logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi

Kelangkaan BBM Riau Diduga Akibat Lemahnya Pengawasan

news | 14 Oktober 2026 | 20:05:00
Editor: Adrian Vandora | Videografer: Abdul Haris | Ditonton: 1,061 kali

Kelangkaan bahan bakar minyak atau BBM di sejumlah wilayah di Riau mendapat sorotan anggota Komisi VI DPR RI. Persoalan ini dinilai tidak hanya berkaitan dengan kuota dan ketersediaan, tetapi juga tata kelola distribusi serta pengawasan yang dinilai masih memiliki celah penyimpangan.

Anggota Komisi VI DPR RI Achmad meminta Pertamina memperkuat pengawasan internal untuk mencegah kebocoran dan penyimpangan dalam penyaluran BBM. Sementara itu, mantan Gubernur Riau sekaligus Ketua GMKR Edy Natar Nasution menduga praktik mafia BBM turut menjadi salah satu faktor yang memicu persoalan distribusi di Riau.

Dalam rapat koordinasi di Kantor Gubernur Riau, muncul dorongan agar pemerintah membentuk satuan tugas untuk mengawasi distribusi BBM. Dugaan penyimpangan di lapangan juga diminta mendapat perhatian aparat penegak hukum.

LATEST NEWS
SPECIAL REPORT