
PEKANBARU - Badan Meteorologi, Climatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mendeteksi sebanyak 26 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Provinsi Riau. Meski demikian, jumlah tersebut mengalami penurunan drastis dibanding beberapa hari sebelumnya akibat guyuran hujan di sejumlah daerah.
Berdasarkan pemantauan BMKG, seluruh titik panas yang terdeteksi saat ini berada pada tingkat keandalan atau level sedang.
Sebanyak 26 titik panas tersebut terdistribusi di tujuh wilayah kabupaten di Riau, Bengkalis: 6 titik, Rokan Hilir: 4 titik, Indragiri Hulu: 4 titik, Indragiri Hilir: 4 titik, Kuantan Singingi 3 titik, Pelalawan: 3 titik dan Rokan Hulu: 2 titik

Penurunan jumlah titik panas secara signifikan ini dipicu oleh hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir. Selain faktor cuaca, intensifnya upaya pemadaman oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla pada area darat yang tidak tersiram hujan turut menekan munculnya titik api baru.
Meski titik panas berkurang, kualitas udara di Kota Pekanbaru terpantau masih berada di level tidak sehat. Perbedaan kondisi ini ditandai dengan munculnya paparan kabut asap tipis yang menyelimuti wilayah ibu kota provinsi tersebut.
Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa kabut asap tipis yang menyelimuti Kota Pekanbaru berasal dari wilayah lain.
"Kabut asap ini merupakan kiriman dari Kabupaten Pelalawan yang masih menyisakan asap. Selain itu, ada juga kiriman asap dari Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan karena pergerakan arah angin saat ini bertiup dari selatan menuju utara," jelas Warjono.
Walaupun diselimuti asap tipis, aktivitas masyarakat di Kota Pekanbaru terpantau tetap berjalan normal. Kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah-sekolah juga masih terus berlangsung sejak Senin lalu.
Guna mengantisipasi dampak kesehatan akibat penurunan kualitas udara, pihak sekolah mengimbau para siswa untuk tetap mengenakan masker, baik saat berada di dalam ruangan maupun di luar ruangan. (why)



PEKANBARU - Badan Meteorologi, Climatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru mendeteksi sebanyak 26 titik panas (hotspot) yang tersebar di wilayah Provinsi Riau. Meski demikian, jumlah tersebut mengalami penurunan drastis dibanding beberapa hari sebelumnya akibat guyuran hujan di sejumlah daerah.
Berdasarkan pemantauan BMKG, seluruh titik panas yang terdeteksi saat ini berada pada tingkat keandalan atau level sedang.
Sebanyak 26 titik panas tersebut terdistribusi di tujuh wilayah kabupaten di Riau, Bengkalis: 6 titik, Rokan Hilir: 4 titik, Indragiri Hulu: 4 titik, Indragiri Hilir: 4 titik, Kuantan Singingi 3 titik, Pelalawan: 3 titik dan Rokan Hulu: 2 titik
Penurunan jumlah titik panas secara signifikan ini dipicu oleh hujan berintensitas sedang hingga lebat yang mengguyur sebagian besar wilayah Riau dalam beberapa hari terakhir. Selain faktor cuaca, intensifnya upaya pemadaman oleh tim Satuan Tugas (Satgas) Karhutla pada area darat yang tidak tersiram hujan turut menekan munculnya titik api baru.
Meski titik panas berkurang, kualitas udara di Kota Pekanbaru terpantau masih berada di level tidak sehat. Perbedaan kondisi ini ditandai dengan munculnya paparan kabut asap tipis yang menyelimuti wilayah ibu kota provinsi tersebut.
Kepala BMKG Pekanbaru, Warjono, menjelaskan bahwa kabut asap tipis yang menyelimuti Kota Pekanbaru berasal dari wilayah lain.
"Kabut asap ini merupakan kiriman dari Kabupaten Pelalawan yang masih menyisakan asap. Selain itu, ada juga kiriman asap dari Provinsi Jambi dan Sumatra Selatan karena pergerakan arah angin saat ini bertiup dari selatan menuju utara," jelas Warjono.
Walaupun diselimuti asap tipis, aktivitas masyarakat di Kota Pekanbaru terpantau tetap berjalan normal. Kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah-sekolah juga masih terus berlangsung sejak Senin lalu.
Guna mengantisipasi dampak kesehatan akibat penurunan kualitas udara, pihak sekolah mengimbau para siswa untuk tetap mengenakan masker, baik saat berada di dalam ruangan maupun di luar ruangan. (why)