logo
● Penampungan Solar Ilegal di Kampar Digerebek Polda, Sempat Dihalangi Warga Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● SF Hariyanto Raih Gelar ASEAN Engineer, Cetak Prestasi Bersejarah bagi Riau Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kasus Sabu 46,93 Kg di Pekanbaru: Oknum TNI Ditahan Pomdam dan Terancam Dipecat Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lapas Bagansiapiapi Gagalkan Penyelundupan Liquid Vape Diduga Narkotika dalam Bo Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pelajar 14 Tahun Tewas Tabrak Truk Parkir di Jalan SM Amin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pekanbarutv.com dan UIN Suska Riau Jalin Kerja Sama Tingkatkan Mutu Pendidikan, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polda Riau Gagalkan Peredaran 46,9 Kg Sabu, Tersangka Babinsa dan Warga Sipil Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Direktur Toba Pulp Lestari Anwar Lawden Tersangka Dugaan Korupsi Rp 2 Triliun Tr Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Hukum / PEKANBARU
Aroma Rendang Akhiri Pelarian Napi Ini, Ditangkap Saat Dekati Warga Lagi Masak Daging Kurban
Nasriyatno alias Cili, warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Pekanbaru yang ditangkap karena aroma rendang.
Aroma Rendang Akhiri Pelarian Napi Ini, Ditangkap Saat Dekati Warga Lagi Masak Daging Kurban
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 28 Mei 2026 | 09:17:33

PEKANBARU — Pepatah “sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga” tampaknya cocok menggambarkan akhir pelarian Nasriyatno alias Cili, warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Pekanbaru yang sempat kabur sejak Minggu (24/5/2026).

Setelah tiga hari buron, Cili akhirnya berhasil diringkus warga di kawasan Rumbai, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 14.56 WIB.

Ironisnya, pelarian itu bukan berakhir karena pengejaran aparat dengan strategi rumit, melainkan karena rasa lapar yang tak lagi mampu ditahannya. Perut kosong memaksa Cili keluar dari tempat persembunyiannya.

iklan-view

Langkahnya kemudian mengarah ke lokasi warga yang tengah memasak rendang dan memotong hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Katanya dia keluar karena lapar. Kebetulan di dekat situ memang lagi masak rendang untuk kurban,” ujar seorang warga.

Suasana gotong royong yang awalnya hangat mendadak berubah tegang ketika warga menyadari pria asing yang mendekat ternyata merupakan napi kabur yang sedang dicari.

Warga pun bergerak cepat. Cili langsung dikepung dan diamankan sebelum sempat melarikan diri kembali.

Kepala Rutan Kelas IA Pekanbaru, Erwin Siregar, membenarkan penangkapan tersebut. Ia memastikan Cili kini kembali diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Benar, sudah ditangkap,” ujar Erwin singkat.

Meski demikian, pihak Rutan belum membeberkan detail kondisi maupun hasil pemeriksaan awal terhadap Cili. Saat ini, proses pemeriksaan internal masih berlangsung.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Sebelumnya, aksi kabur Cili sempat menghebohkan publik. Pria yang menjalani hukuman 1 tahun 1 bulan penjara dalam kasus pencurian itu diduga memanfaatkan kelengahan petugas saat pergantian sif penjagaan menjelang magrib.

Ia disebut berhasil melompati pagar dan tembok pembatas rutan sebelum menghilang dalam kondisi cahaya yang mulai redup.

Namun pelarian yang sempat membuat geger itu akhirnya runtuh hanya karena satu hal sederhana: rasa lapar.

Insiden ini pun memicu sorotan publik terhadap sistem keamanan rutan. Menanggapi hal tersebut, pihak Rutan Pekanbaru menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh guna memperketat pengamanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (mcr)

Home / Hukum
Aroma Rendang Akhiri Pelarian Napi Ini, Ditangkap Saat Dekati Warga Lagi Masak Daging Kurban
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: hukum | 28 Mei 2026 | 09:17:33
Aroma Rendang Akhiri Pelarian Napi Ini, Ditangkap Saat Dekati Warga Lagi Masak Daging Kurban
Nasriyatno alias Cili, warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Pekanbaru yang ditangkap karena aroma rendang.

PEKANBARU — Pepatah “sepandai-pandai tupai melompat akhirnya jatuh juga” tampaknya cocok menggambarkan akhir pelarian Nasriyatno alias Cili, warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IA Pekanbaru yang sempat kabur sejak Minggu (24/5/2026).

Setelah tiga hari buron, Cili akhirnya berhasil diringkus warga di kawasan Rumbai, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 14.56 WIB.

Ironisnya, pelarian itu bukan berakhir karena pengejaran aparat dengan strategi rumit, melainkan karena rasa lapar yang tak lagi mampu ditahannya. Perut kosong memaksa Cili keluar dari tempat persembunyiannya.

Langkahnya kemudian mengarah ke lokasi warga yang tengah memasak rendang dan memotong hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Katanya dia keluar karena lapar. Kebetulan di dekat situ memang lagi masak rendang untuk kurban,” ujar seorang warga.

Suasana gotong royong yang awalnya hangat mendadak berubah tegang ketika warga menyadari pria asing yang mendekat ternyata merupakan napi kabur yang sedang dicari.

Warga pun bergerak cepat. Cili langsung dikepung dan diamankan sebelum sempat melarikan diri kembali.

Kepala Rutan Kelas IA Pekanbaru, Erwin Siregar, membenarkan penangkapan tersebut. Ia memastikan Cili kini kembali diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Benar, sudah ditangkap,” ujar Erwin singkat.

Meski demikian, pihak Rutan belum membeberkan detail kondisi maupun hasil pemeriksaan awal terhadap Cili. Saat ini, proses pemeriksaan internal masih berlangsung.

“Saat ini masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tambahnya.

Sebelumnya, aksi kabur Cili sempat menghebohkan publik. Pria yang menjalani hukuman 1 tahun 1 bulan penjara dalam kasus pencurian itu diduga memanfaatkan kelengahan petugas saat pergantian sif penjagaan menjelang magrib.

Ia disebut berhasil melompati pagar dan tembok pembatas rutan sebelum menghilang dalam kondisi cahaya yang mulai redup.

Namun pelarian yang sempat membuat geger itu akhirnya runtuh hanya karena satu hal sederhana: rasa lapar.

Insiden ini pun memicu sorotan publik terhadap sistem keamanan rutan. Menanggapi hal tersebut, pihak Rutan Pekanbaru menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh guna memperketat pengamanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (mcr)