logo
● Razia Narkoba di Pangeran Hidayat Pekanbaru, Polisi Temukan 18 Klip Diduga Sabu Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Titik Api Nihil, Riau Keluar dari Daftar Prioritas Karhutla Nasional Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● LGBT di Kalangan Remaja Pekanbaru Jadi Perhatian, Keluarga Diminta Lebih Peduli Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pantang Menyerah! PSPS Comeback Dramatis dan Curi Tiga Poin di Markas Persikad Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Pemerintah Dorong Pelaku Ekonomi Kreatif Daerah Rambah Pasar Global Lewat Inovas Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Kemnaker Buka Pendaftaran Mitra MagangHub Batch 3 2026 Hingga 29 Oktober Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Udara Pekanbaru Tak Sehat, AQI Tembus 163, Warga Diminta Waspadai Asap Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi ● Muhamad Adil Laska Terpilih Sebagai Ketua LPM Tobekgodang Periode 2026-2029 Menyajikan Fakta, Bukan Sensasi
HOME / News / Kuansing
Rakit Bertuliskan CEO Perintis Dibakar Polisi, Penambang PETI Kabur
Rakit PETI di Sungai Kuantan yang dibakar petugas Polsek Cerenti(foto:MCR)
Rakit Bertuliskan CEO Perintis Dibakar Polisi, Penambang PETI Kabur
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 6 Oktober 2026 | 16:38:33

KUANSING-Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kembali ditertibkan aparat kepolisian.

Dalam penindakan yang dilakukan pada Senin (5/10/2026), petugas Polsek Cerenti menemukan sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas penambangan emas ilegal.

Petugas menyisir kawasan aliran Sungai Kuantan yang berada di wilayah Kecamatan Cerenti dan Kecamatan Inuman. Penyisiran dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat terkait aktivitas PETI yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Operasi dipimpin Kasubsektor Inuman Iptu Haripin yang mewakili Kapolsek Cerenti Iptu Debi Setiawan. Dalam kegiatan tersebut, polisi turut melibatkan pemerintah kecamatan setempat.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran penertiban yakni Desa Pulau Jambu, Kecamatan Cerenti. Sementara di Kecamatan Inuman, petugas menyisir aliran sungai di Desa Bedeng Sikuran dan kawasan sekitar SMAN 1 Inuman yang masuk wilayah Desa Pulau Busuk.

Saat petugas mendatangi lokasi, sejumlah pekerja tambang diduga langsung berusaha menyelamatkan diri. Beberapa rakit yang digunakan untuk kegiatan PETI terlihat bergerak meninggalkan lokasi.

Namun, petugas berhasil menemukan satu rakit yang diketahui bertuliskan "CEO Perintis". Rakit tersebut kemudian dirusak dan dibakar untuk mencegah kembali digunakan sebagai sarana penambangan ilegal.

Kapolsek Cerenti Iptu Debi Setiawan mengatakan, penertiban tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat. Polisi memastikan informasi mengenai aktivitas PETI akan terus ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan.

Menurutnya, keberadaan PETI tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan serta mencemari aliran sungai.

"Setiap informasi masyarakat terkait aktivitas PETI akan selalu kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi. Terhadap peralatan PETI yang ditemukan dan jelas tidak memiliki izin, akan dilakukan tindakan pemusnahan sesuai ketentuan agar mesin atau rakit tersebut tidak dapat beroperasi kembali," tegasnya.

Dalam penertiban tersebut, polisi belum mengamankan pekerja tambang. Tidak ada pula barang bukti utuh yang dapat dibawa dari lokasi.(*) 



Home / News
Rakit Bertuliskan CEO Perintis Dibakar Polisi, Penambang PETI Kabur
Editor: Ridho Haztil | Penulis: raka sagara
Rubrik: news | 6 Oktober 2026 | 16:38:33
Rakit Bertuliskan CEO Perintis Dibakar Polisi, Penambang PETI Kabur
Rakit PETI di Sungai Kuantan yang dibakar petugas Polsek Cerenti(foto:MCR)

KUANSING-Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di aliran Sungai Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kembali ditertibkan aparat kepolisian.

Dalam penindakan yang dilakukan pada Senin (5/10/2026), petugas Polsek Cerenti menemukan sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas penambangan emas ilegal.

Petugas menyisir kawasan aliran Sungai Kuantan yang berada di wilayah Kecamatan Cerenti dan Kecamatan Inuman. Penyisiran dilakukan setelah adanya informasi dari masyarakat terkait aktivitas PETI yang masih berlangsung di kawasan tersebut.

Operasi dipimpin Kasubsektor Inuman Iptu Haripin yang mewakili Kapolsek Cerenti Iptu Debi Setiawan. Dalam kegiatan tersebut, polisi turut melibatkan pemerintah kecamatan setempat.

Beberapa lokasi yang menjadi sasaran penertiban yakni Desa Pulau Jambu, Kecamatan Cerenti. Sementara di Kecamatan Inuman, petugas menyisir aliran sungai di Desa Bedeng Sikuran dan kawasan sekitar SMAN 1 Inuman yang masuk wilayah Desa Pulau Busuk.

Saat petugas mendatangi lokasi, sejumlah pekerja tambang diduga langsung berusaha menyelamatkan diri. Beberapa rakit yang digunakan untuk kegiatan PETI terlihat bergerak meninggalkan lokasi.

Namun, petugas berhasil menemukan satu rakit yang diketahui bertuliskan "CEO Perintis". Rakit tersebut kemudian dirusak dan dibakar untuk mencegah kembali digunakan sebagai sarana penambangan ilegal.

Kapolsek Cerenti Iptu Debi Setiawan mengatakan, penertiban tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat. Polisi memastikan informasi mengenai aktivitas PETI akan terus ditindaklanjuti dengan pengecekan langsung ke lapangan.

Menurutnya, keberadaan PETI tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi merusak lingkungan serta mencemari aliran sungai.

"Setiap informasi masyarakat terkait aktivitas PETI akan selalu kami tindak lanjuti dengan pengecekan langsung ke lokasi. Terhadap peralatan PETI yang ditemukan dan jelas tidak memiliki izin, akan dilakukan tindakan pemusnahan sesuai ketentuan agar mesin atau rakit tersebut tidak dapat beroperasi kembali," tegasnya.

Dalam penertiban tersebut, polisi belum mengamankan pekerja tambang. Tidak ada pula barang bukti utuh yang dapat dibawa dari lokasi.(*)