
JAKARTA -Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap kapal dagang MV Tihamah di perairan Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, yang berdampak pada tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI).
Serangan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena satu ABK WNI hingga kini masih belum ditemukan. Sementara dua WNI lainnya berhasil diselamatkan, meski salah satunya harus mendapat perawatan medis.
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah mengatakan, proses pencarian terhadap ABK yang masih hilang terus dilakukan oleh pihak terkait.

“Untuk satu ABK lainnya masih belum ditemukan. Upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait,” ujar Heni, Kamis (13/8).
Informasi terbaru mengenai kondisi para ABK WNI tersebut diterima pemerintah Indonesia melalui nota diplomatik dari Kementerian Luar Negeri Yaman pada Kamis pagi.
Dikutip dari Antara, MV Tihamah membawa 11 awak kapal, terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI. Dalam insiden tersebut, seorang ABK WNI mengalami luka ringan akibat serpihan. Luka yang dialaminya tidak memerlukan penanganan medis.
Sementara seorang WNI lainnya mengalami luka dan telah mendapat perawatan di rumah sakit.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan perlindungan para ABK WNI. Pemerintah juga menyiapkan kemungkinan memfasilitasi pemulangan mereka ke Indonesia apabila kondisi memungkinkan.
Indonesia juga mengambil sikap diplomatik atas serangan tersebut. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan kecaman langsung kepada Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba melalui percakapan telepon pada Rabu (12/8).
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan Sugiono menekankan pentingnya langkah konkret untuk mencegah konflik berkembang dan memicu korban lebih banyak.
“Menlu RI mengecam keras serangan ini dan menekankan perlunya langkah untuk mencegah eskalasi lanjutan,” kata Yvonne dalam taklimat media di Jakarta.
Dalam pembicaraan itu, Sugiono juga mengapresiasi bantuan pemerintah Yaman terhadap para ABK WNI, termasuk pembukaan akses konsuler.
Menurut laporan Anadolu, serangan tersebut diduga dilakukan kelompok Houthi. Media Al-Jumhuriya TV sebelumnya melaporkan dua warga Pakistan turut tewas.
Selat Bab Al-Mandeb merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi bagian penting dari perdagangan internasional.
Houthi Tuduh Kargo MV Tihamah Bawa Peralatan Militer
Sementara itu, Otoritas militer Yaman di bawah kendali Houthi menuduh kapal kargo MV Tihamah mengangkut peralatan militer Saudi di Selat Bab al-Mandab.
Pernyataan ini mereka sampaikan setelah serangan terhadap MV Tihamah terjadi, melalui kantor berita Saba yang dikendalikan pemerintahan Yaman versi Houthi.
Informasi lain terkait serangan terhadap MV Tihamah dipublikasi oleh kantor berita Tasnim, milik pemerintah Iran.
Mengutip pejabat Houthi di Sanaa, kantor berita Tasnim menyebut serangan terhadap MV Tihamah terjadi di Pelabuhan al-Makha, yang terletak di pantai barat Yaman.
Otoritas Houthi menuding kapal kargo itu membawa peralatan militer Arab Saudi yang hendak diserahkan kepada tentara bayaran Yaman. Tuduhan ini belum mendapat respons dari Arab Saudi.



JAKARTA -Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan terhadap kapal dagang MV Tihamah di perairan Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, yang berdampak pada tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI).
Serangan tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena satu ABK WNI hingga kini masih belum ditemukan. Sementara dua WNI lainnya berhasil diselamatkan, meski salah satunya harus mendapat perawatan medis.
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah mengatakan, proses pencarian terhadap ABK yang masih hilang terus dilakukan oleh pihak terkait.
“Untuk satu ABK lainnya masih belum ditemukan. Upaya pencarian dan penyisiran di wilayah laut masih terus dilakukan secara intensif oleh pihak-pihak terkait,” ujar Heni, Kamis (13/8).
Informasi terbaru mengenai kondisi para ABK WNI tersebut diterima pemerintah Indonesia melalui nota diplomatik dari Kementerian Luar Negeri Yaman pada Kamis pagi.
Dikutip dari Antara, MV Tihamah membawa 11 awak kapal, terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI. Dalam insiden tersebut, seorang ABK WNI mengalami luka ringan akibat serpihan. Luka yang dialaminya tidak memerlukan penanganan medis.
Sementara seorang WNI lainnya mengalami luka dan telah mendapat perawatan di rumah sakit.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Muscat terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan perlindungan para ABK WNI. Pemerintah juga menyiapkan kemungkinan memfasilitasi pemulangan mereka ke Indonesia apabila kondisi memungkinkan.
Indonesia juga mengambil sikap diplomatik atas serangan tersebut. Menteri Luar Negeri RI Sugiono menyampaikan kecaman langsung kepada Menteri Luar Negeri Yaman Afrah Abdulaziz Al-Zouba melalui percakapan telepon pada Rabu (12/8).
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan Sugiono menekankan pentingnya langkah konkret untuk mencegah konflik berkembang dan memicu korban lebih banyak.
“Menlu RI mengecam keras serangan ini dan menekankan perlunya langkah untuk mencegah eskalasi lanjutan,” kata Yvonne dalam taklimat media di Jakarta.
Dalam pembicaraan itu, Sugiono juga mengapresiasi bantuan pemerintah Yaman terhadap para ABK WNI, termasuk pembukaan akses konsuler.
Menurut laporan Anadolu, serangan tersebut diduga dilakukan kelompok Houthi. Media Al-Jumhuriya TV sebelumnya melaporkan dua warga Pakistan turut tewas.
Selat Bab Al-Mandeb merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi bagian penting dari perdagangan internasional.
Houthi Tuduh Kargo MV Tihamah Bawa Peralatan Militer
Sementara itu, Otoritas militer Yaman di bawah kendali Houthi menuduh kapal kargo MV Tihamah mengangkut peralatan militer Saudi di Selat Bab al-Mandab.
Pernyataan ini mereka sampaikan setelah serangan terhadap MV Tihamah terjadi, melalui kantor berita Saba yang dikendalikan pemerintahan Yaman versi Houthi.
Informasi lain terkait serangan terhadap MV Tihamah dipublikasi oleh kantor berita Tasnim, milik pemerintah Iran.
Mengutip pejabat Houthi di Sanaa, kantor berita Tasnim menyebut serangan terhadap MV Tihamah terjadi di Pelabuhan al-Makha, yang terletak di pantai barat Yaman.
Otoritas Houthi menuding kapal kargo itu membawa peralatan militer Arab Saudi yang hendak diserahkan kepada tentara bayaran Yaman. Tuduhan ini belum mendapat respons dari Arab Saudi.