logo
Rupiah Bangkit ke Rp18.058 per Dolar AS, Efek Damai Iran-Israel dan Stimulus Pem Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD RI Desak Reformasi Total Tata Kelola Haji, 70 Persen Jemaah Indonesia Berisi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi SF Hariyanto Ingatkan Jangan Ada Rekayasa Data PSN di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Plt Gubri Dukung IKM Riau, Pelantikan Tujuh DPD Diisi dengan Aksi Sosial untuk M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jalur Narkoba Malaysia-Riau Diputus, Polisi Sita 6,9 Kg Sabu dan 969 Cartridge E Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Masa Jabatan Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Negara Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UU Polri Disahkan, Batas Usia Pensiun Perwira Naik Menjadi 60 Tahun Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Heli Apache AS Rontok di Dekat Selat Hormuz, Washington Bungkam soal Dugaan Dite Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Tiga Personel TNI  Kembali Jadi Korban di Lebanon, PBB: Asal Usul Ledakan Belum Diketahui
Pasukan keamanan PBB di Lebanon (UNIFIL) patroli wilayah di dekat desa Maroun al-Ras dekat perbatasan Lebanon-Israel, di Lebanon selatan. 
Tiga Personel TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon, PBB: Asal Usul Ledakan Belum Diketahui
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
4 April 2026 | 15:52:30

JAKARTA - Tiga penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Indonesia kembali menjadi korban ledakan di Lebanon selatan saat Israel terus menggempur wilayah tersebut. Insiden terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah tiga personel Indonesia lainnya tewas dalam peristiwa terpisah di wilayah yang sama.

Pejabat PBB mengatakan tiga penjaga perdamaian yang terluka dalam ledakan pada Jumat (3/3/2026) di Lebanon selatan berasal dari Indonesia.

Misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyatakan ledakan terjadi di dalam fasilitas PBB dekat El Adeisse pada Jumat sore. Tiga penjaga perdamaian mengalami luka dan segera dilarikan ke rumah sakit, dengan dua di antaranya dilaporkan mengalami luka serius.

Pusat Informasi PBB di Jakarta mengatakan "asal-usul ledakan" belum diketahui. Namun mengonfirmasi bahwa penjaga perdamaian yang terluka merupakan warga negara Indonesia.

iklan-view

Insiden Jumat itu terjadi hanya beberapa hari setelah seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas akibat proyektil yang meledak pada 29 Maret di Lebanon selatan. Wilayah tersebut menjadi medan pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah sejak Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret.

Seorang sumber keamanan PBB mengatakan kepada AFP secara anonim pada Selasa bahwa tembakan dari tank Israel menjadi penyebab ledakan tersebut.

Sehari setelah kejadian itu, dua penjaga perdamaian Indonesia lainnya kembali tewas ketika ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL, juga di Lebanon selatan.

Militer Indonesia menyatakan jenazah tiga penjaga perdamaian yang gugur dijadwalkan tiba di Jakarta pada Sabtu malam. (cnbc)

Home / News
Tiga Personel TNI Kembali Jadi Korban di Lebanon, PBB: Asal Usul Ledakan Belum Diketahui
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 4 April 2026 | 15:52:30
Tiga Personel TNI  Kembali Jadi Korban di Lebanon, PBB: Asal Usul Ledakan Belum Diketahui
Pasukan keamanan PBB di Lebanon (UNIFIL) patroli wilayah di dekat desa Maroun al-Ras dekat perbatasan Lebanon-Israel, di Lebanon selatan. 

JAKARTA - Tiga penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Indonesia kembali menjadi korban ledakan di Lebanon selatan saat Israel terus menggempur wilayah tersebut. Insiden terbaru ini terjadi hanya beberapa hari setelah tiga personel Indonesia lainnya tewas dalam peristiwa terpisah di wilayah yang sama.

Pejabat PBB mengatakan tiga penjaga perdamaian yang terluka dalam ledakan pada Jumat (3/3/2026) di Lebanon selatan berasal dari Indonesia.

Misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) menyatakan ledakan terjadi di dalam fasilitas PBB dekat El Adeisse pada Jumat sore. Tiga penjaga perdamaian mengalami luka dan segera dilarikan ke rumah sakit, dengan dua di antaranya dilaporkan mengalami luka serius.

Pusat Informasi PBB di Jakarta mengatakan "asal-usul ledakan" belum diketahui. Namun mengonfirmasi bahwa penjaga perdamaian yang terluka merupakan warga negara Indonesia.

Insiden Jumat itu terjadi hanya beberapa hari setelah seorang penjaga perdamaian Indonesia tewas akibat proyektil yang meledak pada 29 Maret di Lebanon selatan. Wilayah tersebut menjadi medan pertempuran antara Israel dan kelompok Hizbullah sejak Lebanon terseret ke dalam perang Timur Tengah pada 2 Maret.

Seorang sumber keamanan PBB mengatakan kepada AFP secara anonim pada Selasa bahwa tembakan dari tank Israel menjadi penyebab ledakan tersebut.

Sehari setelah kejadian itu, dua penjaga perdamaian Indonesia lainnya kembali tewas ketika ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL, juga di Lebanon selatan.

Militer Indonesia menyatakan jenazah tiga penjaga perdamaian yang gugur dijadwalkan tiba di Jakarta pada Sabtu malam. (cnbc)