
PEKANBARU-Tiga mantan Gubernur Riau menyampaikan pesan berbeda namun saling berkaitan kepada generasi muda menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Mereka menilai pemuda perlu memperkuat pendidikan, memahami sejarah perjuangan bangsa, sekaligus menguasai teknologi agar mampu mengambil peran dalam pembangunan Riau.
Pesan itu disampaikan Mambang Mit, Annas Maamun, dan Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru, Minggu (16/8/2026). Dikutip dari mediacentreriau, ketiganya melihat tantangan generasi muda semakin kompleks, sehingga bekal pendidikan dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting untuk menghadapi perubahan zaman.

Mantan Wakil Gubernur Riau yang pernah menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Mambang Mit, menilai kualitas pemuda akan sangat menentukan arah masa depan daerah. Karena itu, generasi muda diminta tidak berhenti meningkatkan kemampuan, tetapi juga menggunakannya untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
“Generasi muda adalah harapan bangsa,” ujar Mambang Mit. Ia menekankan pentingnya kemauan belajar dan membangun kapasitas diri agar pemuda mampu menghasilkan kontribusi nyata.
Mambang juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Menurut dia, keterlibatan masyarakat dan pemerintah harus berjalan beriringan agar berbagai program pembangunan dapat mencapai hasil yang diharapkan.
Sementara itu, Annas Maamun mengajak masyarakat menjadikan HUT ke-81 RI sebagai kesempatan untuk kembali mengingat perjalanan bangsa menuju kemerdekaan. Ia meminta penghormatan terhadap veteran tetap menjadi bagian penting dalam setiap momentum peringatan kemerdekaan.
Mantan Gubernur Riau periode 2014–2015 itu juga menyoroti pendidikan sejarah di sekolah. Menurut Annas, pengetahuan mengenai perjuangan para pahlawan perlu terus diwariskan kepada generasi muda supaya nilai nasionalisme tidak terkikis oleh perkembangan zaman.
“Generasi muda harus dibekali dengan arti sejarah perjuangan,” katanya. Ia menilai pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter sekaligus arah pembangunan bangsa.
Pesan mengenai pendidikan juga disampaikan Arsyadjuliandi Rachman. Gubernur Riau periode 2016–2018 yang akrab disapa Andi Rachman itu meminta pelajar dan mahasiswa serius menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, generasi muda harus menyiapkan diri agar setelah menyelesaikan studi dapat segera mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Andi Rachman juga mengingatkan posisi Riau yang berada dekat dengan negara-negara tetangga dengan perkembangan teknologi yang pesat. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi anak muda Riau.
“Generasi muda di Provinsi Riau harus siap menghadapi perkembangan zaman dengan menguasai teknologi,” tegasnya.
Ia berharap kemampuan teknologi tidak hanya digunakan untuk mengikuti tren, tetapi diarahkan untuk mendukung pendidikan, membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi daerah.
Pesan tiga tokoh tersebut bermuara pada satu hal: kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui seremoni. Nilai kemerdekaan perlu diteruskan melalui generasi yang berpendidikan, memahami sejarah, mampu mengikuti perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan Riau.
Semangat itu harus menjadi bekal menghadapi persaingan global yang ketat.




PEKANBARU-Tiga mantan Gubernur Riau menyampaikan pesan berbeda namun saling berkaitan kepada generasi muda menjelang peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Mereka menilai pemuda perlu memperkuat pendidikan, memahami sejarah perjuangan bangsa, sekaligus menguasai teknologi agar mampu mengambil peran dalam pembangunan Riau.
Pesan itu disampaikan Mambang Mit, Annas Maamun, dan Arsyadjuliandi Rachman di Pekanbaru, Minggu (16/8/2026). Dikutip dari mediacentreriau, ketiganya melihat tantangan generasi muda semakin kompleks, sehingga bekal pendidikan dan kemampuan beradaptasi menjadi modal penting untuk menghadapi perubahan zaman.
Mantan Wakil Gubernur Riau yang pernah menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Riau, Mambang Mit, menilai kualitas pemuda akan sangat menentukan arah masa depan daerah. Karena itu, generasi muda diminta tidak berhenti meningkatkan kemampuan, tetapi juga menggunakannya untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
“Generasi muda adalah harapan bangsa,” ujar Mambang Mit. Ia menekankan pentingnya kemauan belajar dan membangun kapasitas diri agar pemuda mampu menghasilkan kontribusi nyata.
Mambang juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Menurut dia, keterlibatan masyarakat dan pemerintah harus berjalan beriringan agar berbagai program pembangunan dapat mencapai hasil yang diharapkan.
Sementara itu, Annas Maamun mengajak masyarakat menjadikan HUT ke-81 RI sebagai kesempatan untuk kembali mengingat perjalanan bangsa menuju kemerdekaan. Ia meminta penghormatan terhadap veteran tetap menjadi bagian penting dalam setiap momentum peringatan kemerdekaan.
Mantan Gubernur Riau periode 2014–2015 itu juga menyoroti pendidikan sejarah di sekolah. Menurut Annas, pengetahuan mengenai perjuangan para pahlawan perlu terus diwariskan kepada generasi muda supaya nilai nasionalisme tidak terkikis oleh perkembangan zaman.
“Generasi muda harus dibekali dengan arti sejarah perjuangan,” katanya. Ia menilai pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan karakter sekaligus arah pembangunan bangsa.
Pesan mengenai pendidikan juga disampaikan Arsyadjuliandi Rachman. Gubernur Riau periode 2016–2018 yang akrab disapa Andi Rachman itu meminta pelajar dan mahasiswa serius menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, generasi muda harus menyiapkan diri agar setelah menyelesaikan studi dapat segera mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Andi Rachman juga mengingatkan posisi Riau yang berada dekat dengan negara-negara tetangga dengan perkembangan teknologi yang pesat. Kondisi tersebut, menurut dia, menjadi tantangan sekaligus peluang bagi anak muda Riau.
“Generasi muda di Provinsi Riau harus siap menghadapi perkembangan zaman dengan menguasai teknologi,” tegasnya.
Ia berharap kemampuan teknologi tidak hanya digunakan untuk mengikuti tren, tetapi diarahkan untuk mendukung pendidikan, membuka peluang usaha, meningkatkan produktivitas, dan melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi daerah.
Pesan tiga tokoh tersebut bermuara pada satu hal: kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui seremoni. Nilai kemerdekaan perlu diteruskan melalui generasi yang berpendidikan, memahami sejarah, mampu mengikuti perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian terhadap masa depan Riau.
Semangat itu harus menjadi bekal menghadapi persaingan global yang ketat.