logo
Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Hari Dicari Belum Berjejak, Keberadaan 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sekitar Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Jakarta
Mahasiswa Riau Tembus Pertamina Youth Program 2026, Belajar Masa Depan Energi
Pertamina Youth Program (PYP) 2026 yang mempertemukan 50 mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. (Foto: Istimewa)
Mahasiswa Riau Tembus Pertamina Youth Program 2026, Belajar Masa Depan Energi
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 8 Agustus 2026 | 17:09:46

JAKARTA-Isu ketahanan dan transisi energi mulai menjadi ruang pembelajaran baru bagi mahasiswa, termasuk generasi muda asal Riau. Hal itu terlihat dalam Pertamina Youth Program (PYP) 2026 yang mempertemukan 50 mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Salah satu peserta yang terpilih merupakan mahasiswa asal Riau dari Telkom University, Isti. Ia mengikuti program tersebut karena ingin memahami lebih jauh bagaimana sektor energi, pendidikan, dan program sosial dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

PYP 2026 mengusung tema “Pemuda Penggerak Transisi Energi untuk Kemandirian Nasional”. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai industri energi, strategi bisnis Pertamina, ketahanan energi nasional hingga berbagai peluang pengembangan energi rendah karbon.

iklan-view

Bagi mahasiswa, program tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan mengenai sektor energi, tetapi juga membuka diskusi mengenai tantangan energi Indonesia dan kontribusi generasi muda dalam menghadapi perubahan menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, tingginya minat mahasiswa terhadap PYP tahun ini menunjukkan semakin besarnya perhatian generasi muda terhadap persoalan energi dan keberlanjutan.

PYP 2026 diikuti 50 mahasiswa yang terpilih melalui proses seleksi dari lebih dari 1.600 pendaftar. Para peserta sebelumnya mengirimkan esai, kemudian sebanyak 800 esai diseleksi oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi, profesional, dan perwakilan Pertamina.

Jumlah pendaftar tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 500 pendaftar.

Menurut Arya, peningkatan minat itu menunjukkan adanya ketertarikan mahasiswa untuk memahami masa depan energi Indonesia sekaligus posisi Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Dalam pembukaan PYP 2026 di Bogor, Selasa, 4 Agustus 2026, peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi Pertamina dalam menjalankan mandat menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional melalui Dual Growth Strategy.

Strategi tersebut mencakup optimalisasi bisnis yang telah berjalan serta pengembangan bisnis rendah karbon.

Pembahasan tidak hanya berhenti pada strategi perusahaan. Mahasiswa juga mendapatkan informasi mengenai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang menyentuh berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB).

Program DEB menjadi salah satu contoh yang diperkenalkan dalam PYP 2026. Melalui program tersebut, masyarakat didorong memanfaatkan potensi energi nonfosil secara mandiri sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Pertamina berharap mahasiswa dapat membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan kampus maupun daerah asalnya, terutama ketika menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Arya menilai, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penyambung informasi kepada masyarakat. Pengetahuan mengenai ketahanan energi, transisi energi dan energi nonfosil diharapkan tidak berhenti di ruang diskusi PYP, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat.

Energi Jadi Ruang Diskusi Generasi Muda

Persoalan energi menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian dalam diskusi PYP 2026. Peserta mengangkat berbagai isu mulai dari energi nuklir, hidrogen hingga aspek regulasi.

Pertanyaan yang muncul dalam forum tersebut dinilai menunjukkan perspektif mahasiswa yang semakin beragam dalam melihat persoalan energi.

Bagi Indonesia, isu tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan menjaga ketahanan energi sekaligus mempersiapkan sumber energi masa depan. Karena itu, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman publik mengenai perubahan di sektor energi.

Bagi daerah seperti Riau, isu energi memiliki relevansi tersendiri. Riau selama ini dikenal memiliki aktivitas ekonomi yang berkaitan erat dengan sektor energi dan sumber daya alam. Karena itu, peningkatan literasi generasi muda mengenai transisi energi menjadi bagian penting dalam memahami perubahan sektor energi ke depan.

Isti mengatakan, pengalaman mengikuti PYP 2026 memberikan pemahaman baru mengenai isu energi sekaligus program sosial dan pendidikan yang dikembangkan Pertamina.

Ia berharap, program berkelanjutan di bidang pendidikan dan sosial dapat terus menjangkau masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Menurut Isti, materi yang diperoleh selama PYP memberikan perspektif yang lebih luas mengenai persoalan yang dihadapi generasi muda.

Ia juga berharap mahasiswa dapat terus memiliki ruang untuk berkolaborasi dengan berbagai program yang dijalankan Pertamina sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ada Peluang Beasiswa bagi Peserta Berprestasi

PYP 2026 juga menghadirkan terobosan baru melalui peluang pemberian beasiswa bagi peserta yang menunjukkan prestasi terbaik dan berhasil melewati tahapan seleksi lanjutan.

Program beasiswa tersebut menjadi bagian dari pengembangan peserta setelah mengikuti rangkaian PYP. Pertamina berharap kesempatan tersebut dapat membantu mahasiswa mengembangkan kapasitas sekaligus mendorong mereka berkontribusi bagi daerah dan Indonesia.

Melalui PYP 2026, Pertamina menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai peserta program, tetapi juga sebagai kelompok yang diharapkan memiliki pemahaman lebih kuat mengenai persoalan energi nasional.

Bagi mahasiswa asal Riau yang mengikuti program tersebut, pengalaman ini sekaligus menjadi ruang untuk membawa perspektif daerah ke dalam pembahasan energi nasional.

Pada akhirnya, PYP 2026 diarahkan untuk membangun ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor energi, sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan, kepemimpinan dan literasi energi generasi muda.

Keterlibatan mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk Riau, menjadi bagian dari proses tersebut. 

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibawa kembali ke kampus dan masyarakat sehingga pembahasan mengenai ketahanan serta transisi energi tidak hanya menjadi isu industri, tetapi juga menjadi bagian dari kesadaran generasi muda di daerah. (bsh)

Home / News
Mahasiswa Riau Tembus Pertamina Youth Program 2026, Belajar Masa Depan Energi
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: yob ayrus
Rubrik: news | 8 Agustus 2026 | 17:09:46
Mahasiswa Riau Tembus Pertamina Youth Program 2026, Belajar Masa Depan Energi
Pertamina Youth Program (PYP) 2026 yang mempertemukan 50 mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. (Foto: Istimewa)

JAKARTA-Isu ketahanan dan transisi energi mulai menjadi ruang pembelajaran baru bagi mahasiswa, termasuk generasi muda asal Riau. Hal itu terlihat dalam Pertamina Youth Program (PYP) 2026 yang mempertemukan 50 mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Salah satu peserta yang terpilih merupakan mahasiswa asal Riau dari Telkom University, Isti. Ia mengikuti program tersebut karena ingin memahami lebih jauh bagaimana sektor energi, pendidikan, dan program sosial dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

PYP 2026 mengusung tema “Pemuda Penggerak Transisi Energi untuk Kemandirian Nasional”. Program ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai industri energi, strategi bisnis Pertamina, ketahanan energi nasional hingga berbagai peluang pengembangan energi rendah karbon.

Bagi mahasiswa, program tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan mengenai sektor energi, tetapi juga membuka diskusi mengenai tantangan energi Indonesia dan kontribusi generasi muda dalam menghadapi perubahan menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.

Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita mengatakan, tingginya minat mahasiswa terhadap PYP tahun ini menunjukkan semakin besarnya perhatian generasi muda terhadap persoalan energi dan keberlanjutan.

PYP 2026 diikuti 50 mahasiswa yang terpilih melalui proses seleksi dari lebih dari 1.600 pendaftar. Para peserta sebelumnya mengirimkan esai, kemudian sebanyak 800 esai diseleksi oleh dewan juri yang terdiri atas akademisi, profesional, dan perwakilan Pertamina.

Jumlah pendaftar tersebut meningkat signifikan dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang berada di kisaran 500 pendaftar.

Menurut Arya, peningkatan minat itu menunjukkan adanya ketertarikan mahasiswa untuk memahami masa depan energi Indonesia sekaligus posisi Pertamina dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Dalam pembukaan PYP 2026 di Bogor, Selasa, 4 Agustus 2026, peserta mendapatkan pemaparan mengenai strategi Pertamina dalam menjalankan mandat menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional melalui Dual Growth Strategy.

Strategi tersebut mencakup optimalisasi bisnis yang telah berjalan serta pengembangan bisnis rendah karbon.

Pembahasan tidak hanya berhenti pada strategi perusahaan. Mahasiswa juga mendapatkan informasi mengenai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina yang menyentuh berbagai bidang, mulai dari pendidikan, pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga pengembangan Desa Energi Berdikari (DEB).

Program DEB menjadi salah satu contoh yang diperkenalkan dalam PYP 2026. Melalui program tersebut, masyarakat didorong memanfaatkan potensi energi nonfosil secara mandiri sesuai dengan potensi daerah masing-masing.

Pertamina berharap mahasiswa dapat membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan kampus maupun daerah asalnya, terutama ketika menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Arya menilai, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai penyambung informasi kepada masyarakat. Pengetahuan mengenai ketahanan energi, transisi energi dan energi nonfosil diharapkan tidak berhenti di ruang diskusi PYP, tetapi dapat diteruskan kepada masyarakat.

Energi Jadi Ruang Diskusi Generasi Muda

Persoalan energi menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian dalam diskusi PYP 2026. Peserta mengangkat berbagai isu mulai dari energi nuklir, hidrogen hingga aspek regulasi.

Pertanyaan yang muncul dalam forum tersebut dinilai menunjukkan perspektif mahasiswa yang semakin beragam dalam melihat persoalan energi.

Bagi Indonesia, isu tersebut memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan menjaga ketahanan energi sekaligus mempersiapkan sumber energi masa depan. Karena itu, keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman publik mengenai perubahan di sektor energi.

Bagi daerah seperti Riau, isu energi memiliki relevansi tersendiri. Riau selama ini dikenal memiliki aktivitas ekonomi yang berkaitan erat dengan sektor energi dan sumber daya alam. Karena itu, peningkatan literasi generasi muda mengenai transisi energi menjadi bagian penting dalam memahami perubahan sektor energi ke depan.

Isti mengatakan, pengalaman mengikuti PYP 2026 memberikan pemahaman baru mengenai isu energi sekaligus program sosial dan pendidikan yang dikembangkan Pertamina.

Ia berharap, program berkelanjutan di bidang pendidikan dan sosial dapat terus menjangkau masyarakat, termasuk pelajar dan mahasiswa yang masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

Menurut Isti, materi yang diperoleh selama PYP memberikan perspektif yang lebih luas mengenai persoalan yang dihadapi generasi muda.

Ia juga berharap mahasiswa dapat terus memiliki ruang untuk berkolaborasi dengan berbagai program yang dijalankan Pertamina sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Ada Peluang Beasiswa bagi Peserta Berprestasi

PYP 2026 juga menghadirkan terobosan baru melalui peluang pemberian beasiswa bagi peserta yang menunjukkan prestasi terbaik dan berhasil melewati tahapan seleksi lanjutan.

Program beasiswa tersebut menjadi bagian dari pengembangan peserta setelah mengikuti rangkaian PYP. Pertamina berharap kesempatan tersebut dapat membantu mahasiswa mengembangkan kapasitas sekaligus mendorong mereka berkontribusi bagi daerah dan Indonesia.

Melalui PYP 2026, Pertamina menempatkan mahasiswa bukan hanya sebagai peserta program, tetapi juga sebagai kelompok yang diharapkan memiliki pemahaman lebih kuat mengenai persoalan energi nasional.

Bagi mahasiswa asal Riau yang mengikuti program tersebut, pengalaman ini sekaligus menjadi ruang untuk membawa perspektif daerah ke dalam pembahasan energi nasional.

Pada akhirnya, PYP 2026 diarahkan untuk membangun ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan sektor energi, sekaligus memperkuat wawasan kebangsaan, kepemimpinan dan literasi energi generasi muda.

Keterlibatan mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk Riau, menjadi bagian dari proses tersebut. 

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat dibawa kembali ke kampus dan masyarakat sehingga pembahasan mengenai ketahanan serta transisi energi tidak hanya menjadi isu industri, tetapi juga menjadi bagian dari kesadaran generasi muda di daerah. (bsh)