logo
● PT AIP Komitmen Rp57 Miliar untuk Kebun Masyarakat, Empat Kampung Siak Menanti R Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gedung BWSS III Mulai Dirobohkan, Pemprov Riau Buka Jalan Alternatif Cut Nyak Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Dumai Gerebek Tiga Titik Rawan Narkoba: 12 Orang Diamankan, 11 Positif Sa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Azis Subekti Desak Bongkar Aktor di Balik Perambahan Tesso Nilo, Penegakan Hukum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polemik Ijazah Gibran: Putusan Mengakhiri Perkara, Siapa Memulihkan Keperca Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dramatis! PSPS Pekanbaru Tekuk PSMS Medan 2-1, Dua Pemain Pengganti Jadi Pahlawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Seni Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● UPDATE: Panama Tetapkan Darurat Nasional, Gempa Dahsyat Rusak 426 Rumah dan 419 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
2.670 Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap, 2.414 Terserang ISPA
Kondisi kabut asap beberapa waktu lalu.
2.670 Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap, 2.414 Terserang ISPA
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 10 September 2026 | 20:53:51

PEKANBARU -Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan warga Kota Pekanbaru. Hingga 10 September 2026, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 2.670 warga mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar kabut asap.

Dari jumlah tersebut, mayoritas warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yakni mencapai 2.414 orang.

Selain ISPA, gangguan kesehatan lain yang tercatat meliputi iritasi kulit sebanyak 91 orang dan konjungtivitis atau mata merah sebanyak 86 orang.

Data tersebut merupakan akumulasi kasus yang dihimpun sejak 28 Agustus 2026, ketika kabut asap mulai berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Pekanbaru.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan dampak paparan asap juga ditemukan pada warga yang mengalami pneumonia dan asma.

"Ada juga orang mengalami pneumonia dan asma akibat terpapar kabut asap," kata Dedy kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (10/9/2026).

Menurut Dedy, pemantauan terhadap dampak kesehatan akibat kabut asap dilakukan secara rutin oleh Tim Program ISPA Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru bersama 21 puskesmas.

Pemantauan dilakukan setiap hari untuk mengetahui perkembangan jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

Hasil pemantauan menunjukkan jumlah warga yang datang dengan keluhan kesehatan terkait paparan asap dapat mencapai ratusan orang dalam sehari.

"Jumlah pasien bisa berkisar dua ratus hingga tiga ratus lebih dalam sehari," ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru juga terus melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat kabut asap.

Salah satunya dengan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya paparan asap.

"Kita juga siapkan masker dan pelayanan bagi warga terdampak kebakaran lahan di 21 puskesmas yang ada," kata Dedy.

Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita dan lansia, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.(*)


Home / News
2.670 Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap, 2.414 Terserang ISPA
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 10 September 2026 | 20:53:51
2.670 Warga Pekanbaru Terdampak Kabut Asap, 2.414 Terserang ISPA
Kondisi kabut asap beberapa waktu lalu.

PEKANBARU -Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai berdampak terhadap kesehatan warga Kota Pekanbaru. Hingga 10 September 2026, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat sebanyak 2.670 warga mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar kabut asap.

Dari jumlah tersebut, mayoritas warga mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), yakni mencapai 2.414 orang.

Selain ISPA, gangguan kesehatan lain yang tercatat meliputi iritasi kulit sebanyak 91 orang dan konjungtivitis atau mata merah sebanyak 86 orang.

Data tersebut merupakan akumulasi kasus yang dihimpun sejak 28 Agustus 2026, ketika kabut asap mulai berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah Pekanbaru.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengatakan dampak paparan asap juga ditemukan pada warga yang mengalami pneumonia dan asma.

"Ada juga orang mengalami pneumonia dan asma akibat terpapar kabut asap," kata Dedy kepada Tribunpekanbaru.com, Kamis (10/9/2026).

Menurut Dedy, pemantauan terhadap dampak kesehatan akibat kabut asap dilakukan secara rutin oleh Tim Program ISPA Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru bersama 21 puskesmas.

Pemantauan dilakukan setiap hari untuk mengetahui perkembangan jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

Hasil pemantauan menunjukkan jumlah warga yang datang dengan keluhan kesehatan terkait paparan asap dapat mencapai ratusan orang dalam sehari.

"Jumlah pasien bisa berkisar dua ratus hingga tiga ratus lebih dalam sehari," ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru juga terus melakukan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko kesehatan akibat kabut asap.

Salah satunya dengan membagikan masker secara gratis kepada masyarakat, sekaligus memberikan edukasi mengenai bahaya paparan asap.

"Kita juga siapkan masker dan pelayanan bagi warga terdampak kebakaran lahan di 21 puskesmas yang ada," kata Dedy.

Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita dan lansia, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.(*)