logo
Kasino di Nagoya Batam Digerebek: 10 WNA dan 187 WNI Diamankan, Polisi Sita Rp7, Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Polres Pelalawan Gerebek Transaksi Narkoba di Kebun Sawit, Dua Pria Ditangkap Ba Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi UPDATE: Kapal Tenggelam di Perairan Rupat Bawa 15 PMI Ilegal, 13 Orang Selamat d Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Warga RW 016 Tobekgodang Semarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dengan Beragam Kegi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Speedboat Berpenumpang PMI Ilegal Terbalik Dihantam Badai di Perairan Rupat, 3 O Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ratusan Gempa Susulan Menggoyang NTT, Terbaru Berkekuatan M5,2 Minggu Pagi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Harimau Belum Masuk Perangkap, Warga Danai Diminta Tak Lengah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Giliran Simalungun Sumut Diguncang Gempa Magnitudo 6,4, Terasa Hingga Sumbar dan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / TRANSPORTASI
HEBOH: Motor Nyasar Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, Diduga Pengendara Alami Gangguan
Seorang pesepeda motor terlihat melintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. (Foto: Rico)
HEBOH: Motor Nyasar Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, Diduga Pengendara Alami Gangguan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: news | 3 Agustus 2026 | 15:55:09

PEKANBARU - Pesepeda motor Honda Revo nekat masuk ke ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Permai), Riau. Pengendara berinisial EF (20) diketahui masuk melalui Gerbang Tol Kandis Utara pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Pengendara tersebut akhirnya berhasil dihentikan petugas di gerbang keluar Muara Fajar. Polisi kemudian memeriksa pengendara sebelum menyerahkannya kepada pihak keluarga.

Kanit Tol Permai, AKP Awi Ruben mengatakan sepeda motor tersebut dapat masuk karena petugas keamanan tol saat itu sedang melakukan pengecekan aset di sekitar akses gerbang.

iklan-view

"Pada saat sepeda motor itu masuk, petugas security dari PT HK sedang melakukan pengecekan akses sehingga tidak melihat adanya sepeda motor yang masuk," kata Ruben, Senin (3/8/2026) sore.

Informasi keberadaan sepeda motor tersebut kemudian diterima petugas setelah adanya laporan dari petugas tol dan masyarakat. Polisi bersama petugas terkait selanjutnya melakukan pengejaran.

Menurut Kanit Akp Ruben, pengendara sempat berhenti setelah tiba di gerbang karena tidak dapat melanjutkan perjalanan dan diduga merasa dibuntuti.

"Sesampainya di gerbang, kendaraan tersebut karena tidak bisa keluar dan mungkin merasa dibuntuti, sepeda motor tersebut berhenti. Lalu kita lakukan pemeriksaan terhadap pengendara," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga EF mengalami gangguan. Dugaan itu diperkuat dengan keterangan bahwa EF mengaku tidak mengetahui sepeda motor dilarang melintas di jalan tol.

"Dia mengatakan tidak tahu kalau jalan tol tidak bisa digunakan oleh sepeda motor. Tapi rekan-rekan media mungkin bisa melihat bahwasanya anak tersebut diduga mengalami gangguan," kata Akp Ruben.

Polisi juga mendapatkan informasi bahwa EF telah meninggalkan rumahnya di wilayah Kabupaten Kampar selama sekitar dua hari.

Petugas kemudian menghubungi orang tua atau keluarga EF. Setelah itu, pengendara diserahkan kepada pihak keluarga dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Akp Ruben mengatakan polisi belum melakukan pemeriksaan terhadap petugas tol yang berjaga saat kejadian. Namun, evaluasi dan konsolidasi terkait pengamanan akses masuk tol akan dilakukan.

"Saat ini mungkin belum. Kita sudah rutin melakukan konsolidasi agar penjagaan di pintu masuk diperketat," ujarnya.

Dia menyebut terdapat kemungkinan petugas sedang melakukan aktivitas lain ketika sepeda motor tersebut masuk melalui Gerbang Tol Kandis Utara.

"Di satu sisi mungkin ada kelemahan karena petugas sedang mengecek akses atau ada kegiatan lainnya pada saat itu," katanya.

Polisi menegaskan kendaraan roda dua tidak diperbolehkan memasuki ruas Tol Pekanbaru-Dumai. Kejadian tersebut menjadi evaluasi agar pengawasan di setiap akses masuk tol diperketat. (ric)

Home / News
HEBOH: Motor Nyasar Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, Diduga Pengendara Alami Gangguan
Editor: Arya Mahendra | Penulis: rico syahputra
Rubrik: news | 3 Agustus 2026 | 15:55:09
HEBOH: Motor Nyasar Masuk Tol Pekanbaru-Dumai, Diduga Pengendara Alami Gangguan
Seorang pesepeda motor terlihat melintas di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai. (Foto: Rico)

PEKANBARU - Pesepeda motor Honda Revo nekat masuk ke ruas Tol Pekanbaru-Dumai (Permai), Riau. Pengendara berinisial EF (20) diketahui masuk melalui Gerbang Tol Kandis Utara pada Sabtu (1/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Pengendara tersebut akhirnya berhasil dihentikan petugas di gerbang keluar Muara Fajar. Polisi kemudian memeriksa pengendara sebelum menyerahkannya kepada pihak keluarga.

Kanit Tol Permai, AKP Awi Ruben mengatakan sepeda motor tersebut dapat masuk karena petugas keamanan tol saat itu sedang melakukan pengecekan aset di sekitar akses gerbang.

"Pada saat sepeda motor itu masuk, petugas security dari PT HK sedang melakukan pengecekan akses sehingga tidak melihat adanya sepeda motor yang masuk," kata Ruben, Senin (3/8/2026) sore.

Informasi keberadaan sepeda motor tersebut kemudian diterima petugas setelah adanya laporan dari petugas tol dan masyarakat. Polisi bersama petugas terkait selanjutnya melakukan pengejaran.

Menurut Kanit Akp Ruben, pengendara sempat berhenti setelah tiba di gerbang karena tidak dapat melanjutkan perjalanan dan diduga merasa dibuntuti.

"Sesampainya di gerbang, kendaraan tersebut karena tidak bisa keluar dan mungkin merasa dibuntuti, sepeda motor tersebut berhenti. Lalu kita lakukan pemeriksaan terhadap pengendara," ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga EF mengalami gangguan. Dugaan itu diperkuat dengan keterangan bahwa EF mengaku tidak mengetahui sepeda motor dilarang melintas di jalan tol.

"Dia mengatakan tidak tahu kalau jalan tol tidak bisa digunakan oleh sepeda motor. Tapi rekan-rekan media mungkin bisa melihat bahwasanya anak tersebut diduga mengalami gangguan," kata Akp Ruben.

Polisi juga mendapatkan informasi bahwa EF telah meninggalkan rumahnya di wilayah Kabupaten Kampar selama sekitar dua hari.

Petugas kemudian menghubungi orang tua atau keluarga EF. Setelah itu, pengendara diserahkan kepada pihak keluarga dan diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Akp Ruben mengatakan polisi belum melakukan pemeriksaan terhadap petugas tol yang berjaga saat kejadian. Namun, evaluasi dan konsolidasi terkait pengamanan akses masuk tol akan dilakukan.

"Saat ini mungkin belum. Kita sudah rutin melakukan konsolidasi agar penjagaan di pintu masuk diperketat," ujarnya.

Dia menyebut terdapat kemungkinan petugas sedang melakukan aktivitas lain ketika sepeda motor tersebut masuk melalui Gerbang Tol Kandis Utara.

"Di satu sisi mungkin ada kelemahan karena petugas sedang mengecek akses atau ada kegiatan lainnya pada saat itu," katanya.

Polisi menegaskan kendaraan roda dua tidak diperbolehkan memasuki ruas Tol Pekanbaru-Dumai. Kejadian tersebut menjadi evaluasi agar pengawasan di setiap akses masuk tol diperketat. (ric)