logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / PELALAWAN
Beruang Madu yang Sempat Resahkan Warga Kerumutan Kini Kembali ke Habitat Alaminya
Beruang madu, satwa liar dilindungi berhasil dievakuasi dan dikembalikan ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan pemukiman. (Foto: Wahyu)
Beruang Madu yang Sempat Resahkan Warga Kerumutan Kini Kembali ke Habitat Alaminya
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 23 Juni 2026 | 08:39:05

PEKANBARU – Upaya penyelamatan seekor beruang madu yang beberapa waktu terakhir muncul di sekitar permukiman warga Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, akhirnya membuahkan hasil. Satwa liar dilindungi tersebut berhasil dievakuasi dan akan dikembalikan ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan pemukiman.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Tim Resor KSDA Kerumutan Tengah sebelumnya menerima laporan dari pihak kelurahan terkait kemunculan beruang madu (Helarctos malayanus) di sekitar lingkungan warga. Kehadiran satwa tersebut dikhawatirkan memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

Sebagai langkah mitigasi, tim BBKSDA Riau memasang kandang jebak (box trap) pada 30 Mei 2026 di lokasi yang sering dilintasi satwa tersebut. Setelah hampir tiga pekan pemantauan, upaya itu membuahkan hasil. Pada 19 Juni 2026, beruang madu tersebut berhasil masuk ke dalam kandang jebak yang telah dipasang petugas.

iklan-view

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi beruang dalam keadaan sehat. Tidak ditemukan luka maupun cacat pada tubuh satwa tersebut. Selain itu, beruang juga masih menunjukkan perilaku liar yang kuat, aktif, dan agresif sebagaimana satwa yang hidup bebas di alam.

"Melihat kondisi satwa yang sehat dan masih memiliki sifat liar yang sangat baik, tim memutuskan untuk melakukan pelepasliaran ke habitat yang aman dan jauh dari permukiman masyarakat," kata Supartono, Selasa (23/6/2026).

Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat, aparat kelurahan, serta Bhabinkamtibmas setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa apabila kembali menemukan beruang madu di sekitar permukiman. Warga diminta segera melaporkan keberadaan satwa tersebut kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Melalui langkah mitigasi yang dilakukan secara terpadu, BBKSDA Riau berharap potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat ditekan semaksimal mungkin. Di sisi lain, upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan hidup beruang madu, salah satu satwa dilindungi yang keberadaannya semakin terdesak akibat menyusutnya habitat alami. (why)

Tags: beruang madu
Beruang Madu yang Sempat Resahkan Warga Kerumutan Kini Kembali ke Habitat Alaminya
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 23 Juni 2026 | 08:39:05
Beruang Madu yang Sempat Resahkan Warga Kerumutan Kini Kembali ke Habitat Alaminya
Beruang madu, satwa liar dilindungi berhasil dievakuasi dan dikembalikan ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan pemukiman. (Foto: Wahyu)

PEKANBARU – Upaya penyelamatan seekor beruang madu yang beberapa waktu terakhir muncul di sekitar permukiman warga Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, akhirnya membuahkan hasil. Satwa liar dilindungi tersebut berhasil dievakuasi dan akan dikembalikan ke habitat alaminya yang jauh dari kawasan pemukiman.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melalui Tim Resor KSDA Kerumutan Tengah sebelumnya menerima laporan dari pihak kelurahan terkait kemunculan beruang madu (Helarctos malayanus) di sekitar lingkungan warga. Kehadiran satwa tersebut dikhawatirkan memicu konflik antara manusia dan satwa liar.

Sebagai langkah mitigasi, tim BBKSDA Riau memasang kandang jebak (box trap) pada 30 Mei 2026 di lokasi yang sering dilintasi satwa tersebut. Setelah hampir tiga pekan pemantauan, upaya itu membuahkan hasil. Pada 19 Juni 2026, beruang madu tersebut berhasil masuk ke dalam kandang jebak yang telah dipasang petugas.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi beruang dalam keadaan sehat. Tidak ditemukan luka maupun cacat pada tubuh satwa tersebut. Selain itu, beruang juga masih menunjukkan perilaku liar yang kuat, aktif, dan agresif sebagaimana satwa yang hidup bebas di alam.

"Melihat kondisi satwa yang sehat dan masih memiliki sifat liar yang sangat baik, tim memutuskan untuk melakukan pelepasliaran ke habitat yang aman dan jauh dari permukiman masyarakat," kata Supartono, Selasa (23/6/2026).

Proses evakuasi dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan masyarakat, aparat kelurahan, serta Bhabinkamtibmas setempat. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga kelestarian satwa liar yang dilindungi.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun satwa apabila kembali menemukan beruang madu di sekitar permukiman. Warga diminta segera melaporkan keberadaan satwa tersebut kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.

Melalui langkah mitigasi yang dilakukan secara terpadu, BBKSDA Riau berharap potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat ditekan semaksimal mungkin. Di sisi lain, upaya ini juga menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan hidup beruang madu, salah satu satwa dilindungi yang keberadaannya semakin terdesak akibat menyusutnya habitat alami. (why)

Tags: beruang madu