logo
● PT AIP Komitmen Rp57 Miliar untuk Kebun Masyarakat, Empat Kampung Siak Menanti R Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Gedung BWSS III Mulai Dirobohkan, Pemprov Riau Buka Jalan Alternatif Cut Nyak Di Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Polres Dumai Gerebek Tiga Titik Rawan Narkoba: 12 Orang Diamankan, 11 Positif Sa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Azis Subekti Desak Bongkar Aktor di Balik Perambahan Tesso Nilo, Penegakan Hukum Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dari Polemik Ijazah Gibran: Putusan Mengakhiri Perkara, Siapa Memulihkan Keperca Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dramatis! PSPS Pekanbaru Tekuk PSMS Medan 2-1, Dua Pemain Pengganti Jadi Pahlawa Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kualitas Udara Membaik, Siswa di Pekanbaru Kembali Belajar Tatap Muka Mulai Seni Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● UPDATE: Panama Tetapkan Darurat Nasional, Gempa Dahsyat Rusak 426 Rumah dan 419 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Bengkalis
30 Kepala Keluarga di Bengkalis Bertahun-tahun Gunakan Pohon Nibung sebagai Tiang Listrik
:30 Kepala Keluarga di Bengkalis Bertahun-tahun Gunakan Pohon Nibung sebagai Tiang Listrik. Foto: Abdul Haris/ Pekanbaru TV
30 Kepala Keluarga di Bengkalis Bertahun-tahun Gunakan Pohon Nibung sebagai Tiang Listrik
Editor: Ridho Haztil | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 21 September 2026 | 07:38:25

BENGKALIS -Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) di Jalan Sukarjo, Dusun Parit Gelam, Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, bertahun-tahun menggunakan pohon nibung sebagai tiang listrik darurat.

Kepala Dusun Parit Gelam, Suhaedi Amiaru mengatakan kondisi tersebut terjadi karena belum adanya tiang listrik permanen di wilayah tersebut.

iklan-view

Menurut Suhaedi, pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan kepada PLN, baik secara resmi maupun lisan. Namun, hingga kini belum ada realisasi pembangunan tiang listrik permanen. “Hingga kini belum ada realisasi pembangunan tiang listrik permanen,” kata Suhaedi saat diwawancarai jurnalis Pekanbaru TV pada Minggu, (20/9/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan listrik, warga kemudian bergotong royong mendirikan tiang darurat menggunakan pohon nibung sebagai penyangga jaringan listrik.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena pohon nibung dinilai tidak dapat menjadi penyangga jaringan listrik dalam jangka panjang.

“Sudah bertahun-tahun, sekitar 30 KK di Jalan Sukarjo hidup tanpa tiang listrik permanen. Kami sudah berulang kali mengajukan permohonan resmi dan lisan kepada pihak PLN, namun belum ada realisasi nyata di lapangan,” ujar Suhaedi.

Suhaedi berharap PLN turun langsung melihat kondisi di Jalan Sukarjo dan memberikan kepastian mengenai pembangunan tiang listrik permanen.

“Listrik adalah hak dasar masyarakat. Kami bukan meminta yang berlebihan, kami hanya meminta hak kami untuk mendapatkan pelayanan listrik yang layak, aman, dan permanen seperti warga lainnya,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga, Asis mengatakan penggunaan pohon nibung sebagai tiang listrik dilakukan karena warga tidak memiliki pilihan lain untuk menopang jaringan listrik.

“Kami dari masyarakat sangat butuh perhatian dari PLN. Tiang dari nibung ini paling cuma bertahan satu tahun,” ucap Asis.

Warga berharap Manajemen PLN segera menindaklanjuti kondisi tersebut dengan merealisasikan pembangunan tiang listrik permanen di Jalan Sukarjo RT 08/RW 04, Dusun Parit Gelam.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak PLN mengenai penyebab belum terealisasinya pembangunan tiang listrik permanen di wilayah tersebut.***

Home / News
30 Kepala Keluarga di Bengkalis Bertahun-tahun Gunakan Pohon Nibung sebagai Tiang Listrik
Editor: Ridho Haztil | Penulis: abdul haris
Rubrik: news | 21 September 2026 | 07:38:25
30 Kepala Keluarga di Bengkalis Bertahun-tahun Gunakan Pohon Nibung sebagai Tiang Listrik
:30 Kepala Keluarga di Bengkalis Bertahun-tahun Gunakan Pohon Nibung sebagai Tiang Listrik. Foto: Abdul Haris/ Pekanbaru TV

BENGKALIS -Sebanyak 30 kepala keluarga (KK) di Jalan Sukarjo, Dusun Parit Gelam, Desa Sukarjo Mesim, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, bertahun-tahun menggunakan pohon nibung sebagai tiang listrik darurat.

Kepala Dusun Parit Gelam, Suhaedi Amiaru mengatakan kondisi tersebut terjadi karena belum adanya tiang listrik permanen di wilayah tersebut.

Menurut Suhaedi, pihaknya telah berulang kali mengajukan permohonan kepada PLN, baik secara resmi maupun lisan. Namun, hingga kini belum ada realisasi pembangunan tiang listrik permanen. “Hingga kini belum ada realisasi pembangunan tiang listrik permanen,” kata Suhaedi saat diwawancarai jurnalis Pekanbaru TV pada Minggu, (20/9/2026).

Untuk memenuhi kebutuhan listrik, warga kemudian bergotong royong mendirikan tiang darurat menggunakan pohon nibung sebagai penyangga jaringan listrik.

Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena pohon nibung dinilai tidak dapat menjadi penyangga jaringan listrik dalam jangka panjang.

“Sudah bertahun-tahun, sekitar 30 KK di Jalan Sukarjo hidup tanpa tiang listrik permanen. Kami sudah berulang kali mengajukan permohonan resmi dan lisan kepada pihak PLN, namun belum ada realisasi nyata di lapangan,” ujar Suhaedi.

Suhaedi berharap PLN turun langsung melihat kondisi di Jalan Sukarjo dan memberikan kepastian mengenai pembangunan tiang listrik permanen.

“Listrik adalah hak dasar masyarakat. Kami bukan meminta yang berlebihan, kami hanya meminta hak kami untuk mendapatkan pelayanan listrik yang layak, aman, dan permanen seperti warga lainnya,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga, Asis mengatakan penggunaan pohon nibung sebagai tiang listrik dilakukan karena warga tidak memiliki pilihan lain untuk menopang jaringan listrik.

“Kami dari masyarakat sangat butuh perhatian dari PLN. Tiang dari nibung ini paling cuma bertahan satu tahun,” ucap Asis.

Warga berharap Manajemen PLN segera menindaklanjuti kondisi tersebut dengan merealisasikan pembangunan tiang listrik permanen di Jalan Sukarjo RT 08/RW 04, Dusun Parit Gelam.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan dari pihak PLN mengenai penyebab belum terealisasinya pembangunan tiang listrik permanen di wilayah tersebut.***