logo
● Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Siswa Kembali Belajar dari Rumah Selama Dua H Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Peneliti Dirgantara 14 Negara Berkumpul di Yogyakarta, Bahas Masa Depan Roket hi Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Konflik Yaman-Saudi Memanas, Rupiah Melemah ke Rp17.917 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Progres Pengaspalan Tembus 60 Persen, Fraksi Golkar Ingatkan Pemko Pekanbaru Jan Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Dugaan Penipuan Rp9,6 Miliar di Polda Riau, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta Buka S Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Berlakukan PJJ Selama Dua Hari Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Tak Terima Anak Sering Keluar Malam, Ayah di Rohul Tikam Anak Kandung Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Empat Pengunjung Positif Narkoba, Polisi Amankan Pria Bawa Samurai Saat Razia TH Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / Ekonomi / ROHIL
Warga Kubu Dorong Pasar Minggu di Teluk Merbau Jadi Permanen
Warga berharap aktivitas pasar yang saat ini masih bersifat pasar kaget di Teluk Merbau dapat dikembangkan menjadi pasar Minggu yang berlangsung secara permanen. (Foto: Romi/Pekanbarutv.com)
Warga Kubu Dorong Pasar Minggu di Teluk Merbau Jadi Permanen
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: ekonomi | 5 Oktober 2026 | 14:31:23

‎ROKAN HILIR - Keberadaan pasar mingguan di Kelurahan Teluk Merbau, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap aktivitas pasar yang saat ini masih bersifat pasar kaget tersebut dapat dikembangkan menjadi pasar Minggu yang berlangsung secara permanen.

‎
‎Harapan itu mengemuka setelah pelaksanaan pasar kaget di Teluk Merbau pada Minggu (4/10/2026), mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak pagi, warga mulai mendatangi lokasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga hingga kebutuhan dapur.
‎
‎Sejumlah lapak pedagang tampak ramai didatangi pembeli. Kaum ibu, misalnya, terlihat memilih berbagai jenis pakaian yang dijajakan pedagang. Pedagang lainnya menawarkan perlengkapan rumah tangga berbahan plastik, sementara lapak kebutuhan dapur menyediakan cabai, sayuran dan berbagai bahan pangan lainnya.
‎
‎Ramainya aktivitas jual beli tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat Kecamatan Kubu, khususnya wilayah pesisir, membutuhkan pusat perdagangan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
‎
‎Selama ini, masyarakat pesisir yang ingin berbelanja harus menempuh perjalanan lebih jauh, bahkan sebagian harus menyeberang menuju Kecamatan Kubu Babussalam. Karena itu, keberadaan pasar Minggu di Teluk Merbau dinilai dapat memangkas jarak sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari.
‎
‎Camat Kubu, Dr. H. Syafrizal, S.Ag., M.IS, menyatakan pemerintah kecamatan mendukung gagasan tersebut dan akan berupaya mendorong agar pasar tersebut dapat berkembang menjadi pasar Minggu permanen.
‎
‎“Dukungan pemerintah setempat, khususnya Kecamatan Kubu, ke depannya akan kita tingkatkan. Bagaimana caranya ini bisa menjadi permanen, tentunya kita sangat mendukung. Kita akan melakukan musyawarah nantinya agar menjadi pasar permanen setiap hari Minggu,” ujar Syafrizal.
‎‎
‎Sementara itu, Koordinator Lapangan pasar, Marzuki, yang akrab disapa Akek, mengatakan gagasan menghadirkan pasar Minggu di Teluk Merbau sebenarnya telah muncul sejak belasan tahun lalu. Namun, rencana tersebut baru mulai direalisasikan pada 2026 melalui uji coba pasar kaget.
‎
‎Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan perdana menjadi dorongan untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai pasar Minggu yang dapat berjalan secara rutin.
‎
‎‎“Sebenarnya gagasan ini sudah cukup lama, sekitar belasan tahun. Namun hal ini baru akan terlaksana di tahun 2026 ini. Kami sangat berharap pasar kaget ini menjadi pasar Minggu. Harapan ini juga tidak luput dari dukungan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten,” kata Marzuki.
‎‎
‎Marzuki berharap para pedagang yang telah ikut meramaikan pasar kaget tersebut nantinya dapat terus berjualan setiap hari Minggu. Dengan demikian, aktivitas perdagangan tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pedagang setempat.
‎
‎Untuk saat ini, lokasi dan penataan lapak masih menjadi bagian yang perlu dibahas lebih lanjut. Aktivitas pasar sementara memanfaatkan fasilitas jalan umum yang merupakan aset pemerintah daerah.
‎
‎Karena itu, masyarakat berharap rencana tersebut dapat dibicarakan bersama antara masyarakat, pedagang, pemerintah kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, termasuk mengenai lokasi serta penataan pasar yang lebih layak.
‎
‎Jika dapat direalisasikan secara permanen, pasar Minggu Teluk Merbau diharapkan bukan hanya menjadi tempat masyarakat berbelanja, tetapi juga berkembang menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi baru di Kecamatan Kubu.
‎
‎Terlebih bagi masyarakat pesisir, keberadaan pasar di wilayah sendiri dinilai dapat memberikan kemudahan sekaligus mengurangi ketergantungan untuk berbelanja ke wilayah kecamatan lain. (rom)

Home / Ekonomi
Warga Kubu Dorong Pasar Minggu di Teluk Merbau Jadi Permanen
Editor: Arya Mahendra | Penulis: romi ramadani
Rubrik: ekonomi | 5 Oktober 2026 | 14:31:23
Warga Kubu Dorong Pasar Minggu di Teluk Merbau Jadi Permanen
Warga berharap aktivitas pasar yang saat ini masih bersifat pasar kaget di Teluk Merbau dapat dikembangkan menjadi pasar Minggu yang berlangsung secara permanen. (Foto: Romi/Pekanbarutv.com)

‎ROKAN HILIR - Keberadaan pasar mingguan di Kelurahan Teluk Merbau, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga berharap aktivitas pasar yang saat ini masih bersifat pasar kaget tersebut dapat dikembangkan menjadi pasar Minggu yang berlangsung secara permanen.

‎
‎Harapan itu mengemuka setelah pelaksanaan pasar kaget di Teluk Merbau pada Minggu (4/10/2026), mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Sejak pagi, warga mulai mendatangi lokasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga hingga kebutuhan dapur.
‎
‎Sejumlah lapak pedagang tampak ramai didatangi pembeli. Kaum ibu, misalnya, terlihat memilih berbagai jenis pakaian yang dijajakan pedagang. Pedagang lainnya menawarkan perlengkapan rumah tangga berbahan plastik, sementara lapak kebutuhan dapur menyediakan cabai, sayuran dan berbagai bahan pangan lainnya.
‎
‎Ramainya aktivitas jual beli tersebut menjadi gambaran bahwa masyarakat Kecamatan Kubu, khususnya wilayah pesisir, membutuhkan pusat perdagangan yang lebih dekat dan mudah dijangkau.
‎
‎Selama ini, masyarakat pesisir yang ingin berbelanja harus menempuh perjalanan lebih jauh, bahkan sebagian harus menyeberang menuju Kecamatan Kubu Babussalam. Karena itu, keberadaan pasar Minggu di Teluk Merbau dinilai dapat memangkas jarak sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari.
‎
‎Camat Kubu, Dr. H. Syafrizal, S.Ag., M.IS, menyatakan pemerintah kecamatan mendukung gagasan tersebut dan akan berupaya mendorong agar pasar tersebut dapat berkembang menjadi pasar Minggu permanen.
‎
‎“Dukungan pemerintah setempat, khususnya Kecamatan Kubu, ke depannya akan kita tingkatkan. Bagaimana caranya ini bisa menjadi permanen, tentunya kita sangat mendukung. Kita akan melakukan musyawarah nantinya agar menjadi pasar permanen setiap hari Minggu,” ujar Syafrizal.
‎‎
‎Sementara itu, Koordinator Lapangan pasar, Marzuki, yang akrab disapa Akek, mengatakan gagasan menghadirkan pasar Minggu di Teluk Merbau sebenarnya telah muncul sejak belasan tahun lalu. Namun, rencana tersebut baru mulai direalisasikan pada 2026 melalui uji coba pasar kaget.
‎
‎Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat pada pelaksanaan perdana menjadi dorongan untuk menjadikan kegiatan tersebut sebagai pasar Minggu yang dapat berjalan secara rutin.
‎
‎‎“Sebenarnya gagasan ini sudah cukup lama, sekitar belasan tahun. Namun hal ini baru akan terlaksana di tahun 2026 ini. Kami sangat berharap pasar kaget ini menjadi pasar Minggu. Harapan ini juga tidak luput dari dukungan Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten,” kata Marzuki.
‎‎
‎Marzuki berharap para pedagang yang telah ikut meramaikan pasar kaget tersebut nantinya dapat terus berjualan setiap hari Minggu. Dengan demikian, aktivitas perdagangan tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi para pedagang setempat.
‎
‎Untuk saat ini, lokasi dan penataan lapak masih menjadi bagian yang perlu dibahas lebih lanjut. Aktivitas pasar sementara memanfaatkan fasilitas jalan umum yang merupakan aset pemerintah daerah.
‎
‎Karena itu, masyarakat berharap rencana tersebut dapat dibicarakan bersama antara masyarakat, pedagang, pemerintah kecamatan dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, termasuk mengenai lokasi serta penataan pasar yang lebih layak.
‎
‎Jika dapat direalisasikan secara permanen, pasar Minggu Teluk Merbau diharapkan bukan hanya menjadi tempat masyarakat berbelanja, tetapi juga berkembang menjadi salah satu pusat perputaran ekonomi baru di Kecamatan Kubu.
‎
‎Terlebih bagi masyarakat pesisir, keberadaan pasar di wilayah sendiri dinilai dapat memberikan kemudahan sekaligus mengurangi ketergantungan untuk berbelanja ke wilayah kecamatan lain. (rom)