
PEKANBARU - Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Pekanbaru. Selain berasal dari dampak karhutla di Riau, asap tersebut juga kiriman dari provinsi tetangga.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Sofyan Franyata (SF) Hariyanto menyebut kondisi tersebut tidak seluruhnya disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.
Menurut SF Hariyanto, sebagian asap yang masuk ke Pekanbaru merupakan kiriman dari wilayah Sumatera Selatan dan Jambi.

Pergerakan asap tersebut terbawa dari arah selatan menuju utara, melintasi wilayah Riau, sebelum bergerak ke arah negara Malaysia.
“Memang di Pekanbaru ini asap sudah mulai banyak. Tapi ini bukan dari kita saja, ada kiriman dari Sumatera Selatan, dari Jambi,” kata Sofyan saat rapat penanganan karhutla di ruang rapat kantor Gubernur Riau pada Minggu, (23/8/2026).
Mantan PJ Gubernur Riau itu mengakui wilayah Riau memang memiliki sejumlah titik karhutla, di antaranya di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu).
Namun ia nenilai jumlah asap yang masuk ke Pekanbaru lebih banyak berasal dari Sumatera Selatan.
“Memang ada lokasi Pelalawan dan Inhu. Tapi yang banyak kiriman dari Sumatera Selatan,” bebernya.
Dia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga persoalan asap yang melanda sejumlah wilayah dapat berkurang.
Sebelumnya, Sofyan juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi yang kering sehingga menimbulkan resiko kebakaran.
Sebab, satu orang yang sengaja membakar lahan, maka akan berdampak untuk semua masyarakat di Provinsi Riau.
"Jangan membakar lahan, Satu orang membakar lahan bisa berdampak ke semua orang, " tegasnya.
Penanganan karhutla dinilai memerlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat melaporkan apabila menemukan titik kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan.
"Kami meminta masyarakat turut membantu dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau aktivitas pembakaran, " pungkasnya. (har)



PEKANBARU - Kabut asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Pekanbaru. Selain berasal dari dampak karhutla di Riau, asap tersebut juga kiriman dari provinsi tetangga.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau Sofyan Franyata (SF) Hariyanto menyebut kondisi tersebut tidak seluruhnya disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.
Menurut SF Hariyanto, sebagian asap yang masuk ke Pekanbaru merupakan kiriman dari wilayah Sumatera Selatan dan Jambi.
Pergerakan asap tersebut terbawa dari arah selatan menuju utara, melintasi wilayah Riau, sebelum bergerak ke arah negara Malaysia.
“Memang di Pekanbaru ini asap sudah mulai banyak. Tapi ini bukan dari kita saja, ada kiriman dari Sumatera Selatan, dari Jambi,” kata Sofyan saat rapat penanganan karhutla di ruang rapat kantor Gubernur Riau pada Minggu, (23/8/2026).
Mantan PJ Gubernur Riau itu mengakui wilayah Riau memang memiliki sejumlah titik karhutla, di antaranya di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu (Inhu).
Namun ia nenilai jumlah asap yang masuk ke Pekanbaru lebih banyak berasal dari Sumatera Selatan.
“Memang ada lokasi Pelalawan dan Inhu. Tapi yang banyak kiriman dari Sumatera Selatan,” bebernya.
Dia berharap kondisi cuaca segera membaik sehingga persoalan asap yang melanda sejumlah wilayah dapat berkurang.
Sebelumnya, Sofyan juga menegaskan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di tengah kondisi yang kering sehingga menimbulkan resiko kebakaran.
Sebab, satu orang yang sengaja membakar lahan, maka akan berdampak untuk semua masyarakat di Provinsi Riau.
"Jangan membakar lahan, Satu orang membakar lahan bisa berdampak ke semua orang, " tegasnya.
Penanganan karhutla dinilai memerlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.
Oleh sebab itu, ia meminta agar masyarakat melaporkan apabila menemukan titik kebakaran maupun aktivitas pembakaran lahan.
"Kami meminta masyarakat turut membantu dengan segera melaporkan apabila menemukan adanya kebakaran atau aktivitas pembakaran, " pungkasnya. (har)