
PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggenjot berbagai upaya penanggulangan banjir yang masih menjadi persoalan klasik di berbagai wilayah, mulai dari kawasan pinggiran hingga pusat perkotaan. Salah satu langkah strategis yang kini membuahkan hasil nyata adalah melalui pengerahan Tim Pekanbaru Lestari di setiap kecamatan.
Di Kecamatan Kulim, Tim Pekanbaru Lestari bergerak masif menyasar titik-titik sumbatan yang menyebabkan tidak lancarnya aliran drainase. Baru-baru ini, petugas tampak agresif membersihkan sedimen penyebab pendangkalan parit di kawasan langganan banjir, tepatnya di RW 13 dan RW 14, Kelurahan Pebatuan.

Camat Kulim, Fajri Adha, yang turun langsung memantau kegiatan didampingi Kasi Trantip Riko serta perangkat RT-RW setempat menjelaskan, kehadiran tim ini disambut antusias oleh masyarakat.
"Sejak mulai beroperasional pada bulan Mei 2026 lalu, telah membersihkan sekitar 15 kilometer panjang parit dan drainase yang tersebar di lima kelurahan di Kecamatan Kulim," sebut Fajri, Minggu (4/10/2026).
Ia menjelaskan, kelurahan-kelurahan tersebut meliputi Kelurahan Mentangor, Sialang Rampai, Kelurahan Kulim, Kelurahan Pematang Kapau, dan Kelurahan Pebatuan.
Dampak positif dari kegiatan ini langsung dirasakan oleh warga sekitar.
Ketua RW 13 Kelurahan Pebatuan, Nur Ihsan, mengungkapkan bahwa pembersihan drainase ini berhasil meminimalisir genangan air secara signifikan.
"Jika sebelumnya kawasan tersebut kerap dilanda banjir hanya dalam waktu 30 menit hingga satu jam diguyur hujan, kini kondisi tersebut sudah jauh berkurang" ungkap Nur Ihsan.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RT 03 RW 14 Kelurahan Pebatuan, Roki Sander. Menurutnya, peran Tim Pekanbaru Lestari sangat positif, tidak hanya dalam membersihkan lingkungan secara berkala, tetapi juga sebagai penggerak utama untuk mengajak masyarakat kembali bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran saluran air.
Program inisiasi Pemko Pekanbaru ini kini menjadi salah satu solusi andalan di samping berbagai kegiatan pencegahan bencana banjir lainnya yang terus digencarkan di Kota Bertuah. (why)




PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menggenjot berbagai upaya penanggulangan banjir yang masih menjadi persoalan klasik di berbagai wilayah, mulai dari kawasan pinggiran hingga pusat perkotaan. Salah satu langkah strategis yang kini membuahkan hasil nyata adalah melalui pengerahan Tim Pekanbaru Lestari di setiap kecamatan.
Di Kecamatan Kulim, Tim Pekanbaru Lestari bergerak masif menyasar titik-titik sumbatan yang menyebabkan tidak lancarnya aliran drainase. Baru-baru ini, petugas tampak agresif membersihkan sedimen penyebab pendangkalan parit di kawasan langganan banjir, tepatnya di RW 13 dan RW 14, Kelurahan Pebatuan.
Camat Kulim, Fajri Adha, yang turun langsung memantau kegiatan didampingi Kasi Trantip Riko serta perangkat RT-RW setempat menjelaskan, kehadiran tim ini disambut antusias oleh masyarakat.
"Sejak mulai beroperasional pada bulan Mei 2026 lalu, telah membersihkan sekitar 15 kilometer panjang parit dan drainase yang tersebar di lima kelurahan di Kecamatan Kulim," sebut Fajri, Minggu (4/10/2026).
Ia menjelaskan, kelurahan-kelurahan tersebut meliputi Kelurahan Mentangor, Sialang Rampai, Kelurahan Kulim, Kelurahan Pematang Kapau, dan Kelurahan Pebatuan.
Dampak positif dari kegiatan ini langsung dirasakan oleh warga sekitar.
Ketua RW 13 Kelurahan Pebatuan, Nur Ihsan, mengungkapkan bahwa pembersihan drainase ini berhasil meminimalisir genangan air secara signifikan.
"Jika sebelumnya kawasan tersebut kerap dilanda banjir hanya dalam waktu 30 menit hingga satu jam diguyur hujan, kini kondisi tersebut sudah jauh berkurang" ungkap Nur Ihsan.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua RT 03 RW 14 Kelurahan Pebatuan, Roki Sander. Menurutnya, peran Tim Pekanbaru Lestari sangat positif, tidak hanya dalam membersihkan lingkungan secara berkala, tetapi juga sebagai penggerak utama untuk mengajak masyarakat kembali bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran saluran air.
Program inisiasi Pemko Pekanbaru ini kini menjadi salah satu solusi andalan di samping berbagai kegiatan pencegahan bencana banjir lainnya yang terus digencarkan di Kota Bertuah. (why)