logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
Korban Tenggelam di Sungai Kampar Masih Hilang, Tim Gabungan Berpacu dengan Waktu Lakukan Pencarian
Personel gabungan dari kepolisian, Basarnas, dan BPBD kembali menyisir aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup kuat untuk mencari keberadaan korban. {Foto: Arif)
Korban Tenggelam di Sungai Kampar Masih Hilang, Tim Gabungan Berpacu dengan Waktu Lakukan Pencarian
Editor: putrajaya | Penulis: rea
Rubrik: hukum | 8 Juni 2026 | 15:27:12

KAMPAR UTARA – Harapan keluarga untuk menemukan Cepi Ahmad Munawar (32), korban yang tenggelam di aliran Sungai Kampar, masih terus menggantung. Hingga Senin (8/6/2026), korban belum berhasil ditemukan meski tim gabungan telah memasuki hari kedua pencarian di sekitar Pulau Kosiok, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara.

Sejak pagi hari, personel gabungan dari kepolisian, Basarnas, dan BPBD kembali menyisir aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup kuat tersebut. Pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyelaman hingga penyisiran menggunakan perahu di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang melalui Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid menjelaskan bahwa operasi pencarian hari kedua diawali dengan apel dan briefing yang dilaksanakan sekitar pukul 07.00 WIB.

iklan-view

Kegiatan tersebut dipimpin oleh tim Basarnas Pekanbaru dan diikuti personel gabungan yang terdiri dari anggota Polsek Kampar, Basarnas Pekanbaru, serta BPBD Kabupaten Kampar.

"Setelah apel, tim langsung bergerak melakukan penyelaman dan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kampar yang menjadi lokasi korban diduga tenggelam," ujar Kapolsek.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, hingga berita ini diturunkan korban masih belum ditemukan. Tim gabungan terus berupaya menelusuri area pencarian dengan harapan dapat segera menemukan korban.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Ahad (7/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya sedang memancing di sekitar Pulau Kosiok.

Setelah beberapa waktu memancing, korban bersama rekannya, Dede Olah Nurdiansyah, turun ke sungai untuk mandi. Tanpa disadari, keduanya terseret arus deras Sungai Kampar yang mengarah ke bagian sungai yang lebih dalam.

Dalam kondisi panik, keduanya berusaha menyelamatkan diri. Dede berhasil bertahan dan akhirnya diselamatkan warga yang datang memberikan pertolongan. Namun korban diduga tidak mampu berenang sehingga tenggelam dan hilang terbawa arus.

Teriakan minta tolong dari rekan korban yang masih berada di lokasi memancing sempat mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga berusaha memberikan bantuan, namun derasnya arus sungai membuat korban tidak berhasil diselamatkan.

Dede kemudian dilarikan ke RSUD Bangkinang untuk mendapatkan perawatan medis dan kini telah diperbolehkan pulang.

Sementara itu, operasi pencarian terhadap Cepi Ahmad Munawar masih terus berlangsung. Tim gabungan berharap kondisi cuaca dan arus sungai mendukung proses pencarian sehingga korban dapat segera ditemukan.

Kapolsek Kampar menegaskan situasi selama proses pencarian berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Pihaknya juga memastikan perkembangan terbaru dari operasi pencarian akan terus disampaikan kepada masyarakat.

Home / Hukum
Korban Tenggelam di Sungai Kampar Masih Hilang, Tim Gabungan Berpacu dengan Waktu Lakukan Pencarian
Editor: putrajaya | Penulis: rea
Rubrik: hukum | 8 Juni 2026 | 15:27:12
Korban Tenggelam di Sungai Kampar Masih Hilang, Tim Gabungan Berpacu dengan Waktu Lakukan Pencarian
Personel gabungan dari kepolisian, Basarnas, dan BPBD kembali menyisir aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup kuat untuk mencari keberadaan korban. {Foto: Arif)

KAMPAR UTARA – Harapan keluarga untuk menemukan Cepi Ahmad Munawar (32), korban yang tenggelam di aliran Sungai Kampar, masih terus menggantung. Hingga Senin (8/6/2026), korban belum berhasil ditemukan meski tim gabungan telah memasuki hari kedua pencarian di sekitar Pulau Kosiok, Desa Muara Jalai, Kecamatan Kampar Utara.

Sejak pagi hari, personel gabungan dari kepolisian, Basarnas, dan BPBD kembali menyisir aliran sungai yang dikenal memiliki arus cukup kuat tersebut. Pencarian dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari penyelaman hingga penyisiran menggunakan perahu di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban terseret arus.

Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang melalui Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid menjelaskan bahwa operasi pencarian hari kedua diawali dengan apel dan briefing yang dilaksanakan sekitar pukul 07.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh tim Basarnas Pekanbaru dan diikuti personel gabungan yang terdiri dari anggota Polsek Kampar, Basarnas Pekanbaru, serta BPBD Kabupaten Kampar.

"Setelah apel, tim langsung bergerak melakukan penyelaman dan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Kampar yang menjadi lokasi korban diduga tenggelam," ujar Kapolsek.

Meski berbagai upaya telah dilakukan, hingga berita ini diturunkan korban masih belum ditemukan. Tim gabungan terus berupaya menelusuri area pencarian dengan harapan dapat segera menemukan korban.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Ahad (7/6/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu korban bersama dua rekannya sedang memancing di sekitar Pulau Kosiok.

Setelah beberapa waktu memancing, korban bersama rekannya, Dede Olah Nurdiansyah, turun ke sungai untuk mandi. Tanpa disadari, keduanya terseret arus deras Sungai Kampar yang mengarah ke bagian sungai yang lebih dalam.

Dalam kondisi panik, keduanya berusaha menyelamatkan diri. Dede berhasil bertahan dan akhirnya diselamatkan warga yang datang memberikan pertolongan. Namun korban diduga tidak mampu berenang sehingga tenggelam dan hilang terbawa arus.

Teriakan minta tolong dari rekan korban yang masih berada di lokasi memancing sempat mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga berusaha memberikan bantuan, namun derasnya arus sungai membuat korban tidak berhasil diselamatkan.

Dede kemudian dilarikan ke RSUD Bangkinang untuk mendapatkan perawatan medis dan kini telah diperbolehkan pulang.

Sementara itu, operasi pencarian terhadap Cepi Ahmad Munawar masih terus berlangsung. Tim gabungan berharap kondisi cuaca dan arus sungai mendukung proses pencarian sehingga korban dapat segera ditemukan.

Kapolsek Kampar menegaskan situasi selama proses pencarian berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif. Pihaknya juga memastikan perkembangan terbaru dari operasi pencarian akan terus disampaikan kepada masyarakat.