logo
Terbitkan Surat Rekomendasi, ‎Bupati Rohil Resmi Dukung Pembentukan Provinsi Ria Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dari Rekam Medis Menuju Rekam Pendidikan Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kualitas Udara Pekanbaru Mulai Membaik, Saatnya Kembali Sekolah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi PERBASASI Riau Tancap Gas, Matangkan Regenerasi Atlet hingga Kejuaraan Internasi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Hotspot Riau Melonjak Jadi 317 Titik, Indragiri Hulu Tertinggi Capai 154 Titik Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Dua Hari Dicari Belum Berjejak, Keberadaan 5 Jurnalis dan 3 Kru di Sekitar Anak Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kopdes Merah Putih Diklaim Tak Matikan UMKM, Disperindagkop UKM: Justru Jadi Pen Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Optimalisasi Hak Kesehatan WBP, Lapas Bagansiapiapi Gandeng RS Cahaya Ujung Tanj Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Lingkungan / PEKANBARU
Kabut Asap Tipis Selimuti Kota Pekanbaru, BMKG: Kiriman dari Karhutla Daerah Tetangga
Kabut asap tipis terlihat menyelimuti jalan Sudirman, Pekanbaru. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)
Kabut Asap Tipis Selimuti Kota Pekanbaru, BMKG: Kiriman dari Karhutla Daerah Tetangga
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 18 Agustus 2026 | 16:12:25

PEKANBARU - Kabut asap tipis mulai menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau. Fenomena ini merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah daerah di Provinsi Riau, Selasa (18/8/2026).

Kondisi tersebut mulai mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas di luar ruangan. Rizki, salah seorang pengendara ojek online di Pekanbaru, mengaku pandangan dan pernapasan terasa terganggu akibat polusi udara tersebut.

"Saat berada di jalan raya, udara terasa sesak saat dihirup," ujar Rizki.

iklan-view

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa kabut asap yang terdeteksi di Pekanbaru merupakan asap kiriman dari daerah tetangga, khususnya Kabupaten Pelalawan.

Berdasarkan data pantauan BMKG Pekanbaru, terdeteksi sebanyak 50 titik panas (hotspot) yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan total 22 titik.

Guna menanggulangi Karhutla yang kian meluas, Tim Satgas Karhutla Riau terus bergerak melakukan berbagai upaya pemadaman. Selain menerjunkan personel untuk pemadaman jalur darat, pemadaman udara (water bombing) menggunakan helikopter serta operasi Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) juga terus digencarkan untuk memicu hujan buatan. (why)

Kabut Asap Tipis Selimuti Kota Pekanbaru, BMKG: Kiriman dari Karhutla Daerah Tetangga
Editor: Arya Mahendra | Penulis: wahyu falatehan
Rubrik: lingkungan | 18 Agustus 2026 | 16:12:25
Kabut Asap Tipis Selimuti Kota Pekanbaru, BMKG: Kiriman dari Karhutla Daerah Tetangga
Kabut asap tipis terlihat menyelimuti jalan Sudirman, Pekanbaru. (Foto: Wahyu/Pekanbarutv)

PEKANBARU - Kabut asap tipis mulai menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau. Fenomena ini merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah daerah di Provinsi Riau, Selasa (18/8/2026).

Kondisi tersebut mulai mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas di luar ruangan. Rizki, salah seorang pengendara ojek online di Pekanbaru, mengaku pandangan dan pernapasan terasa terganggu akibat polusi udara tersebut.

"Saat berada di jalan raya, udara terasa sesak saat dihirup," ujar Rizki.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa kabut asap yang terdeteksi di Pekanbaru merupakan asap kiriman dari daerah tetangga, khususnya Kabupaten Pelalawan.

Berdasarkan data pantauan BMKG Pekanbaru, terdeteksi sebanyak 50 titik panas (hotspot) yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan total 22 titik.

Guna menanggulangi Karhutla yang kian meluas, Tim Satgas Karhutla Riau terus bergerak melakukan berbagai upaya pemadaman. Selain menerjunkan personel untuk pemadaman jalur darat, pemadaman udara (water bombing) menggunakan helikopter serta operasi Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) juga terus digencarkan untuk memicu hujan buatan. (why)