
PEKANBARU-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang dan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Riau pada Sabtu (18/7/2026).
Saat yang sama, jumlah hotspot di Riau meningkat menjadi 43 titik, menandakan ancaman kebakaran hutan dan lahan masih perlu diantisipasi.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sanya G. mengatakan, hujan telah terjadi sejak pagi berdasarkan hasil pemantauan radar cuaca.

Menurutnya, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hilir.
BMKG juga memprakirakan hujan masih akan berlangsung pada siang hari di sebagian Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir.
Memasuki sore dan malam hari, potensi hujan diperkirakan meluas ke Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti dan Pekanbaru.
Sanya mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya di Kabupaten Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru.
Sementara dini hari, sebagian besar wilayah Riau diprakirakan mengalami kondisi udara kabur hingga berawan.
Selain perkembangan cuaca, BMKG juga mencatat peningkatan signifikan jumlah hotspot.
Riau Muncul 43 Hotspot
Sampai pukul 23.00 WIB malam tadi, terdapat 43 titik panas di Provinsi Riau yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Sebarannya meliputi Kabupaten Bengkalis sebanyak 23 titik, Kota Dumai enam titik, Kabupaten Indragiri Hulu lima titik, Kabupaten Rokan Hulu empat titik, Kabupaten Pelalawan tiga titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Siak dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 326 titik. Bangka Belitung menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak sebanyak 96 titik, disusul Sumatera Selatan 72 titik, Riau 43 titik, Jambi 28 titik, Sumatera Barat 26 titik, Lampung 22 titik, Aceh 19 titik, Sumatera Utara 10 titik, Bengkulu sembilan titik, dan Kepulauan Riau satu titik.
"Di Riau terpantau 43 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan agar dapat segera dilakukan penanganan," ujar Sanya.
BMKG memperkirakan suhu udara di Riau berada pada kisaran 23–33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 55-100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam.
Di wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5-1,25 meter atau kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran relatif aman.
Peringatan BMKG ini penting diperhatikan masyarakat karena cuaca ekstrem berpotensi mengganggu aktivitas luar ruangan, transportasi dan memicu pohon tumbang atau genangan di sejumlah daerah.
Di sisi lain, peningkatan jumlah hotspot menunjukkan ancaman karhutla belum berakhir sehingga upaya pencegahan tetap harus dilakukan, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan api dan segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran. (mcr)


PEKANBARU-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan sedang dan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Riau pada Sabtu (18/7/2026).
Saat yang sama, jumlah hotspot di Riau meningkat menjadi 43 titik, menandakan ancaman kebakaran hutan dan lahan masih perlu diantisipasi.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sanya G. mengatakan, hujan telah terjadi sejak pagi berdasarkan hasil pemantauan radar cuaca.
Menurutnya, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kuantan Singingi, dan Indragiri Hilir.
BMKG juga memprakirakan hujan masih akan berlangsung pada siang hari di sebagian Kabupaten Bengkalis, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Indragiri Hilir.
Memasuki sore dan malam hari, potensi hujan diperkirakan meluas ke Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Pelalawan, Kampar, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti dan Pekanbaru.
Sanya mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, khususnya di Kabupaten Kampar, Siak, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Pelalawan, dan Kota Pekanbaru.
Sementara dini hari, sebagian besar wilayah Riau diprakirakan mengalami kondisi udara kabur hingga berawan.
Selain perkembangan cuaca, BMKG juga mencatat peningkatan signifikan jumlah hotspot.
Riau Muncul 43 Hotspot
Sampai pukul 23.00 WIB malam tadi, terdapat 43 titik panas di Provinsi Riau yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Sebarannya meliputi Kabupaten Bengkalis sebanyak 23 titik, Kota Dumai enam titik, Kabupaten Indragiri Hulu lima titik, Kabupaten Rokan Hulu empat titik, Kabupaten Pelalawan tiga titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Siak dan Kabupaten Indragiri Hilir.
Secara regional, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 326 titik. Bangka Belitung menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak sebanyak 96 titik, disusul Sumatera Selatan 72 titik, Riau 43 titik, Jambi 28 titik, Sumatera Barat 26 titik, Lampung 22 titik, Aceh 19 titik, Sumatera Utara 10 titik, Bengkulu sembilan titik, dan Kepulauan Riau satu titik.
"Di Riau terpantau 43 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan agar dapat segera dilakukan penanganan," ujar Sanya.
BMKG memperkirakan suhu udara di Riau berada pada kisaran 23–33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 55-100 persen. Angin bertiup dari arah selatan hingga barat laut dengan kecepatan 10-40 kilometer per jam.
Di wilayah perairan Riau, tinggi gelombang diprakirakan berada pada kisaran 0,5-1,25 meter atau kategori rendah sehingga aktivitas pelayaran relatif aman.
Peringatan BMKG ini penting diperhatikan masyarakat karena cuaca ekstrem berpotensi mengganggu aktivitas luar ruangan, transportasi dan memicu pohon tumbang atau genangan di sejumlah daerah.
Di sisi lain, peningkatan jumlah hotspot menunjukkan ancaman karhutla belum berakhir sehingga upaya pencegahan tetap harus dilakukan, terutama dengan tidak membuka lahan menggunakan api dan segera melaporkan apabila ditemukan indikasi kebakaran. (mcr)