logo
Rupiah Bangkit ke Rp18.058 per Dolar AS, Efek Damai Iran-Israel dan Stimulus Pem Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPD RI Desak Reformasi Total Tata Kelola Haji, 70 Persen Jemaah Indonesia Berisi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi SF Hariyanto Ingatkan Jangan Ada Rekayasa Data PSN di Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Plt Gubri Dukung IKM Riau, Pelantikan Tujuh DPD Diisi dengan Aksi Sosial untuk M Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Jalur Narkoba Malaysia-Riau Diputus, Polisi Sita 6,9 Kg Sabu dan 969 Cartridge E Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Masa Jabatan Kapolri Dapat Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Negara Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UU Polri Disahkan, Batas Usia Pensiun Perwira Naik Menjadi 60 Tahun Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Heli Apache AS Rontok di Dekat Selat Hormuz, Washington Bungkam soal Dugaan Dite Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / INFO HAJI 2026
Teknologi Canggih di Tanah Suci: Sensor Pintar dan Nusuk Kendalikan Arus Jemaah Haji
Ilustrasi - Jemaah melindungi diri dari sinar matahari dengan payung saat saat melaksanakan haji di Mina, Arab Saudi pada Selasa (18/6/2024). (Foto: AP via Suara Surabaya)
Teknologi Canggih di Tanah Suci: Sensor Pintar dan Nusuk Kendalikan Arus Jemaah Haji
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
3 Mei 2026 | 16:11:42

MAKKAH – Arab Saudi kian memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji. Terbaru, Kementerian Haji dan Umrah memperkenalkan sistem sensor pintar di kawasan Mina yang terintegrasi dengan kartu Nusuk untuk memantau sekaligus mengatur pergerakan jemaah secara real-time.

Laporan Saudi Press Agency menyebutkan, inovasi ini menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi berbasis data guna meningkatkan efisiensi pengelolaan kerumunan pada musim Haji 1447 Hijriah.

Sistem tersebut dirancang untuk memperlancar mobilitas jemaah antar titik ibadah, sekaligus menyediakan data analitik yang akurat bagi pengambil kebijakan di lapangan. Dengan dukungan sensor pintar, pergerakan jemaah dapat dipantau secara langsung sehingga potensi kepadatan bisa diantisipasi lebih cepat.

Kartu Nusuk menjadi elemen kunci dalam sistem ini. Hadir dalam bentuk digital dan fisik, kartu tersebut berfungsi sebagai identitas resmi jemaah sekaligus akses masuk ke berbagai lokasi penting, termasuk Masjidil Haram.

iklan-view

Melalui integrasi dengan platform perizinan terpadu, kartu Nusuk memungkinkan proses verifikasi berlangsung lebih cepat dan akurat. Hal ini turut meningkatkan kualitas layanan serta mempercepat respons petugas terhadap berbagai situasi di lapangan.

Dilansir dari Antaranews, Minggu (3/5/2026), sistem ini juga memudahkan petugas dalam mengidentifikasi data jemaah secara presisi. Selain menekan risiko jemaah tersesat, teknologi ini membantu memastikan distribusi akses yang lebih tertib, mulai dari tenda, transportasi, hingga titik-titik ibadah.

Sebagai bagian dari persiapan, kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jemaah sejak masih berada di negara asal. Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh jemaah telah terdaftar dan siap menggunakan sistem sebelum tiba di Arab Saudi.

Pemerintah setempat juga menetapkan bahwa membawa dan mengaktifkan kartu Nusuk menjadi syarat wajib untuk memasuki kota suci Makkah, termasuk area Masjid Nabawi dan kawasan Al-Rawdah Al-Sharifah.

Digitalisasi layanan haji ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan musim sebelumnya. Tercatat, lebih dari 1,6 juta kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jemaah, serta sekitar 90 ribu kartu untuk petugas haji. (ntr/ssn)

Home / News
Teknologi Canggih di Tanah Suci: Sensor Pintar dan Nusuk Kendalikan Arus Jemaah Haji
Editor: Arya Mahendra | Penulis: arya mahendra
Rubrik: news | 3 Mei 2026 | 16:11:42
Teknologi Canggih di Tanah Suci: Sensor Pintar dan Nusuk Kendalikan Arus Jemaah Haji
Ilustrasi - Jemaah melindungi diri dari sinar matahari dengan payung saat saat melaksanakan haji di Mina, Arab Saudi pada Selasa (18/6/2024). (Foto: AP via Suara Surabaya)

MAKKAH – Arab Saudi kian memperkuat transformasi digital dalam penyelenggaraan ibadah haji. Terbaru, Kementerian Haji dan Umrah memperkenalkan sistem sensor pintar di kawasan Mina yang terintegrasi dengan kartu Nusuk untuk memantau sekaligus mengatur pergerakan jemaah secara real-time.

Laporan Saudi Press Agency menyebutkan, inovasi ini menjadi langkah awal pemanfaatan teknologi berbasis data guna meningkatkan efisiensi pengelolaan kerumunan pada musim Haji 1447 Hijriah.

Sistem tersebut dirancang untuk memperlancar mobilitas jemaah antar titik ibadah, sekaligus menyediakan data analitik yang akurat bagi pengambil kebijakan di lapangan. Dengan dukungan sensor pintar, pergerakan jemaah dapat dipantau secara langsung sehingga potensi kepadatan bisa diantisipasi lebih cepat.

Kartu Nusuk menjadi elemen kunci dalam sistem ini. Hadir dalam bentuk digital dan fisik, kartu tersebut berfungsi sebagai identitas resmi jemaah sekaligus akses masuk ke berbagai lokasi penting, termasuk Masjidil Haram.

Melalui integrasi dengan platform perizinan terpadu, kartu Nusuk memungkinkan proses verifikasi berlangsung lebih cepat dan akurat. Hal ini turut meningkatkan kualitas layanan serta mempercepat respons petugas terhadap berbagai situasi di lapangan.

Dilansir dari Antaranews, Minggu (3/5/2026), sistem ini juga memudahkan petugas dalam mengidentifikasi data jemaah secara presisi. Selain menekan risiko jemaah tersesat, teknologi ini membantu memastikan distribusi akses yang lebih tertib, mulai dari tenda, transportasi, hingga titik-titik ibadah.

Sebagai bagian dari persiapan, kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jemaah sejak masih berada di negara asal. Kebijakan ini bertujuan memastikan seluruh jemaah telah terdaftar dan siap menggunakan sistem sebelum tiba di Arab Saudi.

Pemerintah setempat juga menetapkan bahwa membawa dan mengaktifkan kartu Nusuk menjadi syarat wajib untuk memasuki kota suci Makkah, termasuk area Masjid Nabawi dan kawasan Al-Rawdah Al-Sharifah.

Digitalisasi layanan haji ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan musim sebelumnya. Tercatat, lebih dari 1,6 juta kartu Nusuk telah didistribusikan kepada jemaah, serta sekitar 90 ribu kartu untuk petugas haji. (ntr/ssn)