
PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengungkap kondisi petugas dan masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius dalam penanganan karhutla di Riau.
Hal tersebut disampaikan Irjen Herry saat memaparkan kondisi penanganan karhutla kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (24/8/2026) siang.
Irjen Herry menjelaskan, Polda Riau bersama pemerintah daerah telah mendirikan sejumlah posko kesehatan bagi masyarakat terdampak asap. Masker dibagikan dan fasilitas oksigen disiapkan di sejumlah kantor kepolisian serta kantor kelurahan.

Menurutnya, fasilitas oksigen juga dibutuhkan bagi petugas yang bekerja langsung di tengah lokasi kebakaran. Petugas diminta beristirahat secara berkala di posko untuk mendapatkan udara yang lebih segar dan mencegah gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Ia mencontohkan seorang anggota Manggala Agni yang meninggal dunia tahun ini setelah mengalami kekurangan oksigen saat menjalankan tugas pemadaman.
“Jadi setiap mereka melakukan pemadaman, mereka mampir 15 menit mereka mendapatkan udara segar,” kata Irjen Herry dalam pemaparannya.
Presiden Prabowo kemudian menanyakan jumlah tabung oksigen yang masih dibutuhkan untuk penanganan karhutla di Riau.
Irjen Herry menyebut, untuk wilayah Kerumutan yang terdampak karhutla, saat ini tersedia sekitar 30 tabung. Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah menyiapkan tambahan 50 tabung.
Namun, kebutuhan di lapangan masih jauh lebih besar. Herry memperkirakan Riau membutuhkan sekitar 500 tabung oksigen tambahan.
Prabowo langsung menyetujui permintaan tersebut dan memerintahkan agar 500 tabung oksigen segera dikirim ke Riau.
Presiden bahkan meminta jumlahnya dapat ditambah menjadi 700 tabung untuk memastikan ketersediaan cadangan.
Selain penanganan kesehatan, Irjen Herry memaparkan berbagai langkah pencegahan karhutla yang dilakukan secara kolaboratif. Di antaranya edukasi sejak usia dini, patroli bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan spanduk, apel siaga, pembangunan embung, hingga pengawasan pembukaan lahan.
Irjen Herry juga menyampaikan bahwa kebakaran di wilayah Kerumutan kembali terjadi setelah sebelumnya sempat dipadamkan. Api kembali menyebar akibat pengaruh angin dan karakteristik lahan gambut.
Prabowo mengapresiasi langkah penanganan yang dilakukan seluruh unsur di Riau. Ia menilai sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci dalam menekan dampak karhutla.
Presiden meminta seluruh upaya tersebut terus dilakukan dan perkembangan penanganan karhutla di Riau dilaporkan secara berkala. (ric)



PEKANBARU - Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengungkap kondisi petugas dan masyarakat yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius dalam penanganan karhutla di Riau.
Hal tersebut disampaikan Irjen Herry saat memaparkan kondisi penanganan karhutla kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru, Senin (24/8/2026) siang.
Irjen Herry menjelaskan, Polda Riau bersama pemerintah daerah telah mendirikan sejumlah posko kesehatan bagi masyarakat terdampak asap. Masker dibagikan dan fasilitas oksigen disiapkan di sejumlah kantor kepolisian serta kantor kelurahan.
Menurutnya, fasilitas oksigen juga dibutuhkan bagi petugas yang bekerja langsung di tengah lokasi kebakaran. Petugas diminta beristirahat secara berkala di posko untuk mendapatkan udara yang lebih segar dan mencegah gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Ia mencontohkan seorang anggota Manggala Agni yang meninggal dunia tahun ini setelah mengalami kekurangan oksigen saat menjalankan tugas pemadaman.
“Jadi setiap mereka melakukan pemadaman, mereka mampir 15 menit mereka mendapatkan udara segar,” kata Irjen Herry dalam pemaparannya.
Presiden Prabowo kemudian menanyakan jumlah tabung oksigen yang masih dibutuhkan untuk penanganan karhutla di Riau.
Irjen Herry menyebut, untuk wilayah Kerumutan yang terdampak karhutla, saat ini tersedia sekitar 30 tabung. Pemerintah Provinsi Riau sebelumnya telah menyiapkan tambahan 50 tabung.
Namun, kebutuhan di lapangan masih jauh lebih besar. Herry memperkirakan Riau membutuhkan sekitar 500 tabung oksigen tambahan.
Prabowo langsung menyetujui permintaan tersebut dan memerintahkan agar 500 tabung oksigen segera dikirim ke Riau.
Presiden bahkan meminta jumlahnya dapat ditambah menjadi 700 tabung untuk memastikan ketersediaan cadangan.
Selain penanganan kesehatan, Irjen Herry memaparkan berbagai langkah pencegahan karhutla yang dilakukan secara kolaboratif. Di antaranya edukasi sejak usia dini, patroli bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, sosialisasi kepada masyarakat, pemasangan spanduk, apel siaga, pembangunan embung, hingga pengawasan pembukaan lahan.
Irjen Herry juga menyampaikan bahwa kebakaran di wilayah Kerumutan kembali terjadi setelah sebelumnya sempat dipadamkan. Api kembali menyebar akibat pengaruh angin dan karakteristik lahan gambut.
Prabowo mengapresiasi langkah penanganan yang dilakukan seluruh unsur di Riau. Ia menilai sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci dalam menekan dampak karhutla.
Presiden meminta seluruh upaya tersebut terus dilakukan dan perkembangan penanganan karhutla di Riau dilaporkan secara berkala. (ric)