Kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM di sejumlah wilayah di Riau mendapat sorotan anggota Komisi VI DPR RI. Persoalan ini dinilai tidak hanya berkaitan dengan kuota dan ketersediaan, tetapi juga tata kelola distribusi serta pengawasan yang dinilai masih memiliki celah penyimpangan.
Anggota Komisi VI DPR RI Achmad meminta Pertamina memperkuat pengawasan internal untuk mencegah kebocoran dan penyimpangan dalam penyaluran BBM. Sementara itu, mantan Gubernur Riau sekaligus Ketua GMKR Edy Natar Nasution menduga praktik mafia BBM turut menjadi salah satu faktor yang memicu persoalan distribusi di Riau.
Dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Riau, muncul dorongan agar pemerintah membentuk satuan tugas untuk mengawasi distribusi BBM. Dugaan penyimpangan di lapangan juga diminta mendapat perhatian aparat penegak hukum.
Ular Sanca 3 Meter Masuk Kandang Ayam Warga di Pekanbaru
BBKSDA Riau Evakuasi Harimau Sumatera di Semenanjung Kampar
Polda Riau Gelar Operasi Sarang Narkoba di Enam Tempat Hiburan Malam
Kabut Asap Tebal di Rohil, Jarak Pandang Nelayan Hanya 100 Meter
15 Tahun Menanti, Jalan Beton Rp19,3 Miliar Mulai Dibangun di Kubu Babussalam
Resmi! Sarman Syahroni Jadi Sekda Rohil
Bahan Baku Naik, Pedagang Piscok Pekanbaru Pilih Tahan Harga
Banjir Hambat Proyek Pelebaran Jalan HR Soebrantas Pekanbaru
Kendalikan Inflasi, Pemprov Riau Gencarkan Operasi Pasar Murah
Belasan Pasien BPJS Menunggu, Kamar Rawat Inap Rsud Arifin Achmad Penuh
Pertamina Akui Ada Masalah Distribusi Bbm Di Riau, Pengawasan Diperkuat
Kualitas Udara Memburuk, Sekolah di Pekanbaru Kembali PJJ






