menyelimuti Kota Bertuah.

Kepala DLHK Kota Pekanbaru, Reza Aulia, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah badan usaha yang diduga berpotensi menjadi sumber aroma tidak sedap tersebut.

Pemeriksaan dilakukan di antaranya ke PLTU Tenayan Raya, Medco PLTGU Tenayan Raya, hingga EMP Teluk Lembu. Namun, berdasarkan hasil pengecekan yang disampaikan DLHK, tidak ditemukan indikasi kebocoran gas maupun instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

“Tidak ada ditemukan kebocoran gas dan kebocoran IPAL. DLHK Kota Pekanbaru juga sudah mengecek langsung ke wilayah-wilayah perbatasan yang dilaporkan warga,” ujar Reza saat diwawancarai Pekanbaru TV melalui WhatsApp, Kamis (22/10/2026).

Tak hanya melakukan pemeriksaan di sejumlah perusahaan, DLHK Pekanbaru juga berkoordinasi dengan instansi lingkungan hidup di wilayah sekitar untuk menelusuri kemungkinan sumber bau yang dikeluhkan masyarakat.

Menurut Reza, koordinasi dengan DLHK Kabupaten Kampar tidak menghasilkan laporan serupa. Pengecekan informasi dari wilayah Kerinci juga tidak menunjukkan adanya indikasi kebocoran.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan Kepala DLHK Kampar, tak ada laporan tentang munculnya aroma gas atau limbah. Begitu juga dengan di wilayah Kerinci, tak ada kebocoran, artinya normal seperti biasa,” jelasnya.

Meski hasil pemeriksaan sementara belum menemukan indikasi kebocoran, sumber aroma menyengat yang dikeluhkan warga masih belum diketahui secara pasti.

Situasi tersebut membuat penelusuran lebih lanjut menjadi penting agar masyarakat memperoleh kejelasan mengenai penyebab bau yang sempat tercium di berbagai kawasan Kota Pekanbaru.

Warga Mengeluh, Bau Tercium di Sejumlah Kawasan

Sebelumnya, sejumlah warga melaporkan aroma tidak sedap yang menyerupai bau limbah dan gas sejak Selasa malam (20/10/2026).

Muhammad Arif, warga Kecamatan Tuah Madani, kawasan Panam, mengaku mencium bau busuk yang mengganggu aktivitasnya. Ia pun mempertanyakan asal aroma tersebut karena belum mengetahui sumbernya.

“Aromanya kayak bau busuk, limbah gitu. Kita warga bertanya-tanya, ini bau apa,” kata Arif dalam wawancara dengan Pekanbaru TV.

Arif berharap pemerintah segera mengungkap penyebab munculnya aroma tersebut. Menurutnya, kondisi udara yang telah terganggu kabut asap membuat bau menyengat itu semakin menambah ketidaknyamanan warga.

“Ya, kita minta cepat ditelusuri, soalnya kan mengganggu ini, ditambah kabut asap,” ujarnya.

Keluhan mengenai bau tersebut dilaporkan muncul di sejumlah titik, mulai dari Jalan HR Soebrantas, Cipta Karya, Garuda Sakti, Arengka, Simpang Tiga, Tuanku Tambusai, Harapan Raya, hingga Kecamatan Sukajadi.

DLHK Minta Warga Tidak Panik

Di tengah keluhan yang berkembang, Reza mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai sumber aroma sebelum ada hasil pemeriksaan yang memastikan penyebabnya.

Ia juga meminta warga yang kembali mencium bau menyerupai gas atau limbah untuk segera menyampaikan laporan melalui layanan darurat TRC 112 atau media sosial resmi DLHK Kota Pekanbaru.

Langkah tersebut dinilai penting agar petugas dapat memperoleh informasi mengenai lokasi kemunculan bau dan menindaklanjutinya.

Hingga keterangan terakhir disampaikan, DLHK Pekanbaru belum mengidentifikasi sumber aroma menyengat yang dikeluhkan warga. Masyarakat pun masih menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab kejadian tersebut.(*)