
PEKANBARU-Pembahasan APBD Perubahan 2026 Kota Pekanbaru berpacu dengan waktu. Dokumen anggaran tersebut ditargetkan rampung dan disahkan paling lambat 30 September 2026.
Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid meminta pembahasan APBD Perubahan segera menjadi perhatian. Menurutnya, masih tersedia waktu untuk memastikan anggaran perubahan dapat digunakan bagi program prioritas masyarakat.
Saat ini, Badan Anggaran DPRD Pekanbaru masih membahas KUA-PPAS APBD 2027. Namun, proses tersebut tidak boleh membuat pembahasan APBD Perubahan 2026 terabaikan.

“Sekarang ini sedang pembahasan KUA-PPAS, prosesnya sedang berjalan. Sekarang kita ingin fokus agar bisa segera melakukan pembahasan terkait anggaran perubahan 2026,” kata Isa, Selasa (1/9/2026).
Isa mengatakan pengesahan APBD Perubahan idealnya dilakukan sebelum batas akhir September. Dengan demikian, pemerintah daerah masih memiliki waktu untuk menjalankan sejumlah program hingga akhir tahun anggaran.
“Kalau APBD Perubahan ini seharusnya sampai akhir September itu sudah bisa diparipurnakan,” ujarnya.
Menurut Isa, percepatan pembahasan diperlukan agar perubahan anggaran dapat segera memberikan dampak terhadap kebutuhan masyarakat Pekanbaru.
Di sisi lain, DPRD juga mulai menghimpun berbagai masukan untuk penyusunan APBD Murni 2027. Sejumlah persoalan pembangunan menjadi perhatian anggota dewan dalam pembahasan bersama pemerintah kota.
Infrastruktur menjadi salah satu isu yang banyak disoroti. Kondisi sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan juga masuk dalam daftar kebutuhan yang dinilai perlu mendapat perhatian anggaran.
Selain fasilitas pendidikan, persoalan jalan dan banjir turut menjadi perhatian DPRD Pekanbaru. Berbagai masukan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Masukan dari kawan-kawan banyak, mulai dari infrastruktur, banyaknya sekolah-sekolah kita yang rusak, kemudian jalan, dan ada juga masalah banjir,” kata Isa.(*)




PEKANBARU-Pembahasan APBD Perubahan 2026 Kota Pekanbaru berpacu dengan waktu. Dokumen anggaran tersebut ditargetkan rampung dan disahkan paling lambat 30 September 2026.
Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa Lahamid meminta pembahasan APBD Perubahan segera menjadi perhatian. Menurutnya, masih tersedia waktu untuk memastikan anggaran perubahan dapat digunakan bagi program prioritas masyarakat.
Saat ini, Badan Anggaran DPRD Pekanbaru masih membahas KUA-PPAS APBD 2027. Namun, proses tersebut tidak boleh membuat pembahasan APBD Perubahan 2026 terabaikan.
“Sekarang ini sedang pembahasan KUA-PPAS, prosesnya sedang berjalan. Sekarang kita ingin fokus agar bisa segera melakukan pembahasan terkait anggaran perubahan 2026,” kata Isa, Selasa (1/9/2026).
Isa mengatakan pengesahan APBD Perubahan idealnya dilakukan sebelum batas akhir September. Dengan demikian, pemerintah daerah masih memiliki waktu untuk menjalankan sejumlah program hingga akhir tahun anggaran.
“Kalau APBD Perubahan ini seharusnya sampai akhir September itu sudah bisa diparipurnakan,” ujarnya.
Menurut Isa, percepatan pembahasan diperlukan agar perubahan anggaran dapat segera memberikan dampak terhadap kebutuhan masyarakat Pekanbaru.
Di sisi lain, DPRD juga mulai menghimpun berbagai masukan untuk penyusunan APBD Murni 2027. Sejumlah persoalan pembangunan menjadi perhatian anggota dewan dalam pembahasan bersama pemerintah kota.
Infrastruktur menjadi salah satu isu yang banyak disoroti. Kondisi sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan juga masuk dalam daftar kebutuhan yang dinilai perlu mendapat perhatian anggaran.
Selain fasilitas pendidikan, persoalan jalan dan banjir turut menjadi perhatian DPRD Pekanbaru. Berbagai masukan tersebut diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat.
“Masukan dari kawan-kawan banyak, mulai dari infrastruktur, banyaknya sekolah-sekolah kita yang rusak, kemudian jalan, dan ada juga masalah banjir,” kata Isa.(*)