
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai memberi manfaat nyata bagi anak-anak, terutama yang tinggal di wilayah pedesaan dan pelosok.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya, mengatakan masih banyak anak sekolah di daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan asupan makanan bergizi setiap hari. Karena itu, kehadiran Program MBG dinilai menjadi langkah konkret dalam mengatasi persoalan tersebut.
"Anak sekolah di desa-desa terpencil, makan pagi, makan siang juga tidak, Pak. Tapi dengan adanya MBG, program Pak Prabowo ini, ini luar biasa," ujar Mulyadi Jayabaya, Selasa (4/8/2026).


Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas.
Selain berdampak pada sektor kesehatan, Kadin menilai Program MBG juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Pelibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM sebagai bagian dari rantai pasok makanan bergizi dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Di sisi lain, Kadin menilai penguatan ketahanan pangan nasional harus berjalan seiring dengan pelaksanaan Program MBG. Upaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri dinilai menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan pangan sekitar 280 juta penduduk Indonesia secara berkelanjutan.
Mulyadi menekankan sedikitnya tiga langkah strategis yang perlu terus diperkuat, yakni penyediaan benih dan bibit unggul sesuai karakteristik daerah, perluasan akses pembiayaan bagi petani, serta peningkatan peran penyuluh pertanian di lapangan.
"Langkah tersebut diperlukan agar produktivitas dan kesejahteraan petani terus meningkat," katanya.
Kadin Indonesia pun menyatakan siap terus bersinergi dengan pemerintah guna mendukung kelancaran distribusi serta keberlanjutan Program MBG agar berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran hingga menjangkau seluruh pelosok Indonesia. (**/ybl)




JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mengapresiasi pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Program ini dinilai memberi manfaat nyata bagi anak-anak, terutama yang tinggal di wilayah pedesaan dan pelosok.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pangan Kadin Indonesia, Mulyadi Jayabaya, mengatakan masih banyak anak sekolah di daerah terpencil yang kesulitan mendapatkan asupan makanan bergizi setiap hari. Karena itu, kehadiran Program MBG dinilai menjadi langkah konkret dalam mengatasi persoalan tersebut.
"Anak sekolah di desa-desa terpencil, makan pagi, makan siang juga tidak, Pak. Tapi dengan adanya MBG, program Pak Prabowo ini, ini luar biasa," ujar Mulyadi Jayabaya, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas.
Selain berdampak pada sektor kesehatan, Kadin menilai Program MBG juga memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah. Pelibatan petani, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM sebagai bagian dari rantai pasok makanan bergizi dinilai mampu menggerakkan ekonomi masyarakat di tingkat lokal.
Di sisi lain, Kadin menilai penguatan ketahanan pangan nasional harus berjalan seiring dengan pelaksanaan Program MBG. Upaya meningkatkan produksi pangan dalam negeri dinilai menjadi kunci untuk memenuhi kebutuhan pangan sekitar 280 juta penduduk Indonesia secara berkelanjutan.
Mulyadi menekankan sedikitnya tiga langkah strategis yang perlu terus diperkuat, yakni penyediaan benih dan bibit unggul sesuai karakteristik daerah, perluasan akses pembiayaan bagi petani, serta peningkatan peran penyuluh pertanian di lapangan.
"Langkah tersebut diperlukan agar produktivitas dan kesejahteraan petani terus meningkat," katanya.
Kadin Indonesia pun menyatakan siap terus bersinergi dengan pemerintah guna mendukung kelancaran distribusi serta keberlanjutan Program MBG agar berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran hingga menjangkau seluruh pelosok Indonesia. (**/ybl)