logo
● Kabar Bahagia dari Tesso Nilo, Anak Gajah Sumatera Jantan Lahir Sehat di Camp EF Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tahan Imbang Malaysia 0-0, Posisi Garuda Tak Bergeming di Klasemen Grup A Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Disiplin Pertahanan Tembok Kokoh Indonesia Paksa Malaysia Imbang di SUGBK Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Farewell Parade Kapolres Pelalawan: John Louis Letedara Pergi, Ahmad Nur Ari Lan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gagal Pinjam HP, Pria di Sorek Todong Kasir Pakai Gunting dan Lukai Anak 9 Tahun Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Konflik Iran-AS Memanas, Rupiah Kembali Merosot Menuju Rp18.000 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Lima Remaja Diciduk Polisi Usai Dugaan Begal di Air Dingin Pekanbaru Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● JMSI Riau Buka UKW Semua Jenjang, Kesempatan Terbuka bagi Wartawan Non-JMSI Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / Karhutla
Kabut Asap Mulai Kepung Pekanbaru, Papan ISPU Depan Kantor BI Malah Mati
Papan Indeks StandarPencemaran Udara (ISPU) yang ada di Jalan Sudirman depan Gedung BI Pekanbaru.(ft:Ferdy)
Kabut Asap Mulai Kepung Pekanbaru, Papan ISPU Depan Kantor BI Malah Mati
Editor: Ridho Haztil | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: lingkungan | 11 Agustus 2026 | 15:45:15

PEKANBARU-Kabut asap mulai terlihat menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pekanbaru, Riau, pada Selasa pagi hingga siang, 11 Agustus 2026. Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan informasi kualitas udara secara akurat dan real-time.

Ironisnya, saat kabut asap mulai tampak, papan informasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berada di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Pekanbaru justru terpantau tidak berfungsi.

Pantauan di lapangan menunjukkan, papan informasi ISPU berlogo Bapedal tersebut dalam kondisi mati. Panel digital berwarna hitam yang seharusnya menampilkan angka indikator kualitas udara dari sejumlah parameter polutan tampak kosong tanpa informasi.

iklan-view

Kondisi ini cukup disayangkan mengingat papan ISPU merupakan salah satu fasilitas publik yang dibutuhkan masyarakat untuk mengetahui kondisi udara di wilayah Pekanbaru. Terlebih, kemunculan kabut asap mulai terlihat pada pagi hingga siang hari.

Matinya papan pemantau kualitas udara tersebut juga menjadi sorotan karena terjadi di tengah momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Di saat berbagai fasilitas publik dihiasi dengan nuansa perayaan kemerdekaan, fasilitas yang berkaitan langsung dengan informasi kesehatan lingkungan justru tidak dapat memberikan informasi kepada masyarakat.

Informasi mengenai ISPU dinilai sangat penting ketika kondisi udara mulai memburuk. Data tersebut dapat menjadi acuan bagi masyarakat, sekolah, perkantoran, maupun instansi terkait dalam menentukan langkah antisipasi, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat pun berharap pemerintah segera memastikan penyebab tidak berfungsinya papan ISPU tersebut dan melakukan perbaikan secepatnya. Ketersediaan informasi kualitas udara yang mudah diakses dinilai penting agar warga dapat mengetahui kondisi terkini dan mengambil langkah pencegahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), mengenai penyebab matinya papan informasi ISPU tersebut.

Warga berharap fasilitas tersebut segera kembali berfungsi, sehingga masyarakat Pekanbaru tidak harus menebak-nebak kondisi udara saat kabut asap mulai menyelimuti kota.

Kabut Asap Mulai Kepung Pekanbaru, Papan ISPU Depan Kantor BI Malah Mati
Editor: Ridho Haztil | Penulis: ferdy mahdavikia
Rubrik: lingkungan | 11 Agustus 2026 | 15:45:15
Kabut Asap Mulai Kepung Pekanbaru, Papan ISPU Depan Kantor BI Malah Mati
Papan Indeks StandarPencemaran Udara (ISPU) yang ada di Jalan Sudirman depan Gedung BI Pekanbaru.(ft:Ferdy)

PEKANBARU-Kabut asap mulai terlihat menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pekanbaru, Riau, pada Selasa pagi hingga siang, 11 Agustus 2026. Kondisi tersebut mulai menimbulkan kekhawatiran masyarakat, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan informasi kualitas udara secara akurat dan real-time.

Ironisnya, saat kabut asap mulai tampak, papan informasi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berada di depan Kantor Bank Indonesia (BI) Pekanbaru justru terpantau tidak berfungsi.

Pantauan di lapangan menunjukkan, papan informasi ISPU berlogo Bapedal tersebut dalam kondisi mati. Panel digital berwarna hitam yang seharusnya menampilkan angka indikator kualitas udara dari sejumlah parameter polutan tampak kosong tanpa informasi.

Kondisi ini cukup disayangkan mengingat papan ISPU merupakan salah satu fasilitas publik yang dibutuhkan masyarakat untuk mengetahui kondisi udara di wilayah Pekanbaru. Terlebih, kemunculan kabut asap mulai terlihat pada pagi hingga siang hari.

Matinya papan pemantau kualitas udara tersebut juga menjadi sorotan karena terjadi di tengah momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Di saat berbagai fasilitas publik dihiasi dengan nuansa perayaan kemerdekaan, fasilitas yang berkaitan langsung dengan informasi kesehatan lingkungan justru tidak dapat memberikan informasi kepada masyarakat.

Informasi mengenai ISPU dinilai sangat penting ketika kondisi udara mulai memburuk. Data tersebut dapat menjadi acuan bagi masyarakat, sekolah, perkantoran, maupun instansi terkait dalam menentukan langkah antisipasi, terutama untuk melindungi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat pun berharap pemerintah segera memastikan penyebab tidak berfungsinya papan ISPU tersebut dan melakukan perbaikan secepatnya. Ketersediaan informasi kualitas udara yang mudah diakses dinilai penting agar warga dapat mengetahui kondisi terkini dan mengambil langkah pencegahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), mengenai penyebab matinya papan informasi ISPU tersebut.

Warga berharap fasilitas tersebut segera kembali berfungsi, sehingga masyarakat Pekanbaru tidak harus menebak-nebak kondisi udara saat kabut asap mulai menyelimuti kota.