logo
● Polres Kuansing Bongkar Penyelundupan 2.400 Liter Pertalite Bersubsidi, Dua Oran Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Sasar Kabel FO Semraut, Pemko Pekanbaru Lanjutkan Penertiban ke Jalan Paus Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Warga Rumbai Silahkan Kunjungi Pasar Murah, Beras SPHP Dijual Rp60 Ribu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Hujan Lebat Disertai Petir Malam Ini, BMKG Pantau 11 Titik Panas di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Diduga Dipicu Sengketa Tanah, Adik Bacok Kakak Kandung Hingga Tewas di Ukui Pela Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Rupiah Makin Terpuruk, Ditutup di Level Rp18.060 per Dolar AS Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kejati Riau Tahan 8 Tersangka Korupsi Dana PI PT SPRH, Kerugian Negara Rp64,22 M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Pekanbaru
Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO
Kabut asap menyelimuti Pekanbaru, Jumat (23/10/2026). IQAir mencatat AQI 176 dengan PM2.5 mencapai 91,3 µg/m³. (Foto: Yob Ayrus/PekanbaruTv.com)
Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 23 Oktober 2026 | 09:28:24

PEKANBARU-Kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Jumat (23/10/2026) pagi. Kualitas udara yang berada dalam kategori tidak sehat, membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Pemantauan IQAir pukul 09.00 WIB mencatat, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Pekanbaru mencapai 174 berdasarkan skala AQI US. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi 88,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut menunjukkan tingginya paparan partikel halus di udara yang berisiko mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

iklan-view

Pantauan di Jalan Bukit Barisan memperlihatkan sejumlah pengendara sepeda motor mengenakan masker saat melintas di tengah kabut asap. Aktivitas masyarakat tetap berjalan, tetapi udara yang tercemar menjadi ancaman yang tak terlihat dan perlu diantisipasi.

Partikel PM2.5 memiliki diameter kurang dari 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini menembus jauh ke dalam paru-paru, bahkan sebagian dapat memasuki aliran darah.

Konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru yang mencapai 91,3 µg/m³ berada jauh di atas pedoman kualitas udara harian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 15 µg/m³.

Dengan kondisi tersebut, paparan udara di luar ruangan perlu dibatasi, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.

Masyarakat disarankan memakai respirator yang sesuai, seperti N95, ketika harus beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker perlu disertai langkah perlindungan lain karena paparan partikel halus dapat tetap terjadi selama kualitas udara belum membaik.

Di tengah kondisi kabut asap, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Riau.

Hujan dengan intensitas sedang dan lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Pekanbaru.

Potensi cuaca tersebut diperkirakan berlangsung pada malam hingga dini hari. Masyarakat diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan berhati-hati ketika berkendara, khususnya saat hujan lebat disertai angin kencang.

Meski hujan berpotensi turun, masyarakat tidak sebaiknya langsung menganggap kondisi udara telah aman. Perubahan kualitas udara tetap perlu dipantau berdasarkan data terbaru.

Aktivitas Luar Ruangan Perlu Dibatasi
Dalam kondisi udara tidak sehat, warga dianjurkan mengurangi kegiatan fisik berat di luar ruangan. Aktivitas seperti berolahraga di jalan terbuka sebaiknya ditunda hingga kualitas udara membaik.

Untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, jendela dan pintu dapat ditutup ketika udara luar tercemar. Penggunaan alat penyaring udara (air purifier) di dalam ruangan juga dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel, terutama jika perangkat menggunakan filter yang sesuai.

Masyarakat perlu memperhatikan gejala seperti batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, atau mata perih. Jika keluhan memburuk, segera cari pertolongan medis.

Kabut asap yang masih menyelimuti Pekanbaru menjadi pengingat bahwa perlindungan kesehatan perlu menjadi perhatian bersama. Selama angka pencemaran masih tinggi, membatasi paparan dan mengikuti informasi resmi kualitas udara menjadi langkah yang patut diutamakan. (bsh)

Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: lingkungan | 23 Oktober 2026 | 09:28:24
Udara Pekanbaru Kian Mengkhawatirkan, PM2.5 Enam Kali Ambang Batas WHO
Kabut asap menyelimuti Pekanbaru, Jumat (23/10/2026). IQAir mencatat AQI 176 dengan PM2.5 mencapai 91,3 µg/m³. (Foto: Yob Ayrus/PekanbaruTv.com)

PEKANBARU-Kabut asap masih menyelimuti Kota Pekanbaru, Jumat (23/10/2026) pagi. Kualitas udara yang berada dalam kategori tidak sehat, membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Pemantauan IQAir pukul 09.00 WIB mencatat, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) Pekanbaru mencapai 174 berdasarkan skala AQI US. Polutan utama yang terdeteksi adalah PM2.5 dengan konsentrasi 88,2 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

Angka tersebut menunjukkan tingginya paparan partikel halus di udara yang berisiko mengganggu kesehatan, khususnya sistem pernapasan.

Pantauan di Jalan Bukit Barisan memperlihatkan sejumlah pengendara sepeda motor mengenakan masker saat melintas di tengah kabut asap. Aktivitas masyarakat tetap berjalan, tetapi udara yang tercemar menjadi ancaman yang tak terlihat dan perlu diantisipasi.

Partikel PM2.5 memiliki diameter kurang dari 2,5 mikrometer. Ukurannya yang sangat kecil memungkinkan partikel ini menembus jauh ke dalam paru-paru, bahkan sebagian dapat memasuki aliran darah.

Konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru yang mencapai 91,3 µg/m³ berada jauh di atas pedoman kualitas udara harian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni 15 µg/m³.

Dengan kondisi tersebut, paparan udara di luar ruangan perlu dibatasi, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung.

Masyarakat disarankan memakai respirator yang sesuai, seperti N95, ketika harus beraktivitas di luar rumah. Penggunaan masker perlu disertai langkah perlindungan lain karena paparan partikel halus dapat tetap terjadi selama kualitas udara belum membaik.

Di tengah kondisi kabut asap, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk sejumlah wilayah di Riau.

Hujan dengan intensitas sedang dan lebat yang berpotensi disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Kota Dumai, Kabupaten Kampar, Kabupaten Kuantan Singingi dan Kota Pekanbaru.

Potensi cuaca tersebut diperkirakan berlangsung pada malam hingga dini hari. Masyarakat diminta memperhatikan perkembangan informasi cuaca dan berhati-hati ketika berkendara, khususnya saat hujan lebat disertai angin kencang.

Meski hujan berpotensi turun, masyarakat tidak sebaiknya langsung menganggap kondisi udara telah aman. Perubahan kualitas udara tetap perlu dipantau berdasarkan data terbaru.

Aktivitas Luar Ruangan Perlu Dibatasi
Dalam kondisi udara tidak sehat, warga dianjurkan mengurangi kegiatan fisik berat di luar ruangan. Aktivitas seperti berolahraga di jalan terbuka sebaiknya ditunda hingga kualitas udara membaik.

Untuk mengurangi masuknya asap ke dalam rumah, jendela dan pintu dapat ditutup ketika udara luar tercemar. Penggunaan alat penyaring udara (air purifier) di dalam ruangan juga dapat membantu mengurangi konsentrasi partikel, terutama jika perangkat menggunakan filter yang sesuai.

Masyarakat perlu memperhatikan gejala seperti batuk, iritasi tenggorokan, sesak napas, atau mata perih. Jika keluhan memburuk, segera cari pertolongan medis.

Kabut asap yang masih menyelimuti Pekanbaru menjadi pengingat bahwa perlindungan kesehatan perlu menjadi perhatian bersama. Selama angka pencemaran masih tinggi, membatasi paparan dan mengikuti informasi resmi kualitas udara menjadi langkah yang patut diutamakan. (bsh)