logo
Rupiah Bangkit ke Rp18.058 per Dolar AS, Efek Damai Iran-Israel dan Stimulus Pem Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD RI Desak Reformasi Total Tata Kelola Haji, 70 Persen Jemaah Indonesia Berisi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi SF Hariyanto Ingatkan Jangan Ada Rekayasa Data PSN di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Plt Gubri Dukung IKM Riau, Pelantikan Tujuh DPD Diisi dengan Aksi Sosial untuk M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jalur Narkoba Malaysia-Riau Diputus, Polisi Sita 6,9 Kg Sabu dan 969 Cartridge E Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Masa Jabatan Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Negara Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UU Polri Disahkan, Batas Usia Pensiun Perwira Naik Menjadi 60 Tahun Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Heli Apache AS Rontok di Dekat Selat Hormuz, Washington Bungkam soal Dugaan Dite Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Presiden Prabowo Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp575 Triliun dari Lawatan ke Jepang dan Korsel
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan di Seoul, Korsel Rabu (1/4/2026).
Presiden Prabowo Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp575 Triliun dari Lawatan ke Jepang dan Korsel
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Arya Mahendra
2 April 2026 | 15:34:52

JAKARTA - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan capaian konkret berupa komitmen kerja sama bisnis dengan nilai sekitar Rp575 triliun. Komitmen bisnis terbesar diperoleh dari para pelaku usaha Jepang, yakni Rp401,7 triliun.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (2/4/2026), menjelaskan bahwa total nilai kesepakatan bisnis yang berhasil dihimpun dari kedua negara mencapai USD 33,89 miliar atau setara dengan Rp575 triliun.

"Dari Jepang tercatat komitmen bisnis sebesar USD 23,63 miliar atau setara Rp401,7 triliun, sementara dari Republik Korea mencapai USD 10,26 miliar atau setara Rp174 triliun. Sehingga total keseluruhan mencapai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun," ujar Seskab Teddy seperti dilansir antaranews.

Capaian tersebut, katanya, memperlihatkan tingginya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, serta pembangunan sektor strategis nasional.

iklan-view

Dia menyebut bahwa keterlibatan langsung Presiden Prabowo dalam dialog dengan para pelaku usaha menjadi faktor kunci dalam mendorong terwujudnya kesepakatan tersebut.

"Bapak Presiden tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi aktif mendengarkan, merespons cepat, dan memberikan solusi serta perintah langsung atas berbagai masukan dari dunia usaha. Ini yang membuat kepercayaan investor semakin kuat," jelasnya.

Seskab juga memastikan bahwa pemerintah akan mengawal seluruh komitmen tersebut agar dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan membawa hasil signifikan dalam memperkuat sektor perekonomian, dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara senilai 10,2 miliar dolar AS.

Airlangga menuturkan kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain energi dan transisi hijau, termasuk tenaga surya, penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), serta energi terbarukan. Selain itu, kerja sama juga meliputi sektor industri dan manufaktur seperti baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan. (anw)

Home / Ekonomi
Presiden Prabowo Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp575 Triliun dari Lawatan ke Jepang dan Korsel
Editor: Arya Mahendra | Penulis: Arya Mahendra
Rubrik: ekonomi | 2 April 2026 | 15:34:52
Presiden Prabowo Bawa Pulang Komitmen Bisnis Rp575 Triliun dari Lawatan ke Jepang dan Korsel
Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan di Seoul, Korsel Rabu (1/4/2026).

JAKARTA - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang dan Korea Selatan menghasilkan capaian konkret berupa komitmen kerja sama bisnis dengan nilai sekitar Rp575 triliun. Komitmen bisnis terbesar diperoleh dari para pelaku usaha Jepang, yakni Rp401,7 triliun.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis (2/4/2026), menjelaskan bahwa total nilai kesepakatan bisnis yang berhasil dihimpun dari kedua negara mencapai USD 33,89 miliar atau setara dengan Rp575 triliun.

"Dari Jepang tercatat komitmen bisnis sebesar USD 23,63 miliar atau setara Rp401,7 triliun, sementara dari Republik Korea mencapai USD 10,26 miliar atau setara Rp174 triliun. Sehingga total keseluruhan mencapai USD 33,89 miliar atau sekitar Rp575 triliun," ujar Seskab Teddy seperti dilansir antaranews.

Capaian tersebut, katanya, memperlihatkan tingginya kepercayaan investor global terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, khususnya dalam mendorong hilirisasi industri, penguatan ketahanan energi, serta pembangunan sektor strategis nasional.

Dia menyebut bahwa keterlibatan langsung Presiden Prabowo dalam dialog dengan para pelaku usaha menjadi faktor kunci dalam mendorong terwujudnya kesepakatan tersebut.

"Bapak Presiden tidak hanya hadir secara simbolik, tetapi aktif mendengarkan, merespons cepat, dan memberikan solusi serta perintah langsung atas berbagai masukan dari dunia usaha. Ini yang membuat kepercayaan investor semakin kuat," jelasnya.

Seskab juga memastikan bahwa pemerintah akan mengawal seluruh komitmen tersebut agar dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan membawa hasil signifikan dalam memperkuat sektor perekonomian, dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) antara pelaku bisnis kedua negara senilai 10,2 miliar dolar AS.

Airlangga menuturkan kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, antara lain energi dan transisi hijau, termasuk tenaga surya, penangkapan dan penyimpanan karbon (carbon capture and storage/CCS), serta energi terbarukan. Selain itu, kerja sama juga meliputi sektor industri dan manufaktur seperti baja, baterai, dan transportasi ramah lingkungan. (anw)