
JAKARTA-Indonesia bersama Turki dan 10 negara lainnya mengecam keras serangan Israel terhadap pangkalan militer Abu Al-Duhur di Suriah. Serangan tersebut dinilai sebagai bentuk eskalasi ekstrem dan pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah.
Kecaman itu disampaikan melalui pernyataan bersama para menteri luar negeri Indonesia, Turki, Aljazair, Yordania, Lebanon, Malaysia, Mauritania, Pakistan, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Somalia pada Jumat (21/8).
Para menteri luar negeri menilai serangan Israel tidak hanya menyasar wilayah Suriah. Aksi tersebut juga dianggap mengancam kedaulatan, keutuhan wilayah, serta persatuan politik negara tersebut.

“Serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan persatuan politik Suriah,” demikian inti pernyataan bersama tersebut.
Dikutip dari Kompas, mereka menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap berlanjutnya serangan Israel. Kondisi itu dinilai semakin memperburuk kerusakan wilayah dan infrastruktur Suriah setelah bertahun-tahun dilanda konflik.
Menurut para menteri luar negeri, situasi tersebut berpotensi menghambat upaya Suriah memulihkan keamanan nasional. Rekonstruksi institusi negara dan penanganan dampak kemanusiaan juga dapat semakin sulit dilakukan.
Pernyataan bersama tersebut menyoroti dampak yang lebih luas dari operasi militer Israel di wilayah Suriah.
Para menlu memperingatkan bahwa pelanggaran berkelanjutan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan.
Situasi itu juga dinilai dapat melemahkan upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas Timur Tengah. Selain itu, mereka menilai tindakan tersebut berisiko semakin mengikis penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Karena itu, komunitas internasional didesak mengambil sikap yang tegas, jelas, dan berprinsip terhadap serangan Israel.
Para menteri luar negeri juga meminta negara-negara terkait mengambil langkah konkret sesuai hukum internasional dan Piagam PBB.
Indonesia dan negara-negara penandatangan pernyataan bersama juga kembali menekankan pentingnya kesepakatan antara Israel dan Suriah pada 1974.
Kesepakatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya eskalasi militer lebih jauh.
Para menlu mendesak agar ketentuan kesepakatan tersebut dihormati. Mereka juga menyerukan penarikan pasukan Israel dari wilayah Suriah yang diduduki.
Menurut mereka, penghormatan terhadap kesepakatan dan penarikan pasukan merupakan langkah penting untuk menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.
Mereka menegaskan bahwa Suriah memiliki hak atas kedaulatan, kemerdekaan, keutuhan wilayah, dan persatuan politiknya.




JAKARTA-Indonesia bersama Turki dan 10 negara lainnya mengecam keras serangan Israel terhadap pangkalan militer Abu Al-Duhur di Suriah. Serangan tersebut dinilai sebagai bentuk eskalasi ekstrem dan pelanggaran terhadap kedaulatan Suriah.
Kecaman itu disampaikan melalui pernyataan bersama para menteri luar negeri Indonesia, Turki, Aljazair, Yordania, Lebanon, Malaysia, Mauritania, Pakistan, Palestina, Qatar, Arab Saudi, dan Somalia pada Jumat (21/8).
Para menteri luar negeri menilai serangan Israel tidak hanya menyasar wilayah Suriah. Aksi tersebut juga dianggap mengancam kedaulatan, keutuhan wilayah, serta persatuan politik negara tersebut.
“Serangan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan persatuan politik Suriah,” demikian inti pernyataan bersama tersebut.
Dikutip dari Kompas, mereka menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap berlanjutnya serangan Israel. Kondisi itu dinilai semakin memperburuk kerusakan wilayah dan infrastruktur Suriah setelah bertahun-tahun dilanda konflik.
Menurut para menteri luar negeri, situasi tersebut berpotensi menghambat upaya Suriah memulihkan keamanan nasional. Rekonstruksi institusi negara dan penanganan dampak kemanusiaan juga dapat semakin sulit dilakukan.
Pernyataan bersama tersebut menyoroti dampak yang lebih luas dari operasi militer Israel di wilayah Suriah.
Para menlu memperingatkan bahwa pelanggaran berkelanjutan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah Suriah berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan.
Situasi itu juga dinilai dapat melemahkan upaya menciptakan perdamaian dan stabilitas Timur Tengah. Selain itu, mereka menilai tindakan tersebut berisiko semakin mengikis penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Karena itu, komunitas internasional didesak mengambil sikap yang tegas, jelas, dan berprinsip terhadap serangan Israel.
Para menteri luar negeri juga meminta negara-negara terkait mengambil langkah konkret sesuai hukum internasional dan Piagam PBB.
Indonesia dan negara-negara penandatangan pernyataan bersama juga kembali menekankan pentingnya kesepakatan antara Israel dan Suriah pada 1974.
Kesepakatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya eskalasi militer lebih jauh.
Para menlu mendesak agar ketentuan kesepakatan tersebut dihormati. Mereka juga menyerukan penarikan pasukan Israel dari wilayah Suriah yang diduduki.
Menurut mereka, penghormatan terhadap kesepakatan dan penarikan pasukan merupakan langkah penting untuk menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.
Mereka menegaskan bahwa Suriah memiliki hak atas kedaulatan, kemerdekaan, keutuhan wilayah, dan persatuan politiknya.