logo
Kejar Kemiskinan 2 Persen, Pemko Pekanbaru Petakan Wilayah Prioritas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kejagung Sita Rp5 Miliar, Nama Ferry Boboho Muncul dalam Penyidikan Kasus Febrie Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Istri Sedang Melahirkan, Pengurus Ponpes Ash-Sholihah Sleman Diduga Perkosa Eks Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Kuasa Hukum PT SPRH Divonis 12 Tahun, Korupsi Dana PI PHR Rugikan Negara Rp64,2 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Rupiah Melemah ke Rp17.585, Reli 5 Hari Terhenti di Akhir Pekan, Ancaman The Fed Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Ombudsman Dorong DPM-PTSP Pekanbaru Jadi Benchmark Tata Kelola Investasi Nasiona Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Berawal dari Jajanan Viral, Mochillpku Raup Omzet Jutaan Rupiah Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi Diduga Hendak Transaksi Sabu di Kebun Karet Kampar Kiri, Pria Dan Wanita Ini Dib Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Target APBD Riau Rp10 Triliun, DPRD Minta PBBKB hingga Aset Daerah Dioptimalkan
ilustrasi
Target APBD Riau Rp10 Triliun, DPRD Minta PBBKB hingga Aset Daerah Dioptimalkan
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 27 Agustus 2026 | 14:58:14

PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 mencapai Rp10 triliun.Target tersebut naik sekitar Rp1,6 triliun dibandingkan APBD Riau 2026 yang ditetapkan sebesar Rp8,4 triliun.

Rencana peningkatan anggaran itu mendapat perhatian dari DPRD Riau. Legislator menilai target Rp10 triliun masih realistis selama pemerintah serius mengoptimalkan seluruh sumber pendapatan daerah.

Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah, mengatakan pencapaian target tersebut sangat bergantung pada pelaksanaan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) DPRD terkait optimalisasi pendapatan.

iklan-view

Menurutnya, masih terdapat sejumlah sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan penerimaan daerah.

“Kalau rekomendasi Pansus dijalankan, saya yakin target Rp10 triliun itu bisa dicapai,” ujar Abdullah, Kamis (27/8/2026).

Ia menyebut Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebagai salah satu sumber yang perlu mendapat perhatian lebih serius.

Selain itu, penerimaan dari Pajak Air Permukaan (PAP) juga dinilai masih dapat ditingkatkan.

Pemprov Riau juga diminta mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan.

Abdullah menilai pengelolaan berbagai sumber tersebut harus dilakukan berdasarkan pendataan dan pengawasan yang lebih baik.

“Mulai dari PBBKB, Pajak Air Permukaan, kemudian aset. Itu masih banyak potensi yang bisa digarap maksimal sesuai dengan rekomendasi,” katanya.

Menurut Abdullah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau memiliki peran penting dalam mengejar peningkatan penerimaan tersebut.

Bapenda perlu memperkuat pendataan objek pajak, pengawasan serta penagihan terhadap sumber-sumber pendapatan daerah.

Ia mengingatkan, target APBD tidak akan tercapai hanya dengan menetapkan angka Rp10 triliun dalam perencanaan anggaran.

Dibutuhkan kerja bersama seluruh organisasi perangkat daerah dan aparatur sipil negara (ASN) yang berkaitan dengan penerimaan daerah.

“Harus dibarengi dengan keseriusan tim di Bapenda dan semua pihak yang terkait dengan pendapatan,” ujarnya.

Abdullah optimistis Pemprov Riau mampu mencapai target tersebut. Namun, optimisme itu harus diikuti langkah konkret untuk memastikan setiap potensi pendapatan benar-benar masuk ke kas daerah.

Jika optimalisasi berhasil dilakukan, peningkatan APBD 2027 diharapkan tidak hanya menjadi target angka, tetapi juga memperkuat kemampuan fiskal Riau membiayai pembangunan dan pelayanan publik.(*) 

Home / News
Target APBD Riau Rp10 Triliun, DPRD Minta PBBKB hingga Aset Daerah Dioptimalkan
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 27 Agustus 2026 | 14:58:14
Target APBD Riau Rp10 Triliun, DPRD Minta PBBKB hingga Aset Daerah Dioptimalkan
ilustrasi

PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menargetkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 mencapai Rp10 triliun.Target tersebut naik sekitar Rp1,6 triliun dibandingkan APBD Riau 2026 yang ditetapkan sebesar Rp8,4 triliun.

Rencana peningkatan anggaran itu mendapat perhatian dari DPRD Riau. Legislator menilai target Rp10 triliun masih realistis selama pemerintah serius mengoptimalkan seluruh sumber pendapatan daerah.

Anggota Komisi III DPRD Riau, Abdullah, mengatakan pencapaian target tersebut sangat bergantung pada pelaksanaan rekomendasi Panitia Khusus (Pansus) DPRD terkait optimalisasi pendapatan.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah sektor yang memiliki potensi besar untuk meningkatkan penerimaan daerah.

“Kalau rekomendasi Pansus dijalankan, saya yakin target Rp10 triliun itu bisa dicapai,” ujar Abdullah, Kamis (27/8/2026).

Ia menyebut Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebagai salah satu sumber yang perlu mendapat perhatian lebih serius.

Selain itu, penerimaan dari Pajak Air Permukaan (PAP) juga dinilai masih dapat ditingkatkan.

Pemprov Riau juga diminta mengoptimalkan aset daerah yang selama ini belum memberikan kontribusi maksimal terhadap pendapatan.

Abdullah menilai pengelolaan berbagai sumber tersebut harus dilakukan berdasarkan pendataan dan pengawasan yang lebih baik.

“Mulai dari PBBKB, Pajak Air Permukaan, kemudian aset. Itu masih banyak potensi yang bisa digarap maksimal sesuai dengan rekomendasi,” katanya.

Menurut Abdullah, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau memiliki peran penting dalam mengejar peningkatan penerimaan tersebut.

Bapenda perlu memperkuat pendataan objek pajak, pengawasan serta penagihan terhadap sumber-sumber pendapatan daerah.

Ia mengingatkan, target APBD tidak akan tercapai hanya dengan menetapkan angka Rp10 triliun dalam perencanaan anggaran.

Dibutuhkan kerja bersama seluruh organisasi perangkat daerah dan aparatur sipil negara (ASN) yang berkaitan dengan penerimaan daerah.

“Harus dibarengi dengan keseriusan tim di Bapenda dan semua pihak yang terkait dengan pendapatan,” ujarnya.

Abdullah optimistis Pemprov Riau mampu mencapai target tersebut. Namun, optimisme itu harus diikuti langkah konkret untuk memastikan setiap potensi pendapatan benar-benar masuk ke kas daerah.

Jika optimalisasi berhasil dilakukan, peningkatan APBD 2027 diharapkan tidak hanya menjadi target angka, tetapi juga memperkuat kemampuan fiskal Riau membiayai pembangunan dan pelayanan publik.(*)