logo
● Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Peneliti Dirgantara 14 Negara Berkumpul di Yogyakarta, Bahas Masa Depan Roket hi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Konflik Yaman-Saudi Memanas, Rupiah Melemah ke Rp17.917 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Progres Pengaspalan Tembus 60 Persen, Fraksi Golkar Ingatkan Pemko Pekanbaru Jan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dugaan Penipuan Rp9,6 Miliar di Polda Riau, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Buka S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tak Terima Anak Sering Keluar Malam, Ayah di Rohul Tikam Anak Kandung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Empat Pengunjung Positif Narkoba, Polisi Amankan Pria Bawa Samurai Saat Razia TH Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Pekanbaru
Kapolda Riau Arman: Dekat dengan Masyarakat Tak Cukup Hanya Hadir Secara Fisik
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat (foto:dok MCR)
Kapolda Riau Arman: Dekat dengan Masyarakat Tak Cukup Hanya Hadir Secara Fisik
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 4 Oktober 2026 | 20:56:27

PEKANBARU-Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat menegaskan pentingnya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat. Ia meminta seluruh personel Polda Riau mengedepankan sikap humanis, kepedulian, serta pelayanan yang cepat dalam menjalankan tugas.

Arman mulai memimpin Polda Riau setelah resmi dilantik Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada Sabtu (3/10/2026). Ia menggantikan Komjen Pol Herry Heryawan yang mendapat penugasan baru sebagai Kabaharkam Polri.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Riau, Arman mengatakan dirinya akan meneruskan arahan dan kebijakan Kapolri di wilayah Riau. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana anggota kepolisian dapat benar-benar hadir untuk masyarakat.

Menurutnya, keberadaan polisi di tengah masyarakat bukan hanya soal kehadiran secara fisik. Personel juga harus mampu menunjukkan kepedulian serta memberikan respons yang tepat terhadap persoalan yang dihadapi warga.

"Kalau kita bicara polisi harus dekat dengan masyarakat, berarti kita harus ada empati, responsif, peduli dan loyalitas kepada masyarakat," kata Arman, Minggu (4/10/2026).

Ia juga mengingatkan anggota agar tidak melakukan tindakan yang dapat melukai perasaan masyarakat. Sebaliknya, polisi diminta memberikan pelayanan secara tulus sehingga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian semakin kuat.

"Sebagai polisi jangan sakiti masyarakat, kita sendiri kan juga tidak ingin disakiti. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Untuk memastikan arahan tersebut diterapkan, Arman menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap internal kepolisian. Personel yang dianggap belum memiliki kepedulian dan empati yang baik terhadap masyarakat akan mendapatkan pembinaan.

Ia menilai pembinaan diperlukan agar setiap anggota mampu menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

"Bagaimana bisa dipercaya kalau tidak dicintai," katanya.

Selain pelayanan publik, Arman meminta jajaran Polda Riau memahami dan menghormati adat serta norma yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, karakter sosial dan kearifan lokal di Riau harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Ia menekankan bahwa aturan dan tatanan yang telah hidup di tengah masyarakat harus dihormati selama menjalankan tugas penegakan hukum.

"Kalau seorang polisi tidak punya jiwa seperti itu (empati dan peduli), ya mungkin mohon maaf, untuk era sekarang, ya minimal kita berikan pembinaan dululah untuk bisa jadi seorang polisi yang bisa dipercaya masyarakat," ujarnya.

Arman merupakan lulusan Akpol 1992 dan telah menjalani sekitar 34 tahun pengabdian di kepolisian. Sebelum dipercaya sebagai Kapolda Riau, ia menjabat sebagai Perwira Tinggi Baintelkam Polri dengan penugasan di Badan Intelijen Negara sejak Januari 2025.

Pengalaman Arman di kepolisian juga cukup panjang. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kapolres Sumedang, Kapolres Karawang, serta Dirlantas Polda Jawa Tengah.

Pengalaman tersebut kini menjadi modal bagi Arman dalam memimpin Polda Riau dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Bumi Lancang Kuning.(*) 

Home / News
Kapolda Riau Arman: Dekat dengan Masyarakat Tak Cukup Hanya Hadir Secara Fisik
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 4 Oktober 2026 | 20:56:27
Kapolda Riau Arman: Dekat dengan Masyarakat Tak Cukup Hanya Hadir Secara Fisik
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat (foto:dok MCR)

PEKANBARU-Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat menegaskan pentingnya membangun hubungan yang lebih dekat antara kepolisian dan masyarakat. Ia meminta seluruh personel Polda Riau mengedepankan sikap humanis, kepedulian, serta pelayanan yang cepat dalam menjalankan tugas.

Arman mulai memimpin Polda Riau setelah resmi dilantik Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto pada Sabtu (3/10/2026). Ia menggantikan Komjen Pol Herry Heryawan yang mendapat penugasan baru sebagai Kabaharkam Polri.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai Kapolda Riau, Arman mengatakan dirinya akan meneruskan arahan dan kebijakan Kapolri di wilayah Riau. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana anggota kepolisian dapat benar-benar hadir untuk masyarakat.

Menurutnya, keberadaan polisi di tengah masyarakat bukan hanya soal kehadiran secara fisik. Personel juga harus mampu menunjukkan kepedulian serta memberikan respons yang tepat terhadap persoalan yang dihadapi warga.

"Kalau kita bicara polisi harus dekat dengan masyarakat, berarti kita harus ada empati, responsif, peduli dan loyalitas kepada masyarakat," kata Arman, Minggu (4/10/2026).

Ia juga mengingatkan anggota agar tidak melakukan tindakan yang dapat melukai perasaan masyarakat. Sebaliknya, polisi diminta memberikan pelayanan secara tulus sehingga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian semakin kuat.

"Sebagai polisi jangan sakiti masyarakat, kita sendiri kan juga tidak ingin disakiti. Berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.

Untuk memastikan arahan tersebut diterapkan, Arman menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap internal kepolisian. Personel yang dianggap belum memiliki kepedulian dan empati yang baik terhadap masyarakat akan mendapatkan pembinaan.

Ia menilai pembinaan diperlukan agar setiap anggota mampu menjalankan perannya sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

"Bagaimana bisa dipercaya kalau tidak dicintai," katanya.

Selain pelayanan publik, Arman meminta jajaran Polda Riau memahami dan menghormati adat serta norma yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, karakter sosial dan kearifan lokal di Riau harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Ia menekankan bahwa aturan dan tatanan yang telah hidup di tengah masyarakat harus dihormati selama menjalankan tugas penegakan hukum.

"Kalau seorang polisi tidak punya jiwa seperti itu (empati dan peduli), ya mungkin mohon maaf, untuk era sekarang, ya minimal kita berikan pembinaan dululah untuk bisa jadi seorang polisi yang bisa dipercaya masyarakat," ujarnya.

Arman merupakan lulusan Akpol 1992 dan telah menjalani sekitar 34 tahun pengabdian di kepolisian. Sebelum dipercaya sebagai Kapolda Riau, ia menjabat sebagai Perwira Tinggi Baintelkam Polri dengan penugasan di Badan Intelijen Negara sejak Januari 2025.

Pengalaman Arman di kepolisian juga cukup panjang. Ia pernah menduduki sejumlah jabatan strategis, di antaranya Kapolres Sumedang, Kapolres Karawang, serta Dirlantas Polda Jawa Tengah.

Pengalaman tersebut kini menjadi modal bagi Arman dalam memimpin Polda Riau dan menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Bumi Lancang Kuning.(*)