
INHIL-Jejak dari telapak harimau terpantau di Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir. Kondisi ini membuat kekhawatiran masyarakat semakin meningkat. setelah jejak baru yang diduga merupakan jejak harimau kembali ditemukan.
Menyikapi kondisi ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung mengirimkan kandang perangkap untuk mengevakuasi harimau yang masih berkeliaran dan meresahkan warga.
Kandang perangkap tersebut dikirim dari Tembilahan menggunakan speedboat pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kandang berukuran panjang 180 sentimeter, lebar 70 sentimeter, dan tinggi 100 sentimeter dengan berat mencapai 135 kilogram.

Dalam pengiriman tersebut, tiga petugas BBKSDA Riau turut berangkat bersama seorang dokter hewan. Perjalanan dari Tembilahan menuju Pulau Burung memakan waktu sekitar tiga jam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidy, turut melepas keberangkatan petugas BBKSDA Riau bersama kandang perangkap tersebut.
Ia mengatakan, pengiriman kandang perangkap menjadi salah satu langkah penanganan untuk mengamankan harimau yang keberadaannya telah membuat warga Desa Danai khawatir.
"Kandangnya dikirim kemarin menggunakan speedboat," kata Junaidy, Selasa (11/8/26).
Sementara Humas BBKSDA Riau, Reni, membenarkan pengiriman kandang perangkap tersebut. Menurutnya, setelah tiba di Pulau Burung, tepatnya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang oleh petugas.
“Setibanya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang. Petugas BBKSDA terus berupaya melakukan evakuasi terhadap harimau tersebut,” ungkap Reni.
Upaya evakuasi dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan warga maupun petugas. Tim BBKSDA juga terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan satwa liar tersebut.
Kepala Desa Danai, Halim, berharap proses evakuasi dapat segera membuahkan hasil. Ia mengatakan, selama harimau masih berkeliaran di sekitar permukiman dan wilayah aktivitas warga, masyarakat masih dihantui rasa takut.
“Harapan kami harimau ini segera dievakuasi. Selama masih berkeliaran, warga masih takut beraktivitas,” ujar Halim.(MCR)




INHIL-Jejak dari telapak harimau terpantau di Desa Danai, Kecamatan Pulau Burung Kabupaten Indragiri Hilir. Kondisi ini membuat kekhawatiran masyarakat semakin meningkat. setelah jejak baru yang diduga merupakan jejak harimau kembali ditemukan.
Menyikapi kondisi ini, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung mengirimkan kandang perangkap untuk mengevakuasi harimau yang masih berkeliaran dan meresahkan warga.
Kandang perangkap tersebut dikirim dari Tembilahan menggunakan speedboat pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Kandang berukuran panjang 180 sentimeter, lebar 70 sentimeter, dan tinggi 100 sentimeter dengan berat mencapai 135 kilogram.
Dalam pengiriman tersebut, tiga petugas BBKSDA Riau turut berangkat bersama seorang dokter hewan. Perjalanan dari Tembilahan menuju Pulau Burung memakan waktu sekitar tiga jam.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil, Junaidy, turut melepas keberangkatan petugas BBKSDA Riau bersama kandang perangkap tersebut.
Ia mengatakan, pengiriman kandang perangkap menjadi salah satu langkah penanganan untuk mengamankan harimau yang keberadaannya telah membuat warga Desa Danai khawatir.
"Kandangnya dikirim kemarin menggunakan speedboat," kata Junaidy, Selasa (11/8/26).
Sementara Humas BBKSDA Riau, Reni, membenarkan pengiriman kandang perangkap tersebut. Menurutnya, setelah tiba di Pulau Burung, tepatnya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang oleh petugas.
“Setibanya di Desa Danai, kandang perangkap langsung dipasang. Petugas BBKSDA terus berupaya melakukan evakuasi terhadap harimau tersebut,” ungkap Reni.
Upaya evakuasi dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan warga maupun petugas. Tim BBKSDA juga terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan satwa liar tersebut.
Kepala Desa Danai, Halim, berharap proses evakuasi dapat segera membuahkan hasil. Ia mengatakan, selama harimau masih berkeliaran di sekitar permukiman dan wilayah aktivitas warga, masyarakat masih dihantui rasa takut.
“Harapan kami harimau ini segera dievakuasi. Selama masih berkeliaran, warga masih takut beraktivitas,” ujar Halim.(MCR)