
MAKKAH – Arab Saudi kian memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji. Terbaru, Kementerian Haji dan Umrah memperkenalkan sistem sensor pintar di kawasan Mina yang terintegrasi dengan kartu Nusuk untuk memantau sekaligus mengatur pergerakan jemaah secara real-time.
Laporan Saudi Press Agency menyebutkan, inovasi ini menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi berbasis data guna meningkatkan efisiensi pengelolaan kerumunan pada musim Haji 1447 Hijriah.
Sistem tersebut dirancang untuk memperlancar mobilitas jemaah antar titik ibadah, sekaligus menyediakan data analitik yang akurat bagi pengambil kebijakan di lapangan. Dengan dukungan sensor pintar, pergerakan jemaah dapat dipantau secara langsung sehingga potensi kepadatan bisa diantisipasi lebih cepat.
Kartu Nusuk menjadi elemen kunci dalam sistem ini. Hadir dalam bentuk digital dan fisik, kartu tersebut berfungsi sebagai identitas resmi jemaah sekaligus akses masuk ke berbagai lokasi penting, termasuk Masjidil Haram.

Melalui integrasi dengan platform perizinan terpadu, kartu Nusuk memungkinkan proses verifikasi berlangsung lebih cepat dan akurat. Hal ini turut meningkatkan kualitas layanan serta mempercepat respons petugas terhadap berbagai situasi di lapangan.
Dilansir dari Antaranews, Minggu (3/5/2026), sistem ini juga memudahkan petugas dalam mengidentifikasi data jemaah secara presisi. Selain menekan risiko jemaah tersesat, teknologi ini membantu memastikan distribusi akses yang lebih tertib, mulai dari tenda, transportasi, hingga titik-titik ibadah.
Sebagai bagian dari persiapan, kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jemaah sejak masih berada di negara asal. Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh jemaah telah terdaftar dan siap menggunakan sistem sebelum tiba di Arab Saudi.
Pemerintah setempat juga menetapkan bahwa membawa dan mengaktifkan kartu Nusuk menjadi syarat wajib untuk memasuki kota suci Makkah, termasuk area Masjid Nabawi dan kawasan Al-Rawdah Al-Sharifah.
Digitalisasi layanan haji ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan musim sebelumnya. Tercatat, lebih dari 1,6 juta kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jemaah, serta sekitar 90 ribu kartu untuk petugas haji. (ntr/ssn)




MAKKAH – Arab Saudi kian memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji. Terbaru, Kementerian Haji dan Umrah memperkenalkan sistem sensor pintar di kawasan Mina yang terintegrasi dengan kartu Nusuk untuk memantau sekaligus mengatur pergerakan jemaah secara real-time.
Laporan Saudi Press Agency menyebutkan, inovasi ini menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi berbasis data guna meningkatkan efisiensi pengelolaan kerumunan pada musim Haji 1447 Hijriah.
Sistem tersebut dirancang untuk memperlancar mobilitas jemaah antar titik ibadah, sekaligus menyediakan data analitik yang akurat bagi pengambil kebijakan di lapangan. Dengan dukungan sensor pintar, pergerakan jemaah dapat dipantau secara langsung sehingga potensi kepadatan bisa diantisipasi lebih cepat.
Kartu Nusuk menjadi elemen kunci dalam sistem ini. Hadir dalam bentuk digital dan fisik, kartu tersebut berfungsi sebagai identitas resmi jemaah sekaligus akses masuk ke berbagai lokasi penting, termasuk Masjidil Haram.
Melalui integrasi dengan platform perizinan terpadu, kartu Nusuk memungkinkan proses verifikasi berlangsung lebih cepat dan akurat. Hal ini turut meningkatkan kualitas layanan serta mempercepat respons petugas terhadap berbagai situasi di lapangan.
Dilansir dari Antaranews, Minggu (3/5/2026), sistem ini juga memudahkan petugas dalam mengidentifikasi data jemaah secara presisi. Selain menekan risiko jemaah tersesat, teknologi ini membantu memastikan distribusi akses yang lebih tertib, mulai dari tenda, transportasi, hingga titik-titik ibadah.
Sebagai bagian dari persiapan, kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jemaah sejak masih berada di negara asal. Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh jemaah telah terdaftar dan siap menggunakan sistem sebelum tiba di Arab Saudi.
Pemerintah setempat juga menetapkan bahwa membawa dan mengaktifkan kartu Nusuk menjadi syarat wajib untuk memasuki kota suci Makkah, termasuk area Masjid Nabawi dan kawasan Al-Rawdah Al-Sharifah.
Digitalisasi layanan haji ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan musim sebelumnya. Tercatat, lebih dari 1,6 juta kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jemaah, serta sekitar 90 ribu kartu untuk petugas haji. (ntr/ssn)