logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Penjualan Bendera di Pekanbaru Lesu, Pedagang Sebut Turun Hingga 50 Persen
Pedagang bendera mulai ramai di sejumlah lokasi di Pekanbaru. (Foto: Wahyu Falatehan/PekanbaruTv)
Penjualan Bendera di Pekanbaru Lesu, Pedagang Sebut Turun Hingga 50 Persen
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 13 Agustus 2026 | 11:50:54

PEKANBARU-Pedagang bendera Merah Putih musiman mulai memenuhi sejumlah ruas jalan di Pekanbaru, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya aktivitas menjelang 17 Agustus, pedagang mengaku penjualan tahun ini masih lebih sepi dibandingkan periode sama tahun lalu.

Salah satu lokasi yang menjadi tempat berjualan pedagang musiman berada di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru. Sejak akhir Juli 2026, trotoar di kawasan jalan protokol tersebut mulai dihiasi berbagai jenis bendera, umbul-umbul dan perlengkapan bernuansa merah putih.

Keberadaan pedagang tersebut menjadi salah satu penanda bahwa perayaan kemerdekaan mulai memasuki periode persiapan. Beragam bendera ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari ukuran standar untuk rumah hingga bendera berukuran lebih panjang yang umumnya digunakan di lingkungan perkantoran.

iklan-view

Selain bendera Merah Putih, pedagang juga menyediakan umbul-umbul dengan berbagai ukuran untuk kebutuhan dekorasi lingkungan kantor maupun kawasan permukiman.

Yanto, salah seorang pedagang bendera musiman di Jalan Sudirman mengatakan, harga yang ditawarkan cukup beragam. Perbedaan harga bergantung pada jenis dan ukuran bendera serta hasil negosiasi dengan pembeli.

"Macam-macam tergantung negonya, ada yang 500, ada yang 350, ada 300 dan ada yang 25 ribu untuk bendera rumahan," ujar Yanto.

Dikatakan, produk yang paling banyak diminati pembeli sejauh ini adalah bendera berukuran panjang dan umbul-umbul yang biasanya digunakan untuk kebutuhan perkantoran.

"Bendera yang paling banyak dibeli yang berukuran panjang serta umbul-umbul, untuk kantor," kata Yanto.

Meski demikian, aktivitas jual beli yang berlangsung sejak akhir Juli tersebut belum menunjukkan keramaian seperti yang diharapkan pedagang. Yanto menyebut jumlah pembeli tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia memperkirakan jumlah pembeli berkurang sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut menurutnya cukup berbeda karena pada waktu yang sama tahun sebelumnya pembeli biasanya sudah mulai ramai.

"Untuk pembeli sekarang berkurang 50 persen dibanding tahun lalu. Biasanya di tanggal segini sudah ramai, tapi sekarang masih sepi," ujarnya.

Pedagang Menunggu Lonjakan Pembeli

Menjelang puncak peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus, para pedagang bendera musiman masih berharap terjadi peningkatan permintaan.

Pola penjualan perlengkapan kemerdekaan biasanya berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat, kantor, dan berbagai lingkungan yang melakukan pemasangan bendera serta dekorasi menjelang perayaan Hari Kemerdekaan.

Bagi pedagang musiman, periode menjelang 17 Agustus menjadi waktu penting untuk mendapatkan pemasukan dari penjualan bendera dan perlengkapan kemerdekaan. Karena itu, mereka masih menunggu kemungkinan meningkatnya jumlah pembeli pada hari-hari terakhir sebelum peringatan kemerdekaan.

Yanto mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab menurunnya jumlah pembeli tahun ini. Ia hanya melihat kondisi transaksi di lapangan yang belum seramai tahun sebelumnya.

Pedagang pun masih berharap kondisi tersebut berubah mendekati puncak perayaan kemerdekaan. Munculnya pedagang bendera musiman di sejumlah titik Kota Pekanbaru sendiri merupakan fenomena yang lazim terlihat menjelang Agustus. Jalan Sudirman sebagai salah satu ruas utama kota menjadi salah satu lokasi yang terlihat ramai oleh aktivitas penjualan perlengkapan bernuansa kemerdekaan.

Bagi masyarakat, keberadaan pedagang tersebut sekaligus menyediakan pilihan bagi warga yang membutuhkan bendera Merah Putih untuk dipasang di rumah maupun tempat usaha. Sementara bagi pedagang, momentum tahunan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan pendapatan melalui penjualan perlengkapan kemerdekaan.

Dengan semakin dekatnya tanggal 17 Agustus, pedagang masih berharap permintaan meningkat sehingga penjualan yang hingga kini disebut turun sekitar separuh dibanding tahun lalu dapat kembali bergerak naik.

Perkembangan penjualan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu bagi pedagang musiman yang menggantungkan omzet pada momentum perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. (*)

Home / News
Penjualan Bendera di Pekanbaru Lesu, Pedagang Sebut Turun Hingga 50 Persen
Editor: Boy Surya Hamta | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: news | 13 Agustus 2026 | 11:50:54
Penjualan Bendera di Pekanbaru Lesu, Pedagang Sebut Turun Hingga 50 Persen
Pedagang bendera mulai ramai di sejumlah lokasi di Pekanbaru. (Foto: Wahyu Falatehan/PekanbaruTv)

PEKANBARU-Pedagang bendera Merah Putih musiman mulai memenuhi sejumlah ruas jalan di Pekanbaru, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Namun, di tengah meningkatnya aktivitas menjelang 17 Agustus, pedagang mengaku penjualan tahun ini masih lebih sepi dibandingkan periode sama tahun lalu.

Salah satu lokasi yang menjadi tempat berjualan pedagang musiman berada di sepanjang Jalan Sudirman, Pekanbaru. Sejak akhir Juli 2026, trotoar di kawasan jalan protokol tersebut mulai dihiasi berbagai jenis bendera, umbul-umbul dan perlengkapan bernuansa merah putih.

Keberadaan pedagang tersebut menjadi salah satu penanda bahwa perayaan kemerdekaan mulai memasuki periode persiapan. Beragam bendera ditawarkan kepada masyarakat, mulai dari ukuran standar untuk rumah hingga bendera berukuran lebih panjang yang umumnya digunakan di lingkungan perkantoran.

Selain bendera Merah Putih, pedagang juga menyediakan umbul-umbul dengan berbagai ukuran untuk kebutuhan dekorasi lingkungan kantor maupun kawasan permukiman.

Yanto, salah seorang pedagang bendera musiman di Jalan Sudirman mengatakan, harga yang ditawarkan cukup beragam. Perbedaan harga bergantung pada jenis dan ukuran bendera serta hasil negosiasi dengan pembeli.

"Macam-macam tergantung negonya, ada yang 500, ada yang 350, ada 300 dan ada yang 25 ribu untuk bendera rumahan," ujar Yanto.

Dikatakan, produk yang paling banyak diminati pembeli sejauh ini adalah bendera berukuran panjang dan umbul-umbul yang biasanya digunakan untuk kebutuhan perkantoran.

"Bendera yang paling banyak dibeli yang berukuran panjang serta umbul-umbul, untuk kantor," kata Yanto.

Meski demikian, aktivitas jual beli yang berlangsung sejak akhir Juli tersebut belum menunjukkan keramaian seperti yang diharapkan pedagang. Yanto menyebut jumlah pembeli tahun ini mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia memperkirakan jumlah pembeli berkurang sekitar 50 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kondisi tersebut menurutnya cukup berbeda karena pada waktu yang sama tahun sebelumnya pembeli biasanya sudah mulai ramai.

"Untuk pembeli sekarang berkurang 50 persen dibanding tahun lalu. Biasanya di tanggal segini sudah ramai, tapi sekarang masih sepi," ujarnya.

Pedagang Menunggu Lonjakan Pembeli

Menjelang puncak peringatan HUT ke-81 RI pada 17 Agustus, para pedagang bendera musiman masih berharap terjadi peningkatan permintaan.

Pola penjualan perlengkapan kemerdekaan biasanya berkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat, kantor, dan berbagai lingkungan yang melakukan pemasangan bendera serta dekorasi menjelang perayaan Hari Kemerdekaan.

Bagi pedagang musiman, periode menjelang 17 Agustus menjadi waktu penting untuk mendapatkan pemasukan dari penjualan bendera dan perlengkapan kemerdekaan. Karena itu, mereka masih menunggu kemungkinan meningkatnya jumlah pembeli pada hari-hari terakhir sebelum peringatan kemerdekaan.

Yanto mengatakan, dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab menurunnya jumlah pembeli tahun ini. Ia hanya melihat kondisi transaksi di lapangan yang belum seramai tahun sebelumnya.

Pedagang pun masih berharap kondisi tersebut berubah mendekati puncak perayaan kemerdekaan. Munculnya pedagang bendera musiman di sejumlah titik Kota Pekanbaru sendiri merupakan fenomena yang lazim terlihat menjelang Agustus. Jalan Sudirman sebagai salah satu ruas utama kota menjadi salah satu lokasi yang terlihat ramai oleh aktivitas penjualan perlengkapan bernuansa kemerdekaan.

Bagi masyarakat, keberadaan pedagang tersebut sekaligus menyediakan pilihan bagi warga yang membutuhkan bendera Merah Putih untuk dipasang di rumah maupun tempat usaha. Sementara bagi pedagang, momentum tahunan ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan pendapatan melalui penjualan perlengkapan kemerdekaan.

Dengan semakin dekatnya tanggal 17 Agustus, pedagang masih berharap permintaan meningkat sehingga penjualan yang hingga kini disebut turun sekitar separuh dibanding tahun lalu dapat kembali bergerak naik.

Perkembangan penjualan dalam beberapa hari ke depan akan menjadi penentu bagi pedagang musiman yang menggantungkan omzet pada momentum perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. (*)