logo
● Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Peneliti Dirgantara 14 Negara Berkumpul di Yogyakarta, Bahas Masa Depan Roket hi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Konflik Yaman-Saudi Memanas, Rupiah Melemah ke Rp17.917 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Progres Pengaspalan Tembus 60 Persen, Fraksi Golkar Ingatkan Pemko Pekanbaru Jan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dugaan Penipuan Rp9,6 Miliar di Polda Riau, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Buka S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tak Terima Anak Sering Keluar Malam, Ayah di Rohul Tikam Anak Kandung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Empat Pengunjung Positif Narkoba, Polisi Amankan Pria Bawa Samurai Saat Razia TH Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Formula I
Verstappen Berjaya di GP Malaysia, Mercedes dan McLaren Pulang dengan Kekecewaan
Pembalap Red Bull Oracle, Max Verstappen, menyampaikan kepuasannya terhadap performa mesin teranyar hasil kolaborasi dengan Ford usai sukses mengamankan podium tertinggi dalam balapan akhir pekan kemarin.
Verstappen Berjaya di GP Malaysia, Mercedes dan McLaren Pulang dengan Kekecewaan
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 5 Oktober 2026 | 08:00:00

SEPANG – Grand Prix Formula 1 Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (4/10/2026), menghadirkan persaingan menarik di tengah berbagai kendala teknis, perubahan cuaca, hingga gangguan serangga yang mewarnai akhir pekan balapan.

Max Verstappen menjadi sorotan setelah tampil dominan dan merebut kemenangan ke-72 sepanjang kariernya. Kemenangan ini sekaligus menjadi catatan bersejarah bagi Red Bull Ford Powertrains yang untuk pertama kalinya meraih kemenangan sebagai pemasok unit daya.

Verstappen memulai balapan dari pole position dan mampu mempertahankan keunggulan hingga garis finis. Meski jalannya balapan diwarnai persoalan perangkat lunak, perubahan kondisi lintasan, serta safety car, pembalap Red Bull itu tetap tampil konsisten.

Hasil tersebut menjadi bukti perkembangan signifikan Red Bull. Setelah sempat gagal memaksimalkan peluang di Azerbaijan, tim ini justru menunjukkan peningkatan performa di Sepang. Keberhasilan tersebut juga menjadi jawaban atas kepercayaan Verstappen terhadap proyek jangka panjang Red Bull.

Di sisi lain, Mercedes harus menerima hasil yang jauh dari harapan. Balapan di Malaysia, yang merupakan markas sponsor utamanya, Petronas, justru menjadi ujian berat bagi tim asal Jerman tersebut.

Mobil W17 yang mendapat pembaruan belum mampu menunjukkan kecepatan kompetitif. Kekecewaan Mercedes semakin besar setelah George Russell mengalami masalah mesin menjelang akhir balapan, sehingga kehilangan peluang meraih podium.

Kimi Antonelli hanya mampu finis ketiga. Hasil ini membuat Mercedes harus mengevaluasi efektivitas pengembangan mobilnya sebelum menghadapi seri berikutnya di Singapura.

Hamilton dan Racing Bulls Jadi Sorotan

Lewis Hamilton menjadi salah satu pembalap yang mencuri perhatian. Sempat terjebak dalam strategi penggunaan ban yang kurang tepat saat lintasan masih basah, pembalap Ferrari itu mampu bangkit setelah kondisi trek memungkinkan penggunaan ban kering.

Strategi berikutnya, termasuk momentum safety car, membantu Hamilton memperbaiki posisinya hingga kembali naik podium. Hasil ini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi juara dunia tujuh kali tersebut setelah menghadapi awal balapan yang sulit.

Sementara itu, Racing Bulls tampil sebagai salah satu tim paling solid di kelompok papan tengah. Liam Lawson menunjukkan performa meyakinkan melalui kombinasi kecepatan dan strategi yang tepat.

Arvid Lindblad juga mencuri perhatian. Meski harus menghadapi penalti mesin, ia berhasil mengamankan satu poin setelah menyalip Nico Hulkenberg pada lap terakhir. Penampilan tersebut menjadi modal penting bagi Racing Bulls dalam persaingan antartim.

McLaren dan Audi Kehilangan Momentum

Berbeda dengan Racing Bulls, McLaren justru mengalami akhir pekan yang mengecewakan. Kecepatan mobil mereka tidak seperti yang ditampilkan pada sejumlah seri sebelumnya.

Oscar Piastri hanya mampu finis keenam, sedangkan Lando Norris kehilangan peluang memperbaiki posisi setelah menghadapi persoalan unit daya dan insiden saat periode safety car.

Team principal McLaren, Andrea Stella, mengakui timnya perlu mengevaluasi perkembangan mobil. Ia juga membuka kemungkinan bahwa para pesaing berhasil melakukan peningkatan performa lebih baik dibandingkan McLaren.

Audi pun gagal memaksimalkan peluang meraih poin. Nico Hulkenberg hampir mengamankan posisi penting sebelum disalip Lindblad pada lap terakhir. Strategi pergantian ban yang terganggu kehadiran safety car turut memengaruhi peluangnya.

Nasib kurang beruntung juga dialami Gabriel Bortoleto. Ia mendapat penalti 10 detik setelah insiden dengan Carlos Sainz yang membuat peluang Audi semakin sulit.

Alonso Bawa Harapan Aston Martin

Fernando Alonso menjadi salah satu pembalap yang layak mendapat apresiasi. Di tengah keterbatasan performa unit daya Honda, pembalap Spanyol itu mampu membawa Aston Martin kembali meraih poin.

Hasil tersebut menunjukkan adanya perkembangan pada sisi sasis mobil Aston Martin. Meski strategi awal penggunaan ban slick tidak berjalan sesuai rencana, tim mampu memanfaatkan situasi balapan untuk mengamankan hasil positif.

Alonso bahkan melihat peluang lebih besar pada Grand Prix Singapura. Karakter sirkuit jalan raya tersebut dinilai berpotensi lebih sesuai dengan karakter mobil Aston Martin.

GP Malaysia akhirnya menjadi akhir pekan dengan dua wajah berbeda. Verstappen dan Red Bull merayakan kemenangan bersejarah, sementara Mercedes dan McLaren harus pulang membawa pekerjaan rumah besar.

Di tengah perubahan regulasi dan tantangan teknis Formula 1 musim 2026, persaingan menuju seri berikutnya dipastikan semakin menarik. (*)

Home / News
Verstappen Berjaya di GP Malaysia, Mercedes dan McLaren Pulang dengan Kekecewaan
Editor: putrajaya
Rubrik: news | 5 Oktober 2026 | 08:00:00
Verstappen Berjaya di GP Malaysia, Mercedes dan McLaren Pulang dengan Kekecewaan
Pembalap Red Bull Oracle, Max Verstappen, menyampaikan kepuasannya terhadap performa mesin teranyar hasil kolaborasi dengan Ford usai sukses mengamankan podium tertinggi dalam balapan akhir pekan kemarin.

SEPANG – Grand Prix Formula 1 Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (4/10/2026), menghadirkan persaingan menarik di tengah berbagai kendala teknis, perubahan cuaca, hingga gangguan serangga yang mewarnai akhir pekan balapan.

Max Verstappen menjadi sorotan setelah tampil dominan dan merebut kemenangan ke-72 sepanjang kariernya. Kemenangan ini sekaligus menjadi catatan bersejarah bagi Red Bull Ford Powertrains yang untuk pertama kalinya meraih kemenangan sebagai pemasok unit daya.

Verstappen memulai balapan dari pole position dan mampu mempertahankan keunggulan hingga garis finis. Meski jalannya balapan diwarnai persoalan perangkat lunak, perubahan kondisi lintasan, serta safety car, pembalap Red Bull itu tetap tampil konsisten.

Hasil tersebut menjadi bukti perkembangan signifikan Red Bull. Setelah sempat gagal memaksimalkan peluang di Azerbaijan, tim ini justru menunjukkan peningkatan performa di Sepang. Keberhasilan tersebut juga menjadi jawaban atas kepercayaan Verstappen terhadap proyek jangka panjang Red Bull.

Di sisi lain, Mercedes harus menerima hasil yang jauh dari harapan. Balapan di Malaysia, yang merupakan markas sponsor utamanya, Petronas, justru menjadi ujian berat bagi tim asal Jerman tersebut.

Mobil W17 yang mendapat pembaruan belum mampu menunjukkan kecepatan kompetitif. Kekecewaan Mercedes semakin besar setelah George Russell mengalami masalah mesin menjelang akhir balapan, sehingga kehilangan peluang meraih podium.

Kimi Antonelli hanya mampu finis ketiga. Hasil ini membuat Mercedes harus mengevaluasi efektivitas pengembangan mobilnya sebelum menghadapi seri berikutnya di Singapura.

Hamilton dan Racing Bulls Jadi Sorotan

Lewis Hamilton menjadi salah satu pembalap yang mencuri perhatian. Sempat terjebak dalam strategi penggunaan ban yang kurang tepat saat lintasan masih basah, pembalap Ferrari itu mampu bangkit setelah kondisi trek memungkinkan penggunaan ban kering.

Strategi berikutnya, termasuk momentum safety car, membantu Hamilton memperbaiki posisinya hingga kembali naik podium. Hasil ini menjadi suntikan kepercayaan diri bagi juara dunia tujuh kali tersebut setelah menghadapi awal balapan yang sulit.

Sementara itu, Racing Bulls tampil sebagai salah satu tim paling solid di kelompok papan tengah. Liam Lawson menunjukkan performa meyakinkan melalui kombinasi kecepatan dan strategi yang tepat.

Arvid Lindblad juga mencuri perhatian. Meski harus menghadapi penalti mesin, ia berhasil mengamankan satu poin setelah menyalip Nico Hulkenberg pada lap terakhir. Penampilan tersebut menjadi modal penting bagi Racing Bulls dalam persaingan antartim.

McLaren dan Audi Kehilangan Momentum

Berbeda dengan Racing Bulls, McLaren justru mengalami akhir pekan yang mengecewakan. Kecepatan mobil mereka tidak seperti yang ditampilkan pada sejumlah seri sebelumnya.

Oscar Piastri hanya mampu finis keenam, sedangkan Lando Norris kehilangan peluang memperbaiki posisi setelah menghadapi persoalan unit daya dan insiden saat periode safety car.

Team principal McLaren, Andrea Stella, mengakui timnya perlu mengevaluasi perkembangan mobil. Ia juga membuka kemungkinan bahwa para pesaing berhasil melakukan peningkatan performa lebih baik dibandingkan McLaren.

Audi pun gagal memaksimalkan peluang meraih poin. Nico Hulkenberg hampir mengamankan posisi penting sebelum disalip Lindblad pada lap terakhir. Strategi pergantian ban yang terganggu kehadiran safety car turut memengaruhi peluangnya.

Nasib kurang beruntung juga dialami Gabriel Bortoleto. Ia mendapat penalti 10 detik setelah insiden dengan Carlos Sainz yang membuat peluang Audi semakin sulit.

Alonso Bawa Harapan Aston Martin

Fernando Alonso menjadi salah satu pembalap yang layak mendapat apresiasi. Di tengah keterbatasan performa unit daya Honda, pembalap Spanyol itu mampu membawa Aston Martin kembali meraih poin.

Hasil tersebut menunjukkan adanya perkembangan pada sisi sasis mobil Aston Martin. Meski strategi awal penggunaan ban slick tidak berjalan sesuai rencana, tim mampu memanfaatkan situasi balapan untuk mengamankan hasil positif.

Alonso bahkan melihat peluang lebih besar pada Grand Prix Singapura. Karakter sirkuit jalan raya tersebut dinilai berpotensi lebih sesuai dengan karakter mobil Aston Martin.

GP Malaysia akhirnya menjadi akhir pekan dengan dua wajah berbeda. Verstappen dan Red Bull merayakan kemenangan bersejarah, sementara Mercedes dan McLaren harus pulang membawa pekerjaan rumah besar.

Di tengah perubahan regulasi dan tantangan teknis Formula 1 musim 2026, persaingan menuju seri berikutnya dipastikan semakin menarik. (*)