logo
Akademisi Kritik Penanganan Karhutla Riau: Jangan Sekadar Padamkan Api Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Nasional
Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing
kondisi bangunan yang rubuh akibat gempa NTT (ft:Inews.id)
Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 18 Agustus 2026 | 18:07:38

JAKARTA-Pemerintah Indonesia belum menilai bantuan dari negara lain diperlukan untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebutuhan darurat di wilayah terdampak, mulai dari logistik hingga tempat pengungsian, masih dinilai mampu ditangani pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan penanganan bencana melalui laporan dari tim yang berada di lapangan.

Pemantauan dilakukan setiap hari untuk memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi sekaligus melihat apakah kapasitas penanganan nasional masih mencukupi.

iklan-view

“Belum ya. Nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan lakukan setiap hari memonitor teman-teman di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta seperti dikutip dari Voi

Menurut Prasetyo, pemerintah sejauh ini masih mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa. Penanganan mencakup distribusi bantuan logistik serta penyediaan lokasi bagi warga yang harus mengungsi.

Namun, pemerintah tidak hanya berfokus pada fase tanggap darurat. Kebutuhan tempat tinggal warga setelah masa pengungsian juga mulai dipetakan.

Prasetyo menyebut pemerintah telah mengidentifikasi kebutuhan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa.

“Bahkan rencana-rencana untuk perbaikan, baik huntara maupun huntap, itu pun sudah dalam proses diidentifikasi,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan lanjutan setelah kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi. Pemerintah perlu memastikan warga yang kehilangan atau tidak dapat menempati rumahnya memiliki tempat tinggal selama proses pemulihan berlangsung.

Meski saat ini belum membutuhkan bantuan asing, pemerintah tetap membuka kemungkinan perubahan kebijakan apabila kondisi di lapangan berkembang dan kapasitas penanganan nasional tidak lagi mencukupi.

“Nanti kita lihat,” kata Prasetyo.

Sebelumnya, pemerintah telah mengirim sejumlah pejabat dan menteri ke NTT untuk memantau langsung penanganan pascagempa. Dukungan logistik juga terus digerakkan melalui kementerian dan lembaga terkait, termasuk TNI.

Pemerintah kini menghadapi dua kebutuhan utama dalam penanganan gempa NTT, yakni memastikan bantuan darurat dapat menjangkau warga terdampak serta menyiapkan proses pemulihan tempat tinggal.

Keputusan untuk menerima atau tidak menerima bantuan dari negara lain akan ditentukan berdasarkan perkembangan kebutuhan di lapangan. Pemerintah menegaskan pemantauan kondisi masyarakat terdampak masih terus dilakukan.(*)

Home / News
Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 18 Agustus 2026 | 18:07:38
Penanganan Gempa NTT, Pemerintah Masih Mampu Belum Buka Bantuan Asing
kondisi bangunan yang rubuh akibat gempa NTT (ft:Inews.id)

JAKARTA-Pemerintah Indonesia belum menilai bantuan dari negara lain diperlukan untuk menangani dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kebutuhan darurat di wilayah terdampak, mulai dari logistik hingga tempat pengungsian, masih dinilai mampu ditangani pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan penanganan bencana melalui laporan dari tim yang berada di lapangan.

Pemantauan dilakukan setiap hari untuk memastikan kebutuhan warga terdampak tetap terpenuhi sekaligus melihat apakah kapasitas penanganan nasional masih mencukupi.

“Belum ya. Nanti kita lihat karena berdasarkan laporan juga kami kebetulan lakukan setiap hari memonitor teman-teman di lapangan, semua masih bisa kita tangani dengan baik,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta seperti dikutip dari Voi

Menurut Prasetyo, pemerintah sejauh ini masih mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak gempa. Penanganan mencakup distribusi bantuan logistik serta penyediaan lokasi bagi warga yang harus mengungsi.

Namun, pemerintah tidak hanya berfokus pada fase tanggap darurat. Kebutuhan tempat tinggal warga setelah masa pengungsian juga mulai dipetakan.

Prasetyo menyebut pemerintah telah mengidentifikasi kebutuhan pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang rumahnya terdampak gempa.

“Bahkan rencana-rencana untuk perbaikan, baik huntara maupun huntap, itu pun sudah dalam proses diidentifikasi,” ujarnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari penanganan lanjutan setelah kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi. Pemerintah perlu memastikan warga yang kehilangan atau tidak dapat menempati rumahnya memiliki tempat tinggal selama proses pemulihan berlangsung.

Meski saat ini belum membutuhkan bantuan asing, pemerintah tetap membuka kemungkinan perubahan kebijakan apabila kondisi di lapangan berkembang dan kapasitas penanganan nasional tidak lagi mencukupi.

“Nanti kita lihat,” kata Prasetyo.

Sebelumnya, pemerintah telah mengirim sejumlah pejabat dan menteri ke NTT untuk memantau langsung penanganan pascagempa. Dukungan logistik juga terus digerakkan melalui kementerian dan lembaga terkait, termasuk TNI.

Pemerintah kini menghadapi dua kebutuhan utama dalam penanganan gempa NTT, yakni memastikan bantuan darurat dapat menjangkau warga terdampak serta menyiapkan proses pemulihan tempat tinggal.

Keputusan untuk menerima atau tidak menerima bantuan dari negara lain akan ditentukan berdasarkan perkembangan kebutuhan di lapangan. Pemerintah menegaskan pemantauan kondisi masyarakat terdampak masih terus dilakukan.(*)