logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pelalawan
Jalintim Pelalawan Macet Parah, Perjalanan ke Pekanbaru Tembus 7 Jam
Kondisi macet di Jalan lintas timur Pelalawan-Pekanbaru
Jalintim Pelalawan Macet Parah, Perjalanan ke Pekanbaru Tembus 7 Jam
Editor: Ridho Haztil | Penulis: aini syafitri az
Rubrik: news | 7 Agustus 2026 | 17:31:41

PELALAWAN-Kemacetan panjang kembali menghantui pengguna Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Pelalawan. Perbaikan jalan di sejumlah titik membuat arus lalu lintas tersendat dan antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter.

Kondisi tersebut paling dirasakan kendaraan yang melintas dari arah Pelalawan menuju Pekanbaru maupun sebaliknya. Kendaraan yang didominasi truk angkutan, mobil tangki, hingga kendaraan pribadi harus bergantian melewati satu lajur karena adanya penyempitan jalan.

Padatnya arus lalu lintas membuat waktu tempuh pengendara meningkat drastis. Perjalanan yang biasanya dapat ditempuh dalam hitungan jam, kini bisa memakan waktu hingga beberapa jam lebih lama.

iklan-view

Salah seorang pengguna jalan, Febri Wahyu Andika, mahasiswa asal Pelalawan yang tengah menuju Pekanbaru, mengatakan kemacetan membuat perjalanan menjadi tidak efisien.

“Kalau naik motor biasanya perjalanan dari Pelalawan ke Pekanbaru sekitar dua jam. Tapi kalau menggunakan mobil saat kondisi macet seperti ini bisa memakan waktu lima sampai tujuh jam,” ujar Febri.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat yang setiap hari harus bepergian menuju Pekanbaru, baik untuk bekerja, kuliah maupun keperluan lainnya.

Kemacetan juga menjadi persoalan bagi kendaraan angkutan yang melintasi jalur tersebut. Jalintim merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan Pelalawan dengan Pekanbaru sekaligus menjadi akses distribusi berbagai kebutuhan dan barang.

Febri berharap proses perbaikan jalan dapat segera dituntaskan sehingga pengguna jalan tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan.

“Semoga perbaikan jalan bisa segera selesai agar arus lalu lintas kembali lancar dan masyarakat tidak lagi terjebak kemacetan berjam-jam,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan terlihat memanjang di ruas jalan yang sedang diperbaiki. Petugas turut mengatur arus lalu lintas dengan menerapkan sistem buka-tutup agar kendaraan dari kedua arah dapat melintas secara bergantian.

Namun, tingginya volume kendaraan membuat kepadatan tetap terjadi. Truk dan kendaraan pribadi harus bergerak perlahan melewati titik penyempitan jalan.

Bagi masyarakat, penyelesaian perbaikan Jalintim menjadi kebutuhan mendesak. Selain memangkas waktu tempuh, jalan yang kembali normal diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus distribusi barang antara Pelalawan dan Pekanbaru.

Home / News
Jalintim Pelalawan Macet Parah, Perjalanan ke Pekanbaru Tembus 7 Jam
Editor: Ridho Haztil | Penulis: aini syafitri az
Rubrik: news | 7 Agustus 2026 | 17:31:41
Jalintim Pelalawan Macet Parah, Perjalanan ke Pekanbaru Tembus 7 Jam
Kondisi macet di Jalan lintas timur Pelalawan-Pekanbaru

PELALAWAN-Kemacetan panjang kembali menghantui pengguna Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Pelalawan. Perbaikan jalan di sejumlah titik membuat arus lalu lintas tersendat dan antrean kendaraan mengular hingga ratusan meter.

Kondisi tersebut paling dirasakan kendaraan yang melintas dari arah Pelalawan menuju Pekanbaru maupun sebaliknya. Kendaraan yang didominasi truk angkutan, mobil tangki, hingga kendaraan pribadi harus bergantian melewati satu lajur karena adanya penyempitan jalan.

Padatnya arus lalu lintas membuat waktu tempuh pengendara meningkat drastis. Perjalanan yang biasanya dapat ditempuh dalam hitungan jam, kini bisa memakan waktu hingga beberapa jam lebih lama.

Salah seorang pengguna jalan, Febri Wahyu Andika, mahasiswa asal Pelalawan yang tengah menuju Pekanbaru, mengatakan kemacetan membuat perjalanan menjadi tidak efisien.

“Kalau naik motor biasanya perjalanan dari Pelalawan ke Pekanbaru sekitar dua jam. Tapi kalau menggunakan mobil saat kondisi macet seperti ini bisa memakan waktu lima sampai tujuh jam,” ujar Febri.

Menurutnya, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas masyarakat yang setiap hari harus bepergian menuju Pekanbaru, baik untuk bekerja, kuliah maupun keperluan lainnya.

Kemacetan juga menjadi persoalan bagi kendaraan angkutan yang melintasi jalur tersebut. Jalintim merupakan salah satu jalur penting yang menghubungkan Pelalawan dengan Pekanbaru sekaligus menjadi akses distribusi berbagai kebutuhan dan barang.

Febri berharap proses perbaikan jalan dapat segera dituntaskan sehingga pengguna jalan tidak harus menghabiskan waktu berjam-jam di perjalanan.

“Semoga perbaikan jalan bisa segera selesai agar arus lalu lintas kembali lancar dan masyarakat tidak lagi terjebak kemacetan berjam-jam,” katanya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, antrean kendaraan terlihat memanjang di ruas jalan yang sedang diperbaiki. Petugas turut mengatur arus lalu lintas dengan menerapkan sistem buka-tutup agar kendaraan dari kedua arah dapat melintas secara bergantian.

Namun, tingginya volume kendaraan membuat kepadatan tetap terjadi. Truk dan kendaraan pribadi harus bergerak perlahan melewati titik penyempitan jalan.

Bagi masyarakat, penyelesaian perbaikan Jalintim menjadi kebutuhan mendesak. Selain memangkas waktu tempuh, jalan yang kembali normal diharapkan dapat menjaga kelancaran mobilitas warga sekaligus distribusi barang antara Pelalawan dan Pekanbaru.