
PEKANBARU - Kabut asap tipis mulai menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau. Fenomena ini merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah daerah di Provinsi Riau, Selasa (18/8/2026).
Kondisi tersebut mulai mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas di luar ruangan. Rizki, salah seorang pengendara ojek online di Pekanbaru, mengaku pandangan dan pernapasan terasa terganggu akibat polusi udara tersebut.
"Saat berada di jalan raya, udara terasa sesak saat dihirup," ujar Rizki.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa kabut asap yang terdeteksi di Pekanbaru merupakan asap kiriman dari daerah tetangga, khususnya Kabupaten Pelalawan.
Berdasarkan data pantauan BMKG Pekanbaru, terdeteksi sebanyak 50 titik panas (hotspot) yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan total 22 titik.
Guna menanggulangi Karhutla yang kian meluas, Tim Satgas Karhutla Riau terus bergerak melakukan berbagai upaya pemadaman. Selain menerjunkan personel untuk pemadaman jalur darat, pemadaman udara (water bombing) menggunakan helikopter serta operasi Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) juga terus digencarkan untuk memicu hujan buatan. (why)




PEKANBARU - Kabut asap tipis mulai menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Riau. Fenomena ini merupakan dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali melanda sejumlah daerah di Provinsi Riau, Selasa (18/8/2026).
Kondisi tersebut mulai mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas di luar ruangan. Rizki, salah seorang pengendara ojek online di Pekanbaru, mengaku pandangan dan pernapasan terasa terganggu akibat polusi udara tersebut.
"Saat berada di jalan raya, udara terasa sesak saat dihirup," ujar Rizki.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa kabut asap yang terdeteksi di Pekanbaru merupakan asap kiriman dari daerah tetangga, khususnya Kabupaten Pelalawan.
Berdasarkan data pantauan BMKG Pekanbaru, terdeteksi sebanyak 50 titik panas (hotspot) yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Dari jumlah tersebut, sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Pelalawan dengan total 22 titik.
Guna menanggulangi Karhutla yang kian meluas, Tim Satgas Karhutla Riau terus bergerak melakukan berbagai upaya pemadaman. Selain menerjunkan personel untuk pemadaman jalur darat, pemadaman udara (water bombing) menggunakan helikopter serta operasi Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) juga terus digencarkan untuk memicu hujan buatan. (why)