logo
Keroyok Tukang Gigi hingga Tewas ,Tiga Pemuda Jadi Tersangka Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Pasar Kodim Diduga Dialihfungsikan Jadi Kampus, KOMPOR Foundation dan PPSP Perta Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi DPR Dengarkan Tuntutan 36 Ribu Kades AMJ Terkait Perpanjangan Masa Jabatan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Menpora dan Ketua KOI Resmi Kukuhkan Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Perkasa, Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kembali ke Pasar In Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Komjak RI Turun ke Kejari Pekanbaru, Pastikan Pengaduan Masyarakat Ditindaklanju Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Eskalasi Konflik Memanas, Harga Minyak Dunia Mendekati Level US$100 per Barel Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Manchester City Pimpin Klasemen Liga Champions Usai Taklukkan Porto Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / POLITIK
Pidato di Sidang Tahunan MPR, Prabowo: Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan dalam Setahun
Presiden Prabowo Subianto saat pidato di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: Ist/Antara)
Pidato di Sidang Tahunan MPR, Prabowo: Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan dalam Setahun
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 14 Agustus 2026 | 21:28:07

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada delapan komoditas pangan hanya dalam waktu satu tahun. Capaian tersebut lebih cepat dibandingkan target awal pemerintah yang diproyeksikan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan akan kita capai dalam 4 sampai 5 tahun, ternyata berhasil capai dalam waktu 1 tahun,” kata Presiden Prabowo.

iklan-view

Delapan komoditas yang telah mencapai swasembada tersebut meliputi beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

“Saya sudah sampaikan di awal pidato ini, dalam satu tahun terakhir, Indonesia mencapai swasembada 8 komoditas pangan. Kita sekarang swasembada beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam dan bawang merah,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri semakin penting di tengah konflik geopolitik, perang dagang, gangguan rantai pasok, dan tekanan ekonomi global. Indonesia, kata dia, harus semakin mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.

“Bangsa yang kuat harus mampu memberi makan rakyatnya sendiri,” ujarnya.

Pemerintah juga melakukan sejumlah pembenahan untuk mengatasi persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari akses pupuk hingga aturan yang berbelit. Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk telah dihapus, sementara harga pupuk berhasil diturunkan sebesar 20 persen.

“Ketika kita berbicara tentang pupuk, kita berbicara tentang pendapatan petani, harga pangan, dan kedaulatan bangsa,” kata Prabowo.

Pemerintah selanjutnya masih mengupayakan swasembada bawang putih, kedelai, daging sapi, dan daging kerbau. Prabowo menyebut Indonesia pada dasarnya juga telah swasembada protein melalui ikan, telur, dan daging ayam.

Selain pangan, pemerintah mulai mewujudkan swasembada energi melalui produksi diesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar sehingga dapat menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau 9,5 miliar dolar AS.

Sebelumnya, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menilai kemandirian pangan dan energi penting untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 2 tahun, swasembada pangan, yang lama menjadi mimpi, kini menjadi kenyataan. Kemandirian energi menampakkan titik terangnya,” kata Sultan.

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menekankan pengelolaan sumber daya nasional harus tetap ditujukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Pengelolaan sumber daya alam kita harus berlandaskan pada keadilan, keberlanjutan, dan kelestarian ekologi,” tegas Muzani. (*)

Home / News
Pidato di Sidang Tahunan MPR, Prabowo: Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan dalam Setahun
Editor: Arya Mahendra
Rubrik: news | 14 Agustus 2026 | 21:28:07
Pidato di Sidang Tahunan MPR, Prabowo: Indonesia Swasembada 8 Komoditas Pangan dalam Setahun
Presiden Prabowo Subianto saat pidato di Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: Ist/Antara)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan Indonesia berhasil mencapai swasembada delapan komoditas pangan hanya dalam waktu satu tahun. Capaian tersebut lebih cepat dibandingkan target awal pemerintah yang diproyeksikan membutuhkan waktu empat hingga lima tahun.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

“Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan akan kita capai dalam 4 sampai 5 tahun, ternyata berhasil capai dalam waktu 1 tahun,” kata Presiden Prabowo.

Delapan komoditas yang telah mencapai swasembada tersebut meliputi beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.

“Saya sudah sampaikan di awal pidato ini, dalam satu tahun terakhir, Indonesia mencapai swasembada 8 komoditas pangan. Kita sekarang swasembada beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam dan bawang merah,” ujarnya.

Menurut Prabowo, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri semakin penting di tengah konflik geopolitik, perang dagang, gangguan rantai pasok, dan tekanan ekonomi global. Indonesia, kata dia, harus semakin mampu berdiri di atas kekuatan sendiri.

“Bangsa yang kuat harus mampu memberi makan rakyatnya sendiri,” ujarnya.

Pemerintah juga melakukan sejumlah pembenahan untuk mengatasi persoalan yang selama ini dihadapi petani, mulai dari akses pupuk hingga aturan yang berbelit. Sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk telah dihapus, sementara harga pupuk berhasil diturunkan sebesar 20 persen.

“Ketika kita berbicara tentang pupuk, kita berbicara tentang pendapatan petani, harga pangan, dan kedaulatan bangsa,” kata Prabowo.

Pemerintah selanjutnya masih mengupayakan swasembada bawang putih, kedelai, daging sapi, dan daging kerbau. Prabowo menyebut Indonesia pada dasarnya juga telah swasembada protein melalui ikan, telur, dan daging ayam.

Selain pangan, pemerintah mulai mewujudkan swasembada energi melalui produksi diesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar sehingga dapat menghemat devisa sekitar Rp170 triliun atau 9,5 miliar dolar AS.

Sebelumnya, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menilai kemandirian pangan dan energi penting untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

“Alhamdulillah, dalam waktu kurang dari 2 tahun, swasembada pangan, yang lama menjadi mimpi, kini menjadi kenyataan. Kemandirian energi menampakkan titik terangnya,” kata Sultan.

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani menekankan pengelolaan sumber daya nasional harus tetap ditujukan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Pengelolaan sumber daya alam kita harus berlandaskan pada keadilan, keberlanjutan, dan kelestarian ekologi,” tegas Muzani. (*)